By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Larangan Ekspor Timah Menggema, Pemerintah Kejar Ekonomi Rp 618 Triliun
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Larangan Ekspor Timah Menggema, Pemerintah Kejar Ekonomi Rp 618 Triliun

Ekonomi

Larangan Ekspor Timah Menggema, Pemerintah Kejar Ekonomi Rp 618 Triliun

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 months ago
Share
3 Min Read
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah mengkaji rencana penghentian ekspor timah mentah pada Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2). (Foto, Dok/Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali membuka wacana keras dalam kebijakan sumber daya alam. Setelah sukses melarang ekspor bijih nikel dan bauksit, kini timah masuk radar kebijakan hilirisasi yang berpotensi mengubah peta industri mineral nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji rencana penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi domestik melalui industrialisasi.

“Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit. Dan tahun ke depan, kita akan mengkaji untuk beberapa komoditas lain, termasuk timah. Tidak boleh lagi kita ekspor barang mentah,” ujar Bahlil pada Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Bahlil menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan memaksa investasi industri pengolahan di dalam negeri agar nilai tambah komoditas tidak lagi dinikmati negara lain.

Menurut Bahlil, hilirisasi merupakan agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong transformasi ekonomi nasional. Pemerintah telah menetapkan 18 proyek hilirisasi strategis dengan nilai investasi sekitar Rp 618 triliun yang mencakup sektor mineral, migas, hingga kilang minyak.

Ia mencontohkan kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang menghasilkan lonjakan nilai ekspor dari USD 3,3 miliar pada 2018–2019 menjadi USD 34 miliar pada 2024, atau naik sekitar sepuluh kali lipat.

“Inilah yang menjadi dorongan pertumbuhan ekonomi yang merata dan menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Bahlil.

Penghentian ekspor timah mentah diproyeksikan menjadi babak baru transformasi industri mineral Indonesia. Pemerintah ingin menggantikan ekspor bahan mentah dengan produk hilir bernilai tinggi yang mampu memperkuat neraca perdagangan dan substitusi impor.

Bahlil juga mengajak sektor perbankan dan investor nasional untuk masuk dalam pembiayaan proyek hilirisasi strategis. “Ini captive market dalam negeri. Jangan sampai nilai tambahnya dikuasai pihak luar,” tegasnya.

Baca Juga :

Judi Online Jadi Faktor Tertinggi Permohonan Perceraian di Depok
KPAI Minta Putus Mata Rantai Ultrasenioritas, Imbas Kasus Bullying yang Diduga Dilakukan Anak Vincent Rompies

Wacana larangan ekspor timah mentah juga dinilai akan berdampak pada pasar global, mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen dan eksportir timah terbesar dunia. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat meniru kesuksesan strategi nikel, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Sebelumnya, media melaporkan pemerintah berencana menyetop ekspor komoditas mentah timah sebagai bagian dari strategi industrialisasi nasional, sejalan dengan prioritas hilirisasi sumber daya mineral.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, timah akan menjadi komoditas strategis berikutnya yang “dikunci” untuk industri domestik. Langkah tersebut menandai arah baru politik ekonomi Indonesia—dari eksportir bahan mentah menuju pemain industri manufaktur mineral global.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
TAGGED:Bahlil LahadaliaHilirisasiIndonesia Economic OutlookMenter ESDMTimah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Waspada Virtual Autism, Dampak Tersembunyi Gawai pada Balita
Next Article Impor Besar-besaran Pikap Berpotensi Picu PHK di Sektor Otomotif
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

B50 Harga Mati! Pakar ITB: Ini Benteng RI Lawan Krisis Energi Global

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Ekonomi

Devisa Bocor ke Luar Negeri? RI Surplus Ekspor Tapi Cadangan Devisa Mandek

7 days ago
Ekonomi

“Sikat Penjarah SDA!” Bahlil Tertibkan Tambang Ilegal Rugikan Negara Ratusan Miliar

7 days ago
Ekonomi

Rp7,5 Miliar Raib! Mafia Solar Jatim Menggila, Aturan Batas Wajar BBM Kini Jadi Harga Mati

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index