By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 hours ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Keberhasilan Indonesia berhasil melewati masa-masa kritis tanpa mengalami kelangkaan BBM maupun gangguan pasokan energi yang berarti dinilai tidak lepas dari langkah cepat pemerintah melalui strategi diversifikasi pasokan migas yang digerakkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA — Meredanya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi momentum yang menunjukkan kuatnya ketahanan energi nasional. Di tengah gejolak geopolitik yang sempat memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia, Indonesia berhasil melewati masa-masa kritis tanpa mengalami kelangkaan BBM maupun gangguan pasokan energi yang berarti.

Keberhasilan tersebut dinilai tidak lepas dari langkah cepat pemerintah melalui strategi diversifikasi pasokan migas yang digerakkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Saat risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah meningkat, pemerintah langsung mencari sumber energi alternatif dari berbagai negara untuk menjaga ketersediaan energi dalam negeri.

Bahlil mengungkapkan sekitar 20 persen kebutuhan energi Indonesia masih bergantung pada pasokan dari Timur Tengah. Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah mengamankan pasokan dari wilayah lain.

“Pemerintah mencari sumber-sumber pasokan lain untuk mengganti yang dari Middle East. Untuk penggantinya sudah kita dapat,” ujar Bahlil di bulan Maret lalu saat kritis geopolitik tengah meradang.

Menurut Bahlil, diversifikasi difokuskan pada pengadaan LPG dan minyak mentah (crude). Untuk LPG, pemerintah mulai mengalihkan sumber impor dari negara-negara non-Timur Tengah, terutama Amerika Serikat. Sementara kebutuhan BBM diperkuat melalui impor dari negara-negara Asia Tenggara dan peningkatan produksi dalam negeri.

Pemerintah juga mengandalkan produksi dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang mulai beroperasi awal tahun ini. Kilang tersebut diproyeksikan menghasilkan 5,6 juta kiloliter bensin dan 4,5 juta kiloliter Solar, sehingga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada impor BBM jadi.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menjelaskan pengalihan kuota impor sekitar 20 persen melibatkan kerja sama dengan Amerika Serikat, Australia, Brunei Darussalam, hingga sejumlah negara di Afrika.

Selain diversifikasi pasokan, pemerintah juga memperkuat ketahanan energi melalui peningkatan kapasitas penyimpanan BBM nasional dari 28 hari menjadi 100 hari, pembangunan jaringan gas rumah tangga, serta program efisiensi energi.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Tengku Dewi Putri, Istri Andrew Andika Bongkar Perselingkuhan Suami
4 Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan, Dapat Mencegah Batu Ginjal

“Darurat energi itu terjadi jika suplainya berhenti. Saat ini suplainya masih ada, jadi kita tidak dalam status darurat, namun harus terus bersiap-siap,” kata Purbaya.

Tetap amannya pasokan energi selama periode konflik hingga munculnya momentum perdamaian Iran-AS menjadi bukti bahwa strategi diversifikasi migas yang dijalankan pemerintah berhasil menjaga stabilitas energi nasional di tengah gejolak global.

You Might Also Like

Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!
SpaceX Melantai di Bursa, Harta Elon Musk Tembus Rp23.120 Triliun
Pertalite Terancam Diserbu Orang Kaya? Ekonom Minta Keran Subsidi Diperketat!
Mitos Boros Tumbang! Kompor Listrik Ternyata Lebih Hemat 75%
Heboh Harga Pertamax, Padahal dari Awal Tak Pernah Disubsidi
TAGGED:Bahlil LahadaliaDewan Energi NasionalKementerian ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!
Next Article CR 7 Mandul Didepan Debutan Afrika! Kongo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik

Arus Modal Asing Bisa Kembali Masuk, Asal Dua Indikator Ini Terus Membaik

Rupiah dan IHSG Sempat Terpuruk, Langkah BI dan Pemerintah Mulai Berbuah Hasil

Konflik AS-Iran Mereda, Menkeu Sebut APBN Berpeluang Lebih Longgar

Gaya Sultan, Mental Subsidi? Netizen Semprot Pengeluh Pertamax

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

3 days ago
Ekonomi

Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027

3 days ago
Ekonomi

Stok Beras Indonesia Melimpah, Pedagang Diingatkan Jangan Mainkan Harga

4 days ago
Ekonomi

Bensin Tetangga Tembus Rp42 Ribu, Heran Jika Pertamax RI Masih Dikeluhkan?

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index