INVERSI.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun moda transportasi monorel dengan rute Ragunan–Setu Babakan, Jakarta Selatan. Wacana ini menjadi bagian dari upaya penguatan infrastruktur transportasi sekaligus penataan kawasan wisata dan budaya di wilayah selatan ibu kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa monorel dirancang sebagai akses utama menuju Taman Margasatwa Ragunan hingga kawasan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan.
“Nanti orang-orang kalau mau ke Ragunan harus naik monorel. Rencananya, kalau memang kita rencana bikin monorel, akan saya tarik sampai ke sini,” kata Rano saat berada di Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta, Kamis.
Minimalkan Dampak Lingkungan dan Kemacetan
Rano menilai kehadiran monorel akan memberikan sejumlah manfaat, mulai dari menjaga kenyamanan satwa di Ragunan, menekan emisi kendaraan, hingga mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan wisata.
Selain itu, moda transportasi ini diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan akses menuju Setu Babakan yang kerap mengalami kepadatan, terutama saat akhir pekan dan hari libur.
“Infrastruktur sini kan ya kita tahu lah, temen-temen lihatlah datang ke sini kan jalan sempit, segala macam, macet suasana. Apalagi ini kalau hari Minggu membludak, jadi itu harus dicari jalannya ya,” ucapnya.
Desain Masih Dikaji Bertahap
Pemprov DKI Jakarta saat ini masih menyusun konsep dan desain pembangunan monorel tersebut secara bertahap agar dapat direalisasikan dengan matang dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pengembangan kawasan Setu Babakan juga terus dilakukan sebagai pusat pelestarian budaya Betawi. Rano menyebut kawasan ini ke depan diharapkan memiliki fungsi edukatif yang lebih kuat melalui kehadiran lembaga pendidikan berbasis kebudayaan.
“Harus ada lembaga pendidikan di sini dan kalau sanggar tempat latihan itu sudah ada. Bukan universitas, tapi misal seperti institut tentang Jakarta,” katanya.
Revitalisasi Ragunan Masuk Agenda 2027
Sejalan dengan rencana tersebut, Pengelola Taman Margasatwa Ragunan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menyusun masterplan revitalisasi yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan bagi pengunjung.
Pemerintah berharap integrasi transportasi publik, kawasan wisata, dan ruang budaya dapat memperkuat daya tarik Jakarta Selatan sebagai destinasi rekreasi sekaligus pusat pelestarian budaya lokal.