INVERSI.ID – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkap dampak serius dari serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negaranya. Ia menyebut ribuan pelajar dan tenaga pendidik menjadi korban, sementara ratusan fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.
Dalam pernyataannya pada sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat, Araghchi memaparkan besarnya kerugian yang dialami sektor pendidikan di Iran akibat konflik tersebut.
“Lebih dari 600 sekolah hancur atau rusak di seantero Iran dan lebih dari 1.000 murid dan guru menjadi syahid atau cedera,” kata Menlu Araghchi.
Ia menjelaskan, serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari menyasar sejumlah wilayah penting di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur luas serta korban jiwa.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Pihak Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer tersebut dilakukan untuk meredam ancaman dari program nuklir Iran. Namun, menurut Iran, tujuan sebenarnya dari serangan tersebut adalah untuk mendorong perubahan rezim di negara itu.
Situasi semakin memanas setelah peristiwa pada hari pertama serangan. Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur, sementara sebuah sekolah dasar perempuan di wilayah selatan Iran hancur akibat serangan udara.
Pemerintah Iran mencatat jumlah korban tewas akibat konflik ini telah mencapai sekitar 1.300 orang hingga saat ini. Angka tersebut mencerminkan besarnya dampak kemanusiaan dari eskalasi konflik yang terus berlangsung.