JAKARTA —
Bonus besar yang diterima atlet Indonesia usai SEA Games Thailand 2025 bukan sekadar hadiah kemenangan, tetapi menjadi penentu masa depan. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengingatkan para atlet agar tidak tergoda menghabiskan bonus, melainkan mengelolanya dengan strategi keuangan yang matang.
Erick menekankan bahwa nilai bonus yang diberikan pemerintah, termasuk untuk peraih medali emas, sangat besar dan harus dimanfaatkan secara bijak. Menurutnya, karier atlet memiliki batas usia, sehingga setiap rupiah yang diterima hari ini seharusnya menjadi fondasi kehidupan setelah masa kompetisi berakhir.
“Satu miliar itu banyak. Jangan sampai habis begitu saja,” ujar Erick Thohir saat menjadi narasumber dalam siniar Redaksi Olahraga ANTARA di Jakarta, Selasa, (23/12/2025)
Ia mendorong para atlet untuk mulai memikirkan investasi jangka panjang, seperti aset produktif, pendidikan, hingga perlindungan asuransi kesehatan. Literasi finansial, kata Erick, menjadi bekal penting agar para atlet tetap sejahtera meski sudah gantung sepatu.
“Usia atlet berkarier tidak panjang. Jadi ketika mereka mendapat hasil yang baik, harus mulai menyusun strategi keuangan—punya asuransi kesehatan, pendidikan, dan aset untuk masa depan,” jelasnya.
Erick juga mengonfirmasi, skema bonus atlet SEA Games Thailand 2025 masih dalam proses peninjauan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Peninjauan tersebut mencakup besaran nominal bagi peraih medali emas, perak, dan perunggu.
Pada ajang SEA Games Thailand 2025, Tim Merah Putih sukses mengoleksi 333 medali, terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu. Raihan tersebut mengantarkan Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir, tepat di bawah tuan rumah Thailand.