By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Erick Thohir Resmikan Festival Grassroots Piala Presiden 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Usia Dini
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Erick Thohir Resmikan Festival Grassroots Piala Presiden 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Usia Dini

Olahraga

Erick Thohir Resmikan Festival Grassroots Piala Presiden 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Usia Dini

Muhammad dzaudan
By
Muhammad dzaudan
8 hours ago
Share
4 Min Read
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyapa dan berinteraksi dengan para peserta Festival Grassroots Nasional U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 usai pembukaan putaran final di JEC Soccer Field, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). (Foto: Copyright Piala Presiden 2026)
SHARE

BANTUL – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pembangunan sepak bola Indonesia harus dimulai dari pembinaan usia dini. Hal tersebut disampaikan saat membuka putaran final Festival Grassroots Nasional U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026 di JEC Soccer Field, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (8/7).

Kehadiran Erick disambut meriah oleh ratusan pemain muda, pelatih, serta orang tua yang memadati lokasi pertandingan. Suasana penuh semangat terlihat ketika Ketua Umum PSSI itu memasuki lapangan untuk mengikuti rangkaian seremoni pembukaan turnamen yang menjadi salah satu agenda pembinaan sepak bola usia dini terbesar di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Erick menyerahkan bola kepada perwakilan peserta, menandatangani prasasti peresmian putaran nasional, serta melakukan tendangan pertama sebagai simbol dimulainya kompetisi.

Festival Grassroots Piala Presiden 2026 berlangsung pada 7 hingga 12 Juli dan mempertemukan tim-tim terbaik hasil seleksi regional dari seluruh Indonesia. Akademi sepak bola dari berbagai daerah seperti FBS Nusantara asal Banjar, Lambhuk FA dari Aceh, hingga Perspin Pinrang dari Sulawesi Selatan ikut bersaing memperebutkan gelar juara nasional.

Menurut Erick, penyelenggaraan festival ini menjadi bukti nyata bahwa pengembangan sepak bola nasional tidak hanya berfokus pada level profesional, tetapi juga dimulai dari pembinaan anak-anak yang memiliki potensi sejak usia dini.

“Piala Presiden tahun ini adalah bukti bahwa sepak bola menjadi alat pemersatu bangsa dan harus dibangun dari akar rumput (grassroot),” ujar Erick.

Ia mengatakan keterlibatan peserta dari hampir seluruh provinsi menunjukkan pemerataan pembinaan sepak bola mulai berjalan. Dengan semakin banyaknya kompetisi usia dini, peluang munculnya talenta-talenta baru dari berbagai daerah juga semakin terbuka.

Erick menilai anak-anak yang berlaga pada Festival Grassroots merupakan aset penting bagi masa depan sepak bola Indonesia. Karena itu, mereka harus mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan melalui kompetisi yang sehat, berkualitas, dan dilakukan secara konsisten.

Selain kompetisi, PSSI juga berupaya membangun sistem pembinaan yang mengikuti standar FIFA. Mulai dari regulasi pertandingan, kurikulum latihan, hingga pengembangan pelatih terus disesuaikan dengan standar internasional agar pemain muda Indonesia mampu berkembang secara optimal.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Soleh Solihun
Mario Dandy Satriyo Dihukum 6 Tahun Penjara Setelah Kasasi Ditolak MA

Menurut Erick, keberhasilan membangun sepak bola nasional tidak bisa dilakukan oleh federasi saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, klub, sekolah sepak bola, pelatih, akademi, hingga masyarakat agar proses pembinaan berjalan secara berkesinambungan.

“Membangun sepak bola Indonesia bukanlah karya individu, melainkan hasil kerja keras seluruh stakeholder, termasuk di dalamnya masyarakat Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan kerja sama yang kuat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia tampil kompetitif di level dunia.

Festival Grassroots Piala Presiden juga menjadi bagian dari peta jalan PSSI dalam menyiapkan regenerasi pemain Tim Nasional Indonesia menuju berbagai kompetisi internasional, termasuk target lolos ke Piala Dunia 2030.

Erick optimistis mimpi tersebut dapat diwujudkan apabila pembinaan usia dini terus dilakukan secara konsisten.

“Kini tugas kita melanjutkan, memperkuat fondasi dengan satu tujuan yang sama. Sepak bola Indonesia harus tumbuh dengan fondasi kuat, sistem yang sehat, dan mimpi yang besar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemain tidak ditentukan oleh bakat semata, tetapi juga oleh disiplin, kerja keras, dan kesempatan yang diberikan melalui kompetisi sejak usia muda.

Dengan dukungan pemerintah serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola, PSSI berharap Festival Grassroots mampu menjadi agenda tahunan yang terus melahirkan pemain-pemain berkualitas.

Bagi Erick, lapangan-lapangan tempat anak-anak berlatih hari ini merupakan titik awal perjalanan menuju panggung sepak bola dunia. Dari Bantul, harapan baru bagi masa depan sepak bola Indonesia kembali ditanamkan melalui pembinaan dari akar rumput.

You Might Also Like

Argentina Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Singkirkan Mesir 3-2 dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Swiss Singkirkan Kolombia Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam
Tangis Ronaldo Pecah! Spanyol Singkirkan Portugal Plus Mimpi Sang Legenda
Gugur di Wimbledon 2026, Aldila Sutjiadi Fokus Siapkan Misi Baru di US Swing
TAGGED:Piala Presiden
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Argentina Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol, Singkirkan Mesir 3-2 dan Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya

2 days ago
Olahraga

PSN Ngada Kokoh di Puncak Klasemen Sementara Grup B Piala Presiden 2026

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index