By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027

Ekonomi

Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027

Jack
By
Jack
3 weeks ago
Share
4 Min Read
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Pemerintah kembali membuka peluang pelaksanaan program konversi kompor LPG ke kompor listrik sebagai salah satu strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan kompor listrik berdaya rendah yang dapat digunakan oleh masyarakat rumah tangga, termasuk di wilayah pedesaan.

Menurut Bahlil, tahap awal program akan difokuskan pada penyediaan kompor listrik dengan kebutuhan daya yang relatif kecil agar dapat digunakan oleh masyarakat yang memiliki kapasitas listrik terbatas di rumah.

“Sebagai tahap awal, karena ada beberapa model kompor listrik, yang sekarang kami minta itu di sekitar di bawah 900 kVA, supaya rakyat yang di daerah-daerah, di desa itu bisa pakai,” ujar Bahlil ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan jumlah kompor listrik yang akan disiapkan dalam tahap awal program tersebut. Bahlil memperkirakan rincian terkait jumlah unit yang akan didistribusikan baru dapat diumumkan pada Agustus mendatang setelah proses kajian selesai dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor masih sangat tinggi. Saat ini sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional dipenuhi melalui impor dari luar negeri, sehingga menimbulkan beban besar terhadap keuangan negara.

Menurut Bahlil, setiap tahun pemerintah harus mengalokasikan dana sekitar Rp120 triliun untuk memenuhi kebutuhan impor LPG. Bahkan dengan kondisi harga minyak dunia saat ini, nilai impor tersebut diperkirakan meningkat hingga mencapai Rp130 triliun.

“Subsidinya sudah di atas Rp80 triliun. Kalau kondisi ini terus dibiarkan tanpa mencari diversifikasi bauran energi, itu akan menjadi masalah. Maka, alternatifnya adalah kompor listrik,” kata Bahlil.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Kementerian ESDM mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Dana tersebut dirancang untuk mendukung implementasi program kompor listrik sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi nasional.

Gagasan pengalihan penggunaan kompor LPG ke kompor listrik sebenarnya bukan hal baru. Program serupa pernah diwacanakan pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagai langkah mengurangi beban subsidi energi dan impor LPG.

Baca Juga :

Fakta-fakta Selebgram Remi Lucidi Meninggal setelah Jatuh dari Lantai 68 Hong Kong, Sempat Bergelantung di Jendela
Airlangga Hartarto Komitmen Terapkan Good Governance dalam Mengelola Keuangan Negara

Namun, pada September 2022, PT PLN (Persero) memutuskan menghentikan rencana konversi kompor LPG 3 kilogram ke kompor listrik. Saat itu, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi pemulihan ekonomi masyarakat setelah pandemi COVID-19.

Wacana penggunaan kompor listrik kembali menguat setelah terjadi gejolak harga energi global yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak dunia turut memengaruhi harga LPG dan meningkatkan tekanan terhadap anggaran subsidi pemerintah.

Dalam situasi tersebut, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno kembali mendorong pemerintah untuk melanjutkan transisi menuju penggunaan kompor listrik. Menurutnya, biaya yang dibutuhkan untuk program konversi dinilai lebih efisien dibandingkan dengan beban subsidi impor LPG yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Ia juga menilai ketergantungan terhadap LPG membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga energi global, sehingga diperlukan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan energi listrik yang lebih optimal.

You Might Also Like

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar
Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah
Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai
Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera
Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo
TAGGED:Bahlil LahadaliaKompor listrikMenter ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article DPR Setujui Proses Naturalisasi Luke Vickery, Timnas Indonesia Dapat Tambahan Amunisi
Next Article BGN Larang Pegawainya Miliki Dapur MBG, Agustina: Hindari Konflik Kepentingan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Chromebook

Resmi Besok Dijual! Pakar ITB Ungkap Keuntungan Ganda Biosolar B50

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat, Investor Mulai Lirik Aset Emerging Market

1 week ago
EkonomiTerkini

Gas Industri Dipangkas, Jurus Bahlil Selamatkan Jutaan Pekerja dari Ancaman PHK

1 week ago
EkonomiTerkini

Menteri ESDM Libatkan Kampus Garap Bioetanol E20, Negara Siap Serap 4 Juta KL

1 week ago
Ekonomi

Pedagang Marketplace Bersiap, Pemerintah Segera Terapkan Kewajiban PPN

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index