Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengingatkan bahwa penyimpanan makanan sebaiknya direncanakan sejak awal proses memasak guna mencegah penurunan kualitas dan kerusakan kandungan zat gizi.
Menurut Rita, kebiasaan menyimpan makanan sisa lalu memanaskannya kembali tidak disarankan karena berisiko mengurangi nilai gizi. Ia menekankan pentingnya memisahkan porsi makanan yang akan disimpan sejak awal sebelum proses memasak selesai.
“Kalau kita ingin menyimpan makanan, sebaiknya itu dilakukan di awal, maksudnya bukan makanan sisa yang disimpan lalu dipanaskan nah itu enggak terlalu baik,” kata Rita.
Strategi Menyimpan Makanan Sejak Proses Memasak
Rita mencontohkan pengolahan makanan berbahan santan seperti rendang dan opor. Untuk rendang, makanan sebaiknya disimpan pada tahap kalio atau gulai, sebelum proses memasak dilanjutkan hingga benar-benar matang.
Pada tahap tersebut, sebagian masakan dapat disisihkan untuk dibekukan, sementara sisanya dimasak hingga menjadi rendang siap santap. Cara ini memungkinkan makanan hanya melalui satu rangkaian proses pemasakan utama.
“Kalau ini kemudian sudah habis, maka yang kalio itu yang dibekukan dalam bentuk kalio itu bisa direndangkan lagi. Jadi satu kali proses pemasakan gitu,” imbuh dia.
Tips Menyimpan Opor dan Makanan Bersantan
Sementara untuk opor, ahli gizi lulusan Universitas Indonesia itu menyarankan agar makanan disisihkan ketika baru mencapai satu kali titik didih dan belum dimasak terlalu lama. Menurutnya, opor dengan kondisi tersebut masih relatif aman untuk dipanaskan ulang dan disajikan kembali.
“Jadi artinya makanan yang kita sudah memisahkan dari awal mana yang enggak akan habis yang akan disimpan sebagian, mana yang memang sekali masak itu langsung habis. Itu tips supaya tidak terjadi kerusakan,” ujar Ketua Pengurus Pusat Indonesian Sport Nutritionist Association (PP ISNA) Periode 2019-2024 itu.
Risiko Pemanasan Ulang Makanan yang Dimasak Lama
Lebih lanjut, Rita mengingatkan bahwa makanan yang melalui proses pemasakan panjang perlu perhatian ekstra jika akan dipanaskan kembali. Rendang, misalnya, dimasak dalam waktu lama dengan santan dan paparan suhu tinggi sejak awal.
Meski santan tergolong cukup stabil saat dipanaskan berulang karena kandungan lemak MCT, proses pemasakan rendang yang sudah lama membuat pemanasan ulang berisiko mempercepat kerusakan zat gizi dan memicu pembentukan senyawa kimia tertentu.
“Kalau dalam proses awal aja udah dipanaskan lama seperti pembuatan rendang, ketika dipanaskan berulang tentu sudah makin memicu terjadinya kerusakan zat gizi. Tapi dengan menggunakan santan dipanaskan berupa misalnya sayur lodeh itu kan hanya dipanaskan sebentar, hanya satu kali titik didih. Itu masih boleh untuk dipanaskan ulang masih tidak merusak,” jelas Rita.