By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Mahasiswa Universitas Pertahanan Turun ke Sumatera Utara, Perkuat Akses Air Bersih Pascabencana
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mahasiswa Universitas Pertahanan Turun ke Sumatera Utara, Perkuat Akses Air Bersih Pascabencana

Politik

Mahasiswa Universitas Pertahanan Turun ke Sumatera Utara, Perkuat Akses Air Bersih Pascabencana

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
5 months ago
Share
3 Min Read
Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) diberangkatkan menuju Sumatera Utara (Sumut) untuk membantu instalasi air bersih pascabencana, Sabtu (20/12/2025). (Foto : Dok. UNHAN)
Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) diberangkatkan menuju Sumatera Utara (Sumut) untuk membantu instalasi air bersih pascabencana, Sabtu (20/12/2025). (Foto : Dok. UNHAN)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia dikerahkan untuk membantu pemulihan akses air bersih pascabencana di Sumatera Utara. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya terpadu antara unsur pendidikan, teknologi, dan pertahanan dalam mendukung penanganan dampak bencana alam di wilayah terdampak.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu, para mahasiswa diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules A 1331 milik TNI Angkatan Udara pada Sabtu, 20 Desember, sekitar pukul 12.00 WIB. Pesawat tersebut lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Lanud Soewondo di Medan. Setelah tiba di Medan, para mahasiswa bersama perlengkapan logistik melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi terdampak bencana.

Salah satu mahasiswa perempuan dari Program Studi Rekayasa Sumber Daya Air Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan menjelaskan bahwa misi utama mereka adalah membantu pemeriksaan serta pendampingan teknis instalasi air bersih.

“Kami berangkat ke Sumatera Utara untuk membantu pemeriksaan instalasi air,” ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat setelah bencana, terutama di wilayah yang infrastruktur dasarnya mengalami kerusakan.

Keterlibatan mahasiswa ini tidak terlepas dari kerja sama sebelumnya antara TNI dan Universitas Pertahanan dalam membentuk Satuan Tugas Pengembangan dan Penerapan Teknologi Penjernihan Air. Satgas tersebut telah lebih dulu diterjunkan untuk mendukung penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan fokus utama pada penyediaan air bersih yang layak bagi masyarakat terdampak.

Satgas ini bertugas mengembangkan dan menerapkan teknologi penjernihan air yang mampu mengolah air kotor menjadi air bersih siap konsumsi. Koordinator satgas dijabat oleh Kolonel Infanteri Musthofa, sementara ketua tim adalah Diyan Parwatiningtyas, dosen Program Studi Fisika FMIPA Universitas Pertahanan. Anggota satgas terdiri dari dosen dan kadet Universitas Pertahanan lintas program studi, termasuk Rekayasa Sumber Daya Air, Fisika, dan Teknik Sipil.

Dalam pelaksanaannya, tim mengembangkan sistem pengolahan air berbasis teknologi reverse osmosis. Teknologi ini dirancang mampu menghasilkan hingga 20.000 liter air bersih per hari untuk kebutuhan mandi dan mencuci, serta sekitar 4.000 hingga 5.000 liter air siap minum setiap harinya. Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian maupun desa terdampak.

Mesin penjernihan air yang digunakan dirancang dengan tabung filtrasi berbahan Fiber Reinforced Plastic yang dilengkapi berbagai lapisan media penyaring. Media tersebut meliputi manganese ferrolite, manganese zeolit, karbon aktif, dan silika. Setelah melalui tahap filtrasi, air diproses kembali menggunakan teknologi reverse osmosis dan penyinaran ultraviolet untuk memastikan air bebas dari garam terlarut, kontaminan mikro, serta bakteri dan virus berbahaya.

Baca Juga :

Jadwal Tayang Drakor On Going Sepanjang Bulan Maret 2024
Komisi VII DPR RI Harap Pemerintah Bersikap Tegas Dalam Divestasi Vale

Dengan biaya produksi sekitar Rp 65 hingga 70 juta per unit, teknologi ini dinilai relatif efisien dan efektif untuk digunakan dalam situasi darurat bencana. Kehadiran mahasiswa Universitas Pertahanan di lapangan diharapkan tidak hanya membantu pemulihan akses air bersih, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung penanganan bencana secara berkelanjutan dan berbasis teknologi.

You Might Also Like

Prabowo Bentuk BUMN Ekspor Raksasa, Kebocoran SDA Rp2.600 Triliun Diburu !
Dunia Memanas, Indonesia Tambah Gahar! Rafale hingga Rudal Canggih Resmi Perkuat TNI
Bongkar “Sistem Kasta”, Ketum Golkar Tegaskan Partai Beringin Rumah Bersama Semua Kader
Dipuji Prabowo! Satgas PKH di Bawah Bahlil Bikin Bandit Perampok Ketar-Ketir
Mahasiswa Diajak Kenali Peluang Kerja di Balik Layar Industri Sepak Bola
TAGGED:Air BersihMahasiswaPascabencanaSumatera UtaraUNHAN
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kinerja Cemerlang, Bank Jateng Setor Dividen Rp1,12 Triliun ke Kas Daerah (Foto : Antara/Pemprov Jateng) Kinerja Cemerlang, Bank Jateng Setor Dividen Rp1,12 Triliun ke Kas Daerah
Next Article Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau pembangunan program Lisdes di Desa Bandarjaya, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (Foto : Dok. PLN) Percepatan Listrik Perdesaan, Pemerintah Dorong Keadilan Energi hingga Pelosok Negeri
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Kasus Joki UTBK Terbongkar, DPR Desak Kampus Keluarkan Mahasiswa Curang

3 weeks ago
Pendidikan

Dubes RI Ajak Mahasiswa Indonesia di Tunisia Bangun Peradaban Bangsa

4 weeks ago
PolitikTerkini

Diam-Diam Bahlil Bergerak di Filipina! Misi Energi Prabowo di KTT ASEAN Jadi Sorotan

4 weeks ago
Terkini

Aksi Mahasiswa Hari Ini, Polisi Turunkan 3.225 Personel di Jakarta Pusat

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index