By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Heboh Harga Pertamax, Padahal dari Awal Tak Pernah Disubsidi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Heboh Harga Pertamax, Padahal dari Awal Tak Pernah Disubsidi

EkonomiTerkini

Heboh Harga Pertamax, Padahal dari Awal Tak Pernah Disubsidi

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
17 seconds ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Para pengeluh perlu faham bahwa Pertamax sejak kelahirannya merupakan produk komersial murni yang mengikuti dinamika bisnis energi global. Sejak pertama kali diluncurkan PT Pertamina pada 10 Desember 1999 pada era Reformasi. Produk ini hadir sebagai pengganti bensin Premix yang diperkenalkan pada 1994 dan Super TT yang diluncurkan pada 1998. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Perdebatan mengenai penyesuaian harga Pertamax kembali ramai di media sosial. Sejumlah pengguna kendaraan pribadi mengeluhkan kenaikan harga bahan bakar tersebut dan membandingkannya dengan harga BBM bersubsidi. Namun jika menilik sejarahnya, Pertamax memang sejak awal tidak pernah dirancang sebagai bahan bakar yang ditopang uang negara.

Fakta ini penting dipahami publik agar tidak terjadi kekeliruan dalam memandang fungsi Pertamax di pasar energi nasional. Berbeda dengan Pertalite dan Biosolar yang mendapatkan dukungan APBN melalui mekanisme subsidi atau kompensasi pemerintah, Pertamax sejak kelahirannya merupakan produk komersial murni yang mengikuti dinamika bisnis energi global.

Pertamax pertama kali diluncurkan PT Pertamina pada 10 Desember 1999 pada era Reformasi. Produk ini hadir sebagai pengganti bensin Premix yang diperkenalkan pada 1994 dan Super TT yang diluncurkan pada 1998. Sejak awal, Pertamax dirancang sebagai bahan bakar beroktan tinggi untuk kendaraan modern yang membutuhkan kualitas pembakaran lebih baik.

Karena berstatus BBM non-subsidi, harga Pertamax tidak ditentukan melalui mekanisme subsidi pemerintah. Penetapan harganya mengikuti berbagai komponen bisnis, termasuk harga minyak mentah dunia, biaya pengolahan, kurs mata uang, distribusi, serta kondisi pasar energi internasional.

Dalam berbagai kesempatan, Pertamina menjelaskan bahwa produk non-subsidi bergerak sesuai formula keekonomian. Artinya, ketika harga minyak dunia naik, harga produk komersial berpotensi ikut meningkat. Sebaliknya ketika harga energi global turun, harga jual dapat mengalami penyesuaian ke bawah.

Secara regulasi, keberadaan BBM non-subsidi juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang membuka ruang persaingan usaha di sektor hilir migas. Karena itu, berbagai perusahaan penyedia BBM dapat menawarkan produk komersial dengan mekanisme harga yang mengikuti pasar.

Di Indonesia sendiri, pemerintah masih memberikan dukungan bagi masyarakat melalui BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar. Kedua produk tersebut memang dirancang untuk membantu kelompok masyarakat tertentu melalui pembiayaan yang berasal dari APBN.

Karena itu, sejumlah pengamat energi menilai publik perlu membedakan secara jelas antara BBM subsidi dan BBM komersial. Menuntut harga Pertamax agar diperlakukan seperti Pertalite berarti mencampuradukkan dua produk yang sejak awal memiliki fungsi berbeda.

Pertamax bukanlah instrumen bantuan sosial pemerintah, melainkan produk bisnis yang ditujukan bagi konsumen yang memilih bahan bakar dengan spesifikasi lebih tinggi. Konsekuensinya, harga produk tersebut akan selalu bergerak mengikuti realitas pasar energi dunia.

Baca Juga :

Cerai dari Ari Wibowo, Inge Anugrah Ditunjuk Jadi Direktur Marketing Perusahaan dr Richard Lee
Fakta-fakta Rio Reifan yang Belum Move On dari “Narkoba”

Dalam konteks itu, penyesuaian harga Pertamax yang terjadi saat ini bukanlah fenomena baru. Sejak pertama kali diperkenalkan lebih dari dua dekade lalu, produk tersebut memang dikodratkan sebagai BBM non-subsidi yang beroperasi berdasarkan prinsip komersial.

Pemahaman terhadap sejarah ini menjadi penting agar diskusi publik mengenai energi berlangsung lebih objektif. Sebab pada akhirnya, subsidi negara ditujukan untuk membantu kelompok yang membutuhkan, sementara produk komersial seperti Pertamax memang lahir untuk berjalan sesuai mekanisme pasar.

You Might Also Like

Palu Berduka Lagi, Jangan Biarkan Sulawesi Tengah Berjuang Sendiri
Bertanding Dalam Kondisi Tertindas, Iran Pantang Tumbang
Duel Legenda Berakhir Imbang! Lukaku dan Mo Salah Sama-sama Bersinar
Arab Saudi Jaga Gengsi Asia! Tahan Uruguay di Pentas Piala Dunia
Spanyol Tertahan, Beban Favorit Juara Kini Menggunung
TAGGED:BBM KomersialBBM Non SubsidiPertamax
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Palu Berduka Lagi, Jangan Biarkan Sulawesi Tengah Berjuang Sendiri
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik

Konflik AS-Iran Mereda, Menkeu Sebut APBN Berpeluang Lebih Longgar

Gaya Sultan, Mental Subsidi? Netizen Semprot Pengeluh Pertamax

Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027

Stok Beras Indonesia Melimpah, Pedagang Diingatkan Jangan Mainkan Harga

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalPildun 2026Terkini

Die Mannschaft Hajar Debutan Curacao 7-1, Empat Kali Juara Dunia Tebar Ancaman

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Jepang Bikin Belanda Ketar-Ketir, Eropa Kini Punya Ancaman Baru!

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Perbedaan Kasta Bicara! Swedia Hancurkan Tunisia Tanpa Ampun

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Diallo Jadi Pahlawan Menit 90! Pantai Gading Bungkam Ekuador

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index