INVERSI – Pemerintah Kabupaten Pati menunjukkan komitmen serius dalam mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperketat standar operasional di lapangan.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah menetapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketitang Wetan I, yang dikelola oleh Yayasan Mosya Selalu Berkah di Kecamatan Batangan, sebagai unit percontohan atau model bagi penyelenggaraan dapur gizi di seluruh wilayah Kabupaten Pati.
Penetapan status percontohan ini bukan tanpa alasan. SPPG tersebut dinilai telah memenuhi standar fasilitas, higienitas, dan prosedur pengolahan pangan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
Dalam sebuah kunjungan lapangan yang dilakukan sejak dini hari, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, meninjau langsung seluruh alur kerja di dapur tersebut untuk memastikan setiap porsi makanan yang dihasilkan memiliki kualitas nutrisi yang optimal.
Memastikan Kualitas melalui Inspeksi Mendadak
Risma menekankan bahwa pengawasan terhadap program ini tidak boleh dilakukan secara seremonial. Untuk itu, ia rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) tanpa pemberitahuan sebelumnya ke berbagai titik dapur gizi. Dalam kunjungannya ke SPPG Ketitang Wetan I, Risma bahkan menyempatkan diri untuk mencicipi langsung menu yang disiapkan bagi para siswa.
“Kami melakukan sidak sejak pukul 05.00 pagi untuk melihat proses persiapan secara nyata. SPPG Ketitang Wetan I ini telah kami jadikan salah satu model percontohan karena seluruh fasilitasnya sudah sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan. Tadi saya telah mencoba menu asam-asam daging yang disajikan; rasanya, nutrisinya, dan cara penyajiannya sangat baik,” ujar Risma.
Menurutnya, peran SPPG percontohan sangat krusial sebagai tolok ukur bagi ratusan unit dapur lainnya di Kabupaten Pati. Dengan adanya model yang baik, unit-unit lain dapat melakukan replikasi standar kualitas dalam penyediaan makanan bagi siswa.
Skala Pelayanan dan Perluasan Jangkauan
Seiring dengan akselerasi program di tingkat nasional, jumlah unit layanan gizi di Kabupaten Pati terus mengalami peningkatan signifikan. Saat ini, terdapat sekitar 156 SPPG yang telah beroperasi secara penuh, dengan tambahan 54 unit yang tengah dalam tahap persiapan akhir. Secara keseluruhan, pemerintah daerah menargetkan sekitar 210 unit SPPG aktif untuk melayani kebutuhan nutrisi lebih dari 314.000 siswa di seluruh Kabupaten Pati.
Perluasan jangkauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan tidak ada anak sekolah di Kabupaten Pati yang luput dari intervensi gizi. Risma menambahkan bahwa peningkatan jumlah SPPG ini diiringi dengan komitmen untuk tetap menjaga kualitas di tengah tingginya permintaan operasional.
Pengawasan Berjenjang dan Mitigasi Risiko
Untuk meminimalisasi potensi kendala, pemerintah daerah menerapkan sistem pengawasan berjenjang yang melibatkan jajaran kecamatan. Risma telah menginstruksikan seluruh camat di wilayah Kabupaten Pati untuk melakukan pemantauan harian ke seluruh SPPG di wilayah administratif masing-masing.
“Sebagai perwakilan pemerintah tingkat kabupaten, kami selalu melakukan monitoring secara intensif. Saya telah memberikan instruksi kepada pihak kecamatan agar setiap hari melakukan sidak ke semua SPPG di wilayahnya. Langkah ini penting untuk memitigasi masalah teknis, kendala pasokan, maupun isu higienitas yang mungkin terjadi di lapangan,” tegasnya.
Pendekatan pengawasan yang ketat dan proaktif ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan layanan MBG agar tetap berjalan lancar, aman, dan konsisten. Pemerintah Kabupaten Pati memandang program MBG bukan sekadar aktivitas distribusi makanan, melainkan investasi strategis dalam membangun fondasi kesehatan generasi penerus.
Di akhir pernyataannya, Risma menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas keberhasilan program ini dalam menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berada di garda terdepan untuk mengawal program ini agar tetap memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan kesehatan anak-anak di Kabupaten Pati.