JAKARTA – Komitmen pemerintah menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri terus menunjukkan hasil nyata. Melalui Program Listrik Desa (Lisdes), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berhasil mempercepat pemerataan akses energi nasional dengan capaian fisik yang telah mencapai 92,5 persen dari target.
Capaian tersebut menjadi bukti kuat bahwa negara terus hadir membawa terang bagi masyarakat desa, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang selama ini menghadapi keterbatasan akses energi.
Melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna memastikan Program Lisdes berjalan optimal sebagai salah satu program prioritas nasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah melaksanakan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2025 dengan target optimalisasi di 1.516 lokasi.
“Hingga 30 April 2026, realisasi fisik program tersebut telah mencapai 1.403 lokasi atau setara 92,5% dari target,” ungkap Tri, akhir Mei lalu di Jakarta.
Menurutnya, Program Lisdes merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang membutuhkan dukungan lintas sektor agar pelaksanaannya dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
“Program Lisdes merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga diharapkan menjadi prioritas lintas sektor,” ujar Tri.
Meski mencatat kemajuan signifikan, pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari proses perizinan, keterbatasan akses jalan, jembatan dan pelabuhan, hingga kebutuhan lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.
Sementara itu, wakil dari pemerintah daerah melalui Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa energi listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat daerah.
“Kami menargetkan pada tahun 2029 tidak ada lagi satu pun desa di Sulawesi Tengah yang belum menikmati listrik. Sulawesi Tengah siap mendukung dan menghadapi berbagai tantangan maupun kendala dalam pelaksanaan program ini,” tegas Anwar.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis, Andriah Feby Misna, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan roadmap Program Lisdes periode 2025–2029 sebagai panduan percepatan elektrifikasi nasional.
Untuk tahun 2026, pemerintah bahkan menetapkan target baru pembangunan Program Lisdes di 2.065 lokasi guna memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan energi.
“Pemerintah sangat fokus menghadirkan akses listrik bagi masyarakat. Hal ini menjadi perhatian Bapak Presiden dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga no one left behind,” tandas Feby.
Keberhasilan mencapai 92,5 persen realisasi Program Lisdes dipandang sebagai sinyal positif bahwa agenda pemerataan energi nasional terus bergerak ke arah yang tepat. Selain menghadirkan listrik bagi masyarakat, program ini juga menjadi fondasi penting dalam membuka akses pendidikan, layanan kesehatan, aktivitas ekonomi produktif, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.