By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

Jack
By
Jack
3 weeks ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi - Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mengajukan versi terbaru dari kerangka kesepakatan perdamaian kepada Iran dengan sejumlah persyaratan yang lebih ketat. Langkah tersebut dilakukan di tengah upaya diplomatik yang terus berlangsung untuk mencapai kesepakatan yang diharapkan dapat mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Laporan yang diterbitkan The New York Times pada Sabtu (30/5) menyebutkan bahwa Trump telah melakukan sejumlah revisi terhadap rancangan nota kesepahaman yang sebelumnya diajukan kepada Teheran. Informasi tersebut diperoleh dari tiga pejabat yang mengetahui proses negosiasi tersebut.

Meski demikian, laporan itu tidak menjelaskan secara rinci poin-poin apa saja yang diubah dalam dokumen terbaru yang dikirimkan kepada pemerintah Iran.

Menurut sumber yang dikutip media tersebut, salah satu perhatian utama Trump berkaitan dengan klausul yang berpotensi membuka jalan bagi pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan. Isu tersebut diketahui menjadi salah satu kritik yang pernah dilontarkan Trump terhadap kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 yang disepakati pada era pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Di sisi lain, laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa Trump mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap lambatnya respons yang diberikan Iran terhadap berbagai proposal yang telah disampaikan Amerika Serikat melalui jalur diplomatik tidak langsung.

Negosiasi antara kedua pihak selama ini melibatkan sejumlah mediator, termasuk pejabat dari Pakistan yang berperan sebagai perantara komunikasi.

Seorang pejabat yang mengetahui perkembangan pembicaraan tersebut mengatakan bahwa proposal terbaru sengaja disusun untuk meningkatkan tekanan terhadap Teheran sekaligus mendorong penerimaan atas kerangka kesepakatan yang sebelumnya telah diajukan kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Namun demikian, proses komunikasi dengan lingkaran kepemimpinan tertinggi Iran disebut tidak mudah. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang proses negosiasi apabila masih terdapat perubahan tambahan yang harus dilakukan terhadap dokumen tersebut.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa sejumlah isu yang lebih sensitif, termasuk masa depan program nuklir Iran, belum menjadi fokus pembahasan saat ini dan akan dibicarakan dalam putaran negosiasi berikutnya.

Baca Juga :

Agustina Wilujeng Sebut Ajang Semarang 10K Berdampak Positif Bagi Ekonomi
Cerita Lengkap Wasnadi, Ayah Vina Cirebon soal Arwah Anak Minta Tolong hingga Rasuki Temannya

Sementara itu, media Axios mengutip pejabat Amerika Serikat yang menyatakan bahwa pemerintahan Trump telah menerima informasi mengenai kemungkinan waktu yang dibutuhkan Iran untuk memberikan respons resmi terhadap proposal terbaru tersebut.

“Mereka benar-benar berada di dalam fasilitas bawah tanah dan tidak menggunakan email,” ujar pejabat tersebut.

Pejabat yang sama optimistis bahwa peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka meski prosesnya berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.

“Akan ada kesepakatan. Seberapa cepatnya, kita lihat nanti. Kami bersedia menunggu agar presiden mendapatkan apa yang dimintanya. Bisa seminggu, bisa kurang, bisa juga lebih lama. Pada pergantian pekan, kami berharap akan ada sesuatu,” tambahnya.

Di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung, Trump pada Jumat dilaporkan menggelar rapat tertutup selama sekitar dua jam bersama para penasihat seniornya di Ruang Situasi Gedung Putih. Pertemuan tersebut secara khusus membahas perkembangan terbaru upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik.

Meski pertemuan berlangsung cukup lama, Gedung Putih tidak mengeluarkan pernyataan resmi maupun mengumumkan hasil pembahasan kepada publik setelah rapat selesai digelar.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi antara Washington dan Teheran masih terus berjalan, meskipun sejumlah isu krusial masih menjadi penghalang utama dalam mencapai kesepakatan final yang dapat diterima kedua belah pihak.

You Might Also Like

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata Gaza Diumumkan
Die Mannschaft Hajar Debutan Curacao 7-1, Empat Kali Juara Dunia Tebar Ancaman
Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Final Meski Trump Optimistis
TAGGED:Iran-ASKonflik Timur TengahTrump
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram
Next Article Peluang Emas! UMB Sediakan Beasiswa Hingga Gratis Kuliah Bagi Peserta SNBT
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Trump Klaim AS Akan Raih Kemenangan Total atas Iran dalam Dua Pekan

2 weeks ago
Internasional

Putin Apresiasi Kontribusi Umat Muslim Rusia Saat Momentum Idul Adha 1447 H

4 weeks ago
Sembilan aktivis dan jurnalis WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang sempat menjadi korban penculikan Tentara Israel saat ikut misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) ke Gaza, Palestina tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (24/5/2026). (Foto: Dok. IG/Kemluri)
InternasionalTerkini

Pemerintah Pulangkan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0, Menlu RI Tegaskan Negara Hadir Lindungi Warganya

4 weeks ago
Internasional

Politikus Rumania Sebut Uni Eropa Menuju Kebangkrutan

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index