By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Impor Besar-besaran Pikap Berpotensi Picu PHK di Sektor Otomotif
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Impor Besar-besaran Pikap Berpotensi Picu PHK di Sektor Otomotif

EventTerkini

Impor Besar-besaran Pikap Berpotensi Picu PHK di Sektor Otomotif

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi - Suzuki New Carry Pikap. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Rencana pemesanan 105 ribu unit kendaraan pikap dari India menuai sorotan dari kalangan akademisi dan pelaku industri otomotif nasional. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menekan daya saing manufaktur dalam negeri serta memengaruhi keberlangsungan ekosistem industri otomotif Indonesia.

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menilai langkah pengadaan kendaraan niaga dalam jumlah besar tersebut dapat menimbulkan dampak struktural terhadap industri nasional.

“Pengadaan 105.000 kendaraan niaga India oleh Agrinas merupakan langkah akselerasi logistik pangan yang kontroversial. Secara makro, proses kanibalisasi industri dalam negeri ini memicu deindustrialisasi dini karena volumenya hampir setara 100 persen pasar pikap nasional, yang berisiko melemahkan industri otomotif di pasar lokal,” kata Yannes Martinus Pasaribu, Selasa.

Menurutnya, impor kendaraan dalam skala besar bukan hanya berdampak pada produsen utama, tetapi juga berisiko menggerus rantai pasok industri komponen lokal. Pemasok tier dua dan tier tiga yang selama ini menopang produksi kendaraan nasional bisa kehilangan peluang untuk tumbuh seiring berkurangnya pesanan domestik.

Selain menahan laju pertumbuhan industri komponen, kebijakan tersebut juga dikhawatirkan memicu pemutusan hubungan kerja di sektor manufaktur otomotif.

“Secara sosial, ini berpotensi mengancam keberlangsungan 6.000 tenaga kerja yang terancam PHK akibat konsekuensi logis dari penurunan volume produksi massal di pabrik perakitan dan vendor tier dua atau tiga,” ujar dia.

Sebelumnya, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) turut menyampaikan pandangannya terkait rencana impor kendaraan niaga untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/Koperasi Merah Putih). Gaikindo berharap realisasi pemesanan tersebut dapat ditinjau ulang demi menjaga keberlanjutan industri otomotif nasional.

Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa dukungan terhadap produksi dalam negeri akan memberikan dampak luas bagi perekonomian nasional, terutama di tengah tekanan industri yang masih fluktuatif dari tahun ke tahun.

“Paling tidak sangat berharap kita sama-sama memajukan industri otomotif ini. Karena ini efeknya luas sekali,” kata Putu Juli Ardika di Jakarta, Senin (23/2).

Baca Juga :

Tegal LUNEVA Raih Crown K-Pop Dance BSI Flash 2026
Sinta Nuriyah Panjatkan Doa Khusus dan Pesan pada Capres-Cawapres Terpilih

Ia menambahkan, kapasitas produksi industri otomotif nasional sejatinya masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial pemerintah. Saat ini, kapasitas terpasang industri mencapai 2,59 juta unit per tahun, sementara realisasi produksi baru menyentuh 1,3 juta unit.

“Dan kita mempunyai kapasitas yang masih bisa digunakan. Kapasitas kita itu 2,59 juta dan produksi kita baru 1,3 juta. Dan kalau ini didorong, ini kan pasti akan sangat luar biasa dampaknya baik bagi industri kita. Karena kalau industri ini berkembang, lapangan pekerjaan bisa kita pertahankan,” ujar dia.

Kepercayaan pemerintah terhadap kendaraan produksi dalam negeri dinilai menjadi kunci untuk memperkuat sektor otomotif, khususnya segmen kendaraan komersial. Selain menjaga stabilitas tenaga kerja, kebijakan tersebut juga diyakini mampu mendorong peningkatan investasi serta memperluas pengembangan industri manufaktur nasional.

You Might Also Like

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar
Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
TAGGED:Ekonomi NasionalIndustri Otomotif
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Larangan Ekspor Timah Menggema, Pemerintah Kejar Ekonomi Rp 618 Triliun
Next Article Adaptasi Laut Bercerita, Reza Rahadian Dalami Karakter Berdasarkan Novel Asli
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah

4 days ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

4 days ago
Event

Bali & Beyond Travel Fair 2026 Raup Rp6,9 Triliun, Pasar Asia dan Australia Mendominasi

5 days ago
Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index