By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Percepatan Listrik Perdesaan, Pemerintah Dorong Keadilan Energi hingga Pelosok Negeri
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Percepatan Listrik Perdesaan, Pemerintah Dorong Keadilan Energi hingga Pelosok Negeri

Terkini

Percepatan Listrik Perdesaan, Pemerintah Dorong Keadilan Energi hingga Pelosok Negeri

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
7 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau pembangunan program Lisdes di Desa Bandarjaya, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (Foto : Dok. PLN)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau pembangunan program Lisdes di Desa Bandarjaya, Kecamatan Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. (Foto : Dok. PLN)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa percepatan Program Listrik Perdesaan merupakan wujud konkret kehadiran negara dalam memastikan keadilan energi bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, akses listrik yang merata bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan fondasi bagi peningkatan kualitas hidup, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat meninjau pembangunan Program Listrik Perdesaan di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Ia menyebut masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum menikmati aliran listrik. Kondisi ini, kata Bahlil, menjadi tanggung jawab negara dan merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk diselesaikan paling lambat pada 2029.

“Saat ini masih ada ribuan desa dan dusun yang belum menikmati listrik. Ini menjadi tanggung jawab negara dan arahan langsung Presiden untuk kita selesaikan,” ujar Bahlil.

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp64,09 triliun pada periode 2025 hingga 2029. Dari total tersebut, Rp61,65 triliun dialokasikan khusus untuk Program Listrik Perdesaan, sementara Rp2,44 triliun diperuntukkan bagi Bantuan Pasang Baru Listrik. Program BPBL menyasar rumah tangga tidak mampu yang berada di sekitar jaringan listrik namun belum dapat melakukan sambungan baru karena keterbatasan ekonomi.

Dampak nyata program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Ruslam, warga Desa Bandar Jaya, menjadi salah satu penerima manfaat. Selama bertahun-tahun, ia dan keluarganya mengandalkan genset kecil untuk penerangan rumah. Penggunaan genset mengharuskannya membeli bahan bakar secara rutin dan membatasi waktu penggunaan listrik.

“Sebelumnya saya pakai genset. Untuk enam jam harus satu liter bensin. Jadi jam sepuluh malam sudah gelap lagi,” kenang Ruslam.

Keterbatasan listrik berdampak langsung pada aktivitas keluarga. Anak-anak Ruslam harus belajar dengan penerangan seadanya, sementara istrinya yang menjahit pakaian warga sekitar kerap menghentikan pekerjaan karena bahan bakar genset habis. Kini, setelah listrik masuk, kondisi tersebut berubah.

“Alhamdulillah, sekarang rumah kami terang tanpa harus mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar sampai malam, istri bisa menjahit tanpa terburu-buru, dan saya bisa istirahat dengan tenang,” ucap Ruslam dengan haru.

Pelaksanaan Program Listrik Perdesaan dilakukan melalui tiga pendekatan utama. Pertama, perluasan jaringan listrik atau grid extension untuk wilayah yang memungkinkan. Kedua, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya komunal berbasis mini grid bagi desa yang sulit dijangkau jaringan utama. Ketiga, penyediaan PLTS individual dengan baterai untuk permukiman terpencar. Pendekatan berlapis ini dirancang agar setiap wilayah mendapatkan solusi paling efektif sesuai kondisi geografis dan kebutuhan setempat.

Baca Juga :

Bikin Bangga! Pelajar Binjai Juara 1 OSN IPA Nasional 2025
Cedera Parah, Fermin Lopez Dipastikan Absen Bela Spanyol di Piala Dunia 2026

Bahlil menekankan bahwa kehadiran listrik membawa efek berganda bagi pembangunan desa.

“Kalau listrik masuk, anak bisa belajar, layanan kesehatan berjalan, dan ekonomi rakyat tumbuh. Inilah esensi Asta Cita Presiden dalam pembangunan energi,” ujarnya.

Pemerintah berharap percepatan elektrifikasi perdesaan dapat memperkecil kesenjangan antarwilayah sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nasional.

Dengan komitmen anggaran, strategi teknis yang adaptif, dan pengawasan berkelanjutan, Program Listrik Perdesaan diharapkan menjadi pilar keadilan energi yang nyata hingga pelosok negeri, memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang setara untuk maju.

You Might Also Like

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
TAGGED:Bahlil LahadaliaDari Rakyat Untuk EnergiESDMKementerian ESDMListrik DesaPT PLN
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) diberangkatkan menuju Sumatera Utara (Sumut) untuk membantu instalasi air bersih pascabencana, Sabtu (20/12/2025). (Foto : Dok. UNHAN) Mahasiswa Universitas Pertahanan Turun ke Sumatera Utara, Perkuat Akses Air Bersih Pascabencana
Next Article Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam pelepasan keberangkatan Kapal Barito Mas yang membawa bantuan pemerintah untuk penanganan bencana di Aceh dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Sabtu (20/12/2025). (Foto : Dok. Kemenhub) Kapal Barito Mas Berangkat ke Aceh, Menhub Tegaskan Negara Hadir untuk Warga Terdampak Bencana
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

2 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

4 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index