INVERSI.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengajak para penerima Beasiswa Garuda untuk menjadi motor penggerak riset dan inovasi nasional. Para mahasiswa penerima beasiswa diharapkan tidak hanya menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem riset yang mampu menjawab berbagai tantangan bangsa.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa penguatan riset nasional harus dibangun sejak dini, termasuk melalui pembiasaan budaya riset di lingkungan sekolah.
Menurutnya, penelitian yang berkualitas selalu berawal dari upaya mencari solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, riset tidak boleh berhenti pada proses akademik semata, melainkan harus mampu menghasilkan manfaat yang dapat diterapkan di dunia industri maupun kehidupan sehari-hari.
“Riset itu dimulai dari masalah. Jangan berpikir produknya dulu, tetapi pikirkan masalah apa yang ingin kita pecahkan. Setelah riset, jangan berhenti di riset, tetapi bagaimana riset ini bisa bermanfaat, baik bagi masyarakat maupun industri,” katanya.
Fauzan juga menekankan pentingnya membangun keterkaitan antara pengembangan talenta, riset, inovasi, hingga proses hilirisasi hasil penelitian agar mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Ia menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang memiliki kemampuan unggul dan mampu menciptakan nilai tambah melalui ilmu pengetahuan serta teknologi, bukan hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam.
Menurutnya, daya saing Indonesia di masa depan akan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu melahirkan inovasi dan menguasai teknologi.
“Resource kita tidak lagi hanya berbasis sumber daya alam, tetapi berbasis capability kita. Kita ingin membangun industri yang memiliki capability tinggi, sehingga Indonesia tidak hanya dikenal karena memiliki nikel atau sumber daya alam lainnya, tetapi juga karena kemampuan dan penguasaan teknologinya,” ujar dia.
Penerima Beasiswa Diminta Jadi Duta Indonesia
Fauzan juga berpesan kepada para penerima Beasiswa Garuda yang akan melanjutkan pendidikan, khususnya di luar negeri, agar memiliki rasa percaya diri saat bersaing di tingkat internasional.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar yang memiliki potensi ekonomi, sumber daya manusia, serta talenta yang mampu bersaing dengan negara lain.
Karena itu, para mahasiswa diharapkan dapat menjadi duta bangsa dengan menjaga nama baik Indonesia, membangun jejaring internasional, sekaligus membawa pulang ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh studi di luar negeri.
Integritas dan Keberanian Mencoba Jadi Kunci
Pesan senada disampaikan Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Yudi Darma. Ia mengajak para penerima beasiswa untuk terus mengembangkan rasa ingin tahu, berani mencoba hal baru, dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar.
Menurut Yudi, kegagalan merupakan bagian dari perjalanan menuju keberhasilan selama dijadikan bahan evaluasi untuk terus berkembang.
“Banyak bertanya dan jangan takut mencoba. Kalau ternyata ada kesalahan, jadikanlah sebagai media untuk belajar. Integritas dan etika harus dibangun tinggi karena itulah modal untuk melangkah lebih ringan ke depan,” tutur Yudi Darma.
Melalui program Beasiswa Garuda, pemerintah berharap lahir semakin banyak talenta muda Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan riset, inovasi, dan teknologi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.