INVERSI.ID – Pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young, kembali menunjukkan dominasinya di panggung internasional. Ia sukses mempertahankan gelar Indonesia Open setelah menaklukkan wakil Jepang, Akane Yamaguchi, pada partai final BWF World Tour Super 1000 Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu.
Dalam pertandingan yang berlangsung selama 39 menit tersebut, An memastikan kemenangan lewat dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-12.
“Menurut saya permainan hari ini sangat baik. Kondisi saya juga sangat baik, lalu permainan berjalan sesuai tempo yang saya inginkan,” kata An setelah pertandingan.
Keberhasilan ini menjadi gelar kelima yang diraih An sepanjang musim 2026. Selain itu, trofi tersebut juga menambah koleksi gelarnya di Indonesia Open menjadi tiga, setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2021 dan 2025.
Pertandingan final berlangsung sengit sejak awal. Pada gim pertama, Akane Yamaguchi sempat tampil agresif dan memimpin 5-2. Namun, An perlahan menemukan ritme permainannya hingga mampu menyamakan kedudukan menjadi 8-8.
Momentum kemudian berbalik ke tangan pemain Korea Selatan itu. An berhasil menutup interval gim pertama dengan keunggulan tipis 11-9.
Selepas jeda, duel berlangsung semakin ketat. Akane terus memberikan tekanan hingga memaksa skor imbang 21-21 atau deuce. Meski demikian, An mampu menjaga ketenangan pada poin-poin krusial dan akhirnya mengamankan gim pertama dengan skor 23-21.
Memasuki gim kedua, Akane kembali mencoba mengambil inisiatif serangan dan sempat unggul di awal pertandingan. Namun, An menunjukkan kualitasnya sebagai pemain terbaik dunia dengan mengambil alih kendali permainan.
Ia unggul 11-8 saat interval sebelum semakin mendominasi setelah jeda. Permainan konsisten dan minim kesalahan membuat An memperlebar jarak menjadi 16-10 sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 21-12.
Usai memastikan gelar juara, An mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlalu terpaku pada target tertentu. Fokus utamanya adalah menjaga kualitas permainan dan terus berkembang sebagai atlet.
“Dibandingkan memiliki tujuan tertentu, saya lebih ingin mempertahankan rutinitas dan kesempurnaan yang saya inginkan, termasuk permainan yang lebih baik,” kata An.
Pebulu tangkis berusia 24 tahun itu juga menegaskan ambisinya untuk menjadi atlet yang sulit dikalahkan oleh siapa pun di lapangan.
“Dibandingkan memiliki tujuan seperti apa pun, saya lebih ingin menjadi atlet yang tidak pernah dikalahkan. Saya tidak ingin kalah, hanya ingin menang,” kata dia.
An juga menyoroti semakin ketatnya persaingan di sektor tunggal putri dunia. Menurutnya, perkembangan para pemain dari berbagai negara membuat setiap pertandingan menjadi tantangan tersendiri.
“Seluruh pemain bulu tangkis zaman sekarang sangat bagus. Untuk memenangkan pertandingan juga tidak mudah. Setiap pemain selalu meningkatkan levelnya, ada pemain baru, dan semua itu harus dipikirkan,” ujar An.
Dalam kesempatan yang sama, ia turut memberikan apresiasi kepada para pemain tunggal putri Indonesia yang dinilainya memiliki karakter permainan kuat dan penuh energi.
“Saya harus banyak belajar dan banyak berlatih untuk bisa melawan mereka,” kata An.
Dengan tambahan gelar tahun ini, An Se-young kini telah mengoleksi tiga trofi Indonesia Open sepanjang kariernya. Catatan tersebut membuatnya sejajar dengan legenda Taiwan, Tai Tzu Ying, serta mantan bintang India, Saina Nehwal, yang sama-sama mengoleksi tiga gelar di turnamen tersebut.
Sementara itu, rekor juara terbanyak Indonesia Open sektor tunggal putri masih dipegang legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, dengan enam gelar. Di posisi berikutnya terdapat mantan pemain China, Li Lingwei, yang mengoleksi empat trofi.
Prestasi terbaru ini semakin menegaskan status An Se-young sebagai salah satu pemain paling dominan di dunia saat ini sekaligus kandidat kuat untuk terus menambah koleksi gelarnya pada berbagai turnamen besar sepanjang musim 2026.