INVERSI.ID – Insiden tabrakan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur menjadi sorotan serius pemerintah. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan kecelakaan tersebut harus menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi perkeretaapian nasional.
Peristiwa yang melibatkan kereta Commuter Line dan kereta api jarak jauh itu dinilai menjadi pengingat bagi seluruh pihak agar standar keamanan dan pelayanan transportasi publik terus ditingkatkan.
“Ini menjadi pelajaran penting bagi PT Kereta Api Indonesia dan pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Menurutnya, pelayanan transportasi publik tidak cukup hanya mengutamakan kenyamanan penumpang. Faktor keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi massal.
Pemerintah bersama operator kereta api akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari akar persoalan sekaligus mencegah insiden serupa terjadi kembali di masa depan.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga memberikan kewenangan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk melakukan investigasi independen terkait penyebab kecelakaan tersebut.
Dudy turut menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam tragedi itu.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada korban yang meninggal dunia, serta berharap korban luka segera pulih,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, telah meninjau langsung lokasi kecelakaan sejak Senin malam untuk memastikan proses evakuasi korban berjalan maksimal.
Pada Selasa, Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Perhubungan juga mengunjungi para korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan medis terhadap korban berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.
“Saya menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah. Kami akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian ini,” ujar Presiden.
Data sementara dari PT Kereta Api Indonesia mencatat hingga pukul 13.26 WIB terdapat 15 korban meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Seluruh korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi. Sementara korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya.