By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Jangan Salah Ucap, Ini Hal yang Tak Perlu Ditanyakan pada Orang Berduka
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jangan Salah Ucap, Ini Hal yang Tak Perlu Ditanyakan pada Orang Berduka

Kesehatan

Jangan Salah Ucap, Ini Hal yang Tak Perlu Ditanyakan pada Orang Berduka

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi orang berduka.(foto: Freepic)
SHARE

INVERSI.ID – Psikolog Klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratriana Naila Syafira, M.Psi., Psikolog memaparkan sejumlah jenis pertanyaan yang sebaiknya dihindari saat berinteraksi dengan orang-orang yang tengah mengalami duka mendalam.

Contents
Hindari Pertanyaan yang Memicu TraumaPernyataan yang Perlu Dihindari Saat BerdukaDukungan yang Tepat Bagi Orang Berduka

Menurut Ratriana, niat untuk menunjukkan kepedulian kerap kali justru berujung menyakiti jika tidak disampaikan dengan cara yang tepat. Oleh karena itu, penting bagi lingkungan sekitar untuk lebih peka terhadap kondisi emosional orang yang sedang berduka.

“Jangan langsung menanyakan detail kematian seperti kapan meninggal, sakit apa, kok bisa dan terakhir ketemu kapan,” kata Ratriana saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Hindari Pertanyaan yang Memicu Trauma

Ratriana menjelaskan bahwa pertanyaan seputar detail kematian sebaiknya menunggu hingga orang yang berduka sendiri membuka cerita. Jika dipaksakan, pertanyaan tersebut berpotensi membuat mereka kembali mengingat momen traumatis saat kondisi emosional belum sepenuhnya siap.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar menghindari pertanyaan yang bernuansa menyalahkan, seperti alasan keterlambatan membawa ke rumah sakit atau dugaan kurangnya penanganan medis.

“Pertanyaan seperti ini meskipun tidak bermaksud menyalahkan, sering membuat orang yang berduka merasa bersalah dan jadi mempertanyakan dirinya sendiri apa yang sudah dia lakukan selama ini buat orang yang sudah pergi,” kata dia.

Pernyataan yang Perlu Dihindari Saat Berduka

Tak hanya pertanyaan, Ratriana menekankan bahwa beberapa pernyataan juga sebaiknya tidak disampaikan, salah satunya kalimat yang menuntut orang berduka untuk selalu kuat dan tabah.

Menurutnya, ungkapan semacam itu dapat membuat individu yang berduka merasa tidak memiliki ruang untuk rapuh dan mengekspresikan emosi yang wajar dirasakan.

“Ini bisa membuat yang berduka merasa tidak punya ruang untuk rapuh, dan merasakan berbagai emosinya. Jika emosi tidak diproses dengan baik, dalam jangka panjang justru malah semakin banyak dampak negatifnya,” ucap Ratriana.

Baca Juga :

Viral, Pria Berbaju Ormas Palak Sopir di Bogor Berhasil Ditangkap
Biodata dan Profil Sung Ziyoung, Model Korea Selatan Naungan Agensi MMA

Dukungan yang Tepat Bagi Orang Berduka

Psikolog yang berpraktik di Biro Psikologi Rali Ra, Bekasi itu juga mengingatkan agar tidak membandingkan pengalaman duka antarindividu atau mengadu nasib. Setiap orang memiliki cara dan waktu masing-masing dalam memproses kehilangan.

Ia menilai kebiasaan membandingkan justru dapat membuat orang yang berduka merasa tidak dipahami, bahkan menganggap perasaan dan pengalamannya diabaikan oleh lingkungan sekitar.

Karena itu, Ratriana menegaskan bahwa bentuk dukungan terbaik adalah hadir secara tulus, tidak menghakimi, serta memberikan ruang dan waktu agar proses penyembuhan emosional dapat berjalan secara perlahan.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:berdukaMental Healthpsikologi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jangan Asal Panaskan Ulang, Ini Tips Aman Menyimpan Makanan
Next Article Alvin Nomleni Pemuda NTT Bangga Persembahkan Medali Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand. (Foto : NPC Indonesia) Alvin Nomleni, Pemuda NTT yang Mengharumkan Indonesia dengan Dua Medali Emas di ASEAN Para Games 2025 Thailand
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index