INVERSI.ID – Suasana Bangkok pada akhir Oktober 2025 mendadak riuh penuh warna. Di tengah gemerlap arena Thailand Open Cheerleading Championship 2025, bendera Merah Putih berkibar dengan bangga. Tim United Allstars Indonesia sukses mencuri perhatian dengan performa energik dan penuh presisi yang mengantarkan mereka meraih tiga medali: satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Gelaran bergengsi yang berlangsung pada 26 Oktober 2025 itu mempertemukan tim-tim cheerleader terbaik dari berbagai negara Asia. Tapi, dari sekian banyak peserta, langkah United Allstars justru menjadi sorotan utama.
Tim ini menorehkan sejarah setelah United Allstars – Blaze berhasil membawa pulang medali emas di kelas cheerleading doubles, sebuah kategori yang menuntut kekuatan fisik, kecepatan, dan kekompakan tingkat tinggi. Tidak berhenti di situ, UA Sixers yang berlaga di kelas cheerleading 12–17 division juga tampil memukau dan menyabet medali perak. Sementara satu medali perunggu datang dari United Allstars Junior 2, yang berkompetisi di kelas cheerleading junior 2.
Prestasi ini jadi bukti nyata bahwa dunia cheerleading Indonesia tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
“Jujur kami tidak menyangka bisa meraih medali emas, apalagi melawan tim tuan rumah Thailand yang sudah langganan juara. Kemenangan ini membuktikan bahwa dengan persiapan yang fokus dan semangat kolektif, tim Indonesia bisa bersaing di level Asia,” ujar Pleti Junas, peraih medali emas Thailand Open 2025, dalam keterangan resminya.
Dari Persiapan ke Panggung Juara: Strategi dan Semangat di Balik Kemenangan
Di balik gemerlap koreografi dan lemparan spektakuler, kemenangan United Allstars ternyata bukan hasil instan. Tim ini melewati proses panjang — mulai dari seleksi ketat, latihan intensif, hingga penguatan mental untuk menghadapi tekanan kompetisi internasional.
Ardiyansyah Djafar, CEO United Allstars, menjelaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari sistem pembinaan yang konsisten dan terencana.
“Thailand Open menjadi pemanasan strategis sebelum kami mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Cheerleading (CWC) di Takasaki, Jepang, pada 10–15 Desember 2025. Kami melihat ini bukan hanya kemenangan, tapi validasi atas sistem pembinaan dan arah jangka panjang yang kami bangun,” ujarnya.
Kata “pemanasan strategis” bukan hanya jargon. Dalam dunia cheerleading, setiap ajang internasional adalah momen penting untuk mengukur kesiapan teknik, koordinasi tim, serta adaptasi terhadap sistem penjurian internasional yang sangat detail. Dari posisi tangan saat pirouette hingga sinkronisasi ekspresi wajah, semua bisa menjadi penentu poin.
Pelatih Kepala United Allstars, Novan Jeremy, yang mengikuti perjuangan anak asuhnya dari jauh, juga mengaku bangga atas hasil ini. “Meski saya belum bisa mendampingi langsung, saya mengikuti setiap proses dari jauh dan bersyukur tim bisa tampil maksimal. Hasil perak bahkan hanya selisih tipis satu poin dari emas, ini membuktikan bahwa secara teknis dan mental, kita sudah masuk ke level kompetitif internasional,” ungkapnya.
Pernyataan Novan menegaskan bahwa tim Indonesia kini sudah punya kapasitas untuk bersaing dengan negara-negara langganan juara seperti Thailand, Jepang, atau Korea Selatan. Dari sisi teknik, United Allstars sudah mampu menampilkan kombinasi akrobatik dan transisi formasi yang halus—dua elemen yang menjadi kunci dalam kompetisi cheerleading profesional.
Mimpi yang Semakin Dekat: Langkah Menuju Kejuaraan Dunia di Jepang
Kemenangan di Thailand Open bukan sekadar hasil kompetisi. Lebih dari itu, ini menjadi batu loncatan penting untuk babak berikutnya: Cheerleading World Championship (CWC) 2025 di Takasaki, Jepang.
Ajang tersebut adalah puncak tertinggi dalam dunia cheerleading internasional. Dan tahun ini, United Allstars resmi ditunjuk oleh Federasi Cheerleading Seluruh Indonesia (FCSI) untuk mewakili Indonesia.
Mereka akan bersaing dengan ratusan tim dari berbagai belahan dunia. Tapi dengan momentum positif dari Bangkok, semangat tim semakin membara.
“Kami tahu lawan di Jepang nanti akan jauh lebih berat. Tapi mental juara sudah kami bangun sejak sekarang. Kami tidak sekadar ingin berpartisipasi, kami ingin tampil untuk menginspirasi,” ujar salah satu anggota tim usai pertandingan.
Semangat itu menggambarkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar medali. Cheerleading di Indonesia kini tengah berada di fase kebangkitan. Dulu mungkin hanya dianggap kegiatan ekstrakurikuler sekolah, tapi kini berkembang menjadi cabang olahraga dengan prestasi dan profesionalisme nyata.
Kemenangan di Thailand membuka mata publik bahwa cheerleader bukan sekadar hiburan di pinggir lapangan — mereka adalah atlet yang menuntut kekuatan, teknik, dan kerja sama tingkat tinggi. Setiap lemparan, setiap pirouette, setiap formasi adalah hasil dari jam latihan tanpa henti dan keberanian menghadapi risiko cedera yang besar.
United Allstars sudah berlatih di bawah sistem yang disiplin, dengan jadwal padat dan standar evaluasi ketat. Bahkan di sela waktu sekolah dan pekerjaan, para anggota tetap menjaga kebugaran fisik serta fokus mental agar performa selalu maksimal.
“Tim ini bukan cuma soal skill, tapi soal karakter,” ujar salah satu pelatih asisten.
“Kami membentuk mental yang tahan banting, karena di dunia cheerleading, rasa takut adalah musuh utama.”
Dengan sistem pembinaan yang mulai profesional dan dukungan dari federasi, masa depan cheerleading Indonesia tampak semakin menjanjikan.
Energi Baru untuk Dunia Cheerleading Indonesia
United Allstars kini bukan hanya membawa nama klub, tapi juga nama bangsa. Dalam setiap lompatan dan formasi yang mereka tampilkan, tersimpan semangat untuk menunjukkan bahwa Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara dengan tradisi cheerleading yang lebih lama.
Perjalanan ke Jepang pada Desember nanti akan menjadi tantangan sekaligus pembuktian. Jika mereka bisa menampilkan performa sebaik atau bahkan lebih baik dari di Thailand, bukan tidak mungkin Indonesia bisa pulang dengan prestasi yang lebih besar lagi.
Kemenangan ini bukan hanya soal siapa yang terbaik di arena, tapi juga soal perubahan paradigma. Cheerleading bukan lagi sekadar aktivitas hiburan, melainkan olahraga penuh prestasi, semangat, dan disiplin. Dan United Allstars telah menjadi wajah baru kebangkitan itu.
Dengan sistem pembinaan yang semakin kuat, dukungan federasi yang konsisten, dan semangat muda yang menyala, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk berhenti bermimpi besar di panggung dunia.