INVERSI.ID – Wimbledon 2026 akan menghadirkan duel bergengsi pada babak semifinal ketika Novak Djokovic berhadapan dengan Jannik Sinner, Jumat malam WIB. Pertandingan ini mempertemukan salah satu petenis paling sukses dalam sejarah tenis dengan pemuncak ranking dunia yang kini menjadi simbol kebangkitan generasi baru di sektor putra.
Bagi Djokovic, laga ini menjadi kesempatan untuk terus menjaga asa meraih gelar Grand Slam ke-25 sepanjang kariernya. Sementara bagi Sinner, kemenangan akan membuka jalan menuju final Grand Slam pertamanya musim ini sekaligus mempertegas statusnya sebagai petenis nomor satu dunia.
“Saya masih berada di turnamen ini dan ingin melangkah setidaknya satu tahap lagi,” kata Djokovic dikutip dari ATP.
Petenis asal Serbia itu kembali menunjukkan mental juara dengan menembus semifinal Wimbledon untuk kesekian kalinya. Perjalanan menuju empat besar tidak diraih dengan mudah karena Djokovic harus menjalani pertandingan panjang sepanjang turnamen.
Dalam empat laga awal, ia tiga kali dipaksa bermain empat set sebelum akhirnya melewati duel maraton lima set melawan Felix Auger-Aliassime yang berlangsung lebih dari lima jam pada Rabu (8/7).
Kini, Djokovic berharap waktu istirahat selama dua hari dapat memulihkan kondisi fisiknya sebelum menghadapi tantangan besar dari Sinner. Ia juga memiliki kepercayaan diri setelah mampu mengalahkan petenis Italia tersebut dalam pertarungan lima set pada semifinal Australian Open awal musim ini.
“Saya masih ingin membuktikan kepada diri sendiri dan orang lain bahwa saya mampu bersaing dengan pemain-pemain terbaik dunia dan mengalahkan mereka di panggung terbesar. Itulah yang saya lakukan di Australia dan juga di sini,” ujar Djokovic.
Sinner Datang dengan Performa Mengesankan
Meski memiliki pengalaman yang jauh lebih matang, Djokovic menyadari lawannya kali ini tampil dalam performa terbaik sepanjang musim.
Jannik Sinner belum kehilangan satu set pun sejak putaran pertama Wimbledon 2026. Konsistensi tersebut melanjutkan performa impresifnya sepanjang musim setelah berhasil menyapu bersih lima gelar ATP Masters 1000.
Petenis berusia 24 tahun itu juga memiliki rekor pertemuan yang sedikit lebih baik atas Djokovic. Dari 11 pertemuan sebelumnya, Sinner unggul tipis dengan enam kemenangan, termasuk memenangi lima dari enam laga terakhir melawan legenda Serbia tersebut.
Meski demikian, Sinner menilai statistik tidak akan banyak berpengaruh ketika bermain di Wimbledon, mengingat pengalaman luar biasa yang dimiliki Djokovic di All England Club.
“Saya merasa setiap pertandingan selalu berbeda. Bahkan ketika saya sempat memiliki catatan bagus melawannya, setiap pertandingan memiliki ceritanya sendiri,” kata Sinner.
Sinner juga menegaskan bahwa menghadapi juara tujuh kali Wimbledon bukanlah tantangan yang bisa dianggap ringan.
“Dia sudah berkali-kali menjuarai turnamen ini dan tahu persis bagaimana menghadapinya. Saya menantikan pertandingan itu,” ujar Sinner.
Pertemuan kali ini menjadi duel keempat Djokovic dan Sinner dalam lima edisi terakhir Wimbledon, sekaligus yang ketiga dalam empat tahun terakhir dengan tiket menuju final sebagai taruhannya.
Pertandingan ini diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di Wimbledon 2026. Di satu sisi, Djokovic berupaya memperpanjang warisan sebagai salah satu petenis terbaik sepanjang masa dengan memburu gelar Grand Slam ke-25. Di sisi lain, Sinner bertekad melanjutkan dominasinya di puncak tenis dunia dan mengincar trofi Grand Slam pertamanya pada musim ini.