NEW JERSEY – Argentina kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Juara bertahan itu menyingkirkan Swiss dengan kemenangan meyakinkan 3-1 pada perempat final di MetLife Stadium, New Jersey, Sabtu (11/7) malam waktu setempat, sekaligus memastikan diri menjadi satu-satunya wakil Amerika Latin yang tersisa di empat besar.
Sejak peluit awal dibunyikan, tim asuhan Lionel Scaloni tampil dominan. Penguasaan bola, tempo permainan, hingga efektivitas serangan membuat Swiss lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan.
Keunggulan Argentina dibuka oleh Alexis Mac Allister pada babak pertama di menit 10 setelah memanfaatkan sepakan pojok yang dikirimkan Lionel Messi. Ini assist ke sepuluh sang kapten di Piala Dunia 2026. Swiss sempat memberikan perlawanan melalui serangan balik. Hasilnya di babak kedua, Dan Ndoye di menit ke-67 sehingga skor imbang, 1-1.
Memasuki babak perpanjangan waktu, Messi memimpin tim untuk kembali menekan. Akhirnya, Julian Alvarez dan Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan Argentina di menit 112 dan 120+1 untuk memastikan kemenangan 3-1, sekaligus mengakhiri harapan Swiss untuk menciptakan kejutan.
Pelatih Lionel Scaloni memuji kedewasaan permainan anak asuhnya yang tetap tenang meski sempat mendapat tekanan setelah Swiss mencetak gol. “Kami bermain melawan tim yang sangat terorganisasi. Para pemain memahami kapan harus menyerang dan kapan harus bersabar. Itulah yang membuat saya paling puas,” kata Scaloni seusai pertandingan.
Lionel Messi juga menegaskan bahwa perjalanan Argentina masih panjang dan timnya belum boleh merasa puas. “Kami tahu setiap pertandingan di Piala Dunia semakin sulit. Kami menikmati kemenangan ini, tetapi fokus kami sekarang adalah semifinal,” ujar Messi.
Kemenangan tersebut memiliki arti besar bagi kawasan Amerika Latin. Setelah Brasil, Kolombia, Uruguay, dan negara-negara CONMEBOL lainnya lebih dahulu tersingkir, Argentina menjadi satu-satunya harapan kawasan itu untuk mempertahankan dominasi di panggung sepak bola dunia.
Sepanjang pertandingan, Argentina tampil lebih efektif dibanding Swiss. Lini tengah yang dikomandoi Enzo Fernández dan Alexis Mac Allister mampu mengontrol ritme permainan, sementara pertahanan yang dipimpin Cristian Romero membuat Swiss minim peluang bersih.
Bagi Swiss, kekalahan ini mengakhiri perjalanan yang sebenarnya cukup impresif sepanjang turnamen. Tim asuhan Murat Yakin beberapa kali merepotkan lawan-lawan besar, tetapi kualitas individu dan pengalaman Argentina di laga-laga penting menjadi pembeda.
Hasil ini membawa Argentina melaju ke semifinal untuk menghadapi Inggris yang sebelumnya mengalahkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Duel dua kekuatan besar tersebut diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di Piala Dunia 2026.
Dengan performa yang semakin solid serta pengalaman para pemainnya di panggung internasional, Argentina kembali mengirim pesan kepada para pesaing bahwa jalan menuju trofi Piala Dunia masih harus melewati sang juara bertahan.