SEMARANG, INVERSI – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) sebagai langkah awal mematangkan strategi pengamanan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Agenda tahunan ini selalu menjadi perhatian serius, mengingat tingginya mobilitas masyarakat, meningkatnya volume kendaraan, dan banyaknya pusat keramaian yang berpotensi menimbulkan kerawanan. Rakor Linsek menjadi ruang penting untuk menyatukan visi berbagai instansi agar pelaksanaan pengamanan berjalan efektif dan terkoordinasi.
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M. Pratama Adhyasastra, menyampaikan bahwa Rakor Linsek digelar untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah-langkah komprehensif yang akan diterapkan di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan Nataru tidak bisa dibebankan hanya pada aparat kepolisian, tetapi membutuhkan kerja sama menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pengelola jalan tol, sektor transportasi, hingga komunitas masyarakat.
“Rapat ini langkah awal pengamanan melalui Operasi Lilin Candi 2025 yang akan digelar 19 Desember hingga 4 Januari. Pengamanan ini bukan hanya tugas kepolisian, tetapi kerja bersama semua pihak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).
Selain penyelarasan kebijakan, rakor juga menjadi forum teknis untuk membahas potensi masalah di sepanjang jalur mudik, area wisata, dan titik-titik yang kerap menjadi pusat kepadatan. Kaur Bin Ops Ditlantas Polda Jateng, AKBP Aidil, memaparkan detail kesiapan teknis, mulai dari kondisi jalur tol, jalur arteri, hingga akses menuju objek wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung.
Ia juga menguraikan indikator-indikator kerawanan serta skenario penanganannya, termasuk pentahapan cara bertindak jika terjadi gangguan arus, kecelakaan, maupun situasi darurat lainnya.
Sebagai bentuk kesiapan di lapangan, Polda Jateng menyiapkan 219 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah. Pos-pos ini terdiri dari Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu, seluruhnya akan dipantau dan dikendalikan secara terpusat melalui Posko Terpadu GT Kalikangkung.
Dengan sistem komando terpusat, respons terhadap dinamika lalu lintas diharapkan bisa lebih cepat, tepat, dan terukur, terutama pada momen-momen puncak arus kendaraan.
Berdasarkan pemetaan sementara, puncak arus mudik Natal diprediksi terjadi pada 20 Desember, sementara puncak arus balik akan berlangsung pada 28 Desember 2025. Untuk perayaan Tahun Baru, lonjakan kendaraan diperkirakan akan memuncak pada 24 Desember untuk arus mudik, dan 4 Januari 2026 untuk arus balik.
Polda Jateng berharap seluruh rangkaian persiapan ini mampu menciptakan situasi yang aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan Nataru dengan nyaman.