INVERSI.ID – Tim robotika dari Madrasah Aliyah Negeri 1 Madina (MAN 1 Madina), Sumatera Utara, menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Mereka berhasil memborong sejumlah gelar juara dalam International Robotics Talent Competition (IRTC) 2025 yang digelar di Royal Military College, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 4 Oktober 2025.
Ajang bergengsi ini diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Korea Selatan. Dalam kompetisi yang menguji kreativitas, strategi, serta kemampuan teknologi robotik tingkat pelajar itu, tim robotika MAN 1 Madina tampil gemilang dan membawa pulang sejumlah piala.
Raih Juara di Tiga Kategori
Kepala MAN 1 Madina, Hj. Salbiah SAg MM, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian luar biasa para siswanya yang berhasil menjuarai beberapa kategori sekaligus.
“Anak-anak MAN 1 Madina menorehkan prestasi gemilang, meraih juara 1 dan 2 di beberapa kategori International Robotics Talent Competition 2025,” ujar Salbiah saat dihubungi dari Medan, Sumatera Utara, Minggu (5/10).
Tim robotika MAN 1 Madina berhasil meraih Juara 1 kategori Robot Sumobot Strategy melalui dua siswa kelas XII A, yakni Muhammad Daffa Rafionaldi dan Royhan Habibi Pulungan. Tak berhenti di situ, dua siswa lainnya, Tio Temanta Ginting (kelas XII C) dan Adifa Denata Negara (kelas XII E), juga sukses meraih Juara 2 kategori Sumobot Battle.
Prestasi semakin lengkap dengan torehan Juara 2 kategori Desain Robot Sumobot yang diraih oleh Ikhsan Alhamdi Lubis dari kelas XII C. Dengan hasil itu, MAN 1 Madina menjadi salah satu kontingen Indonesia yang paling banyak menyabet penghargaan dalam kompetisi tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian anak-anak. Ini hasil dari kerja keras dan semangat belajar yang luar biasa,” tambah Salbiah.
Bangun Semangat Inovasi di Dunia Madrasah
Menurut Salbiah, keberhasilan tim robotika MAN 1 Madina menjadi bukti nyata bahwa madrasah kini tidak hanya unggul di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dalam bidang teknologi modern dan sains terapan di level global.
“Prestasi ini semakin menegaskan bahwa siswa madrasah juga bisa berinovasi dan berprestasi di bidang sains, teknologi, dan robotika. Kami berharap ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak madrasah secara konsisten memberikan dukungan penuh kepada siswa yang memiliki minat di bidang teknologi. Laboratorium, bimbingan guru, hingga pelatihan intensif diberikan agar siswa mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak madrasah bisa menembus dunia. Mereka punya potensi besar yang perlu difasilitasi,” jelasnya.
Rahasia Sukses: Disiplin dan Kerja Tim
Sementara itu, Reza Hidayat, pembimbing Tim Robotika MAN 1 Mandailing Natal, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan buah dari latihan panjang, kerja keras, dan kekompakan tim. Ia mengaku, para siswa sudah berbulan-bulan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi internasional ini.
“Kami berlatih secara intensif hampir setiap hari. Anak-anak belajar bukan hanya soal teknologi robot, tapi juga manajemen waktu, kerja sama, dan problem solving. Semua dilakukan dengan disiplin dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.
Reza menjelaskan, timnya mengusung konsep robot cerdas berstrategi otomatis yang mampu membaca gerakan lawan di arena pertarungan. Teknologi sensor dan pengkodean program dikembangkan langsung oleh para siswa dengan pengawasan guru pembimbing.
“Yang membanggakan, semua sistem robot ini dikembangkan secara mandiri oleh siswa madrasah. Itu menunjukkan kemampuan mereka sudah setara dengan pelajar dari sekolah teknologi di negara lain,” kata Reza.
Ia berharap, keberhasilan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi madrasah lain untuk mengembangkan kegiatan serupa. “Robotika itu bukan hanya lomba, tapi cara mendidik anak agar berpikir kreatif dan solutif,” tambahnya.
Madrasah Siap Menjawab Tantangan Teknologi
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Qosbi, turut memberikan apresiasi atas prestasi membanggakan ini. Ia menilai bahwa pencapaian tim robotika MAN 1 Madina merupakan bukti konkret bahwa madrasah kini mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
“Ini menjadi bukti nyata bahwa siswa madrasah bisa melahirkan generasi yang unggul, berprestasi, dan siap menjawab tantangan zaman,” ujar Qosbi.
Menurut data Kanwil Kemenag Sumatera Utara (Januari 2024), terdapat 617 Madrasah Aliyah Negeri dan swasta di provinsi tersebut dengan total 114.136 siswa. Dari jumlah itu, MAN 1 Mandailing Natal kini menjadi salah satu madrasah percontohan yang sukses memadukan nilai-nilai religius dengan penguasaan teknologi.
“Selamat kepada Tim Robotika MAN 1 Madina yang berhasil mengharumkan nama madrasah, daerah, bahkan Indonesia di kancah internasional,” tuturnya.
Qosbi juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat terhadap pengembangan sains dan teknologi di lingkungan madrasah.
“Ke depan, kami akan terus mendorong madrasah di seluruh Sumatera Utara untuk berinovasi agar mampu bersaing di era digital,” katanya.
Generasi Madrasah, Generasi Masa Depan
Prestasi yang diraih oleh MAN 1 Madina menjadi sinyal kuat bahwa madrasah kini bukan lagi lembaga pendidikan yang hanya berfokus pada ilmu agama, melainkan juga menjadi wadah bagi lahirnya generasi inovatif yang melek teknologi.
Dengan dukungan guru pembimbing, fasilitas laboratorium robotika, dan semangat siswa yang tinggi, madrasah kini bisa berdiri sejajar dengan sekolah-sekolah unggulan di bidang sains.
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan otomasi industri, kemampuan siswa madrasah dalam mengembangkan robot berstrategi otomatis menjadi bukti bahwa mereka siap menghadapi masa depan digital.
“Madrasah itu fleksibel. Nilai-nilai agama tetap dijaga, tapi siswanya juga bisa bersaing di dunia teknologi. Ini kombinasi yang kuat untuk masa depan,” ujar Reza Hidayat.
Lebih dari sekadar memenangkan lomba, keberhasilan ini menjadi simbol kemandirian, disiplin, dan kerja keras siswa madrasah Indonesia. Mereka tidak hanya membangun robot, tapi juga membangun mimpi—bahwa generasi muda dari daerah pun bisa bersinar di panggung dunia.
Inspirasi bagi Pelajar Indonesia
Keberhasilan tim robotika MAN 1 Madina di Malaysia diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pelajar di seluruh Indonesia untuk terus mengembangkan diri di bidang teknologi dan inovasi. Dengan semangat kolaborasi dan dukungan dari pemerintah, dunia pendidikan Indonesia semakin siap melahirkan generasi digital yang berdaya saing global.
“Setiap keberhasilan siswa madrasah adalah bukti bahwa kerja keras tidak mengenal batas tempat atau latar belakang. Dari Mandailing Natal, Indonesia bisa berbicara di dunia,” kata Salbiah menutup.