INVERSI.ID – Program SMA Unggul Garuda Transformasi menunjukkan hasil signifikan dalam meningkatkan akses siswa Indonesia ke kampus-kampus terbaik dunia. Dalam kurun waktu satu tahun, jumlah peserta didik yang berhasil diterima di 100 perguruan tinggi terbaik dunia melonjak dari 132 menjadi 330 siswa.
Pencapaian tersebut disampaikan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia melalui Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media, Kurnia Ramadhana. Menurutnya, lonjakan tersebut terjadi setelah 12 sekolah ditetapkan dan mendapatkan pembinaan melalui program SMA Unggul Garuda Transformasi sejak 2025.
“Di 12 SMA Unggul Garuda Transformasi yang ditetapkan tahun 2025, persentase jumlah siswa yang diterima di 100 universitas terbaik dunia naik mencapai 150 persen,” kata Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Data dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mencatat sebanyak 132 siswa dari 12 sekolah tersebut diterima di jajaran 100 universitas terbaik dunia pada 2025. Setahun kemudian, jumlah itu meningkat tajam menjadi 330 siswa.
Kenaikan tersebut menjadi indikator positif dari efektivitas program yang dirancang untuk memperkuat kualitas pendidikan menengah sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi persaingan akademik di tingkat global.
Adapun 12 sekolah yang tergabung dalam program ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat Daya. Beberapa di antaranya adalah MAN Insan Cendekia Gorontalo, SMA Pradita Dirgantara, SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, dan SMA Averos Sorong.
Seiring perkembangan program, pemerintah memperluas cakupan SMA Unggul Garuda Transformasi dengan menambahkan 30 sekolah baru pada 2026. Dengan demikian, total sekolah yang tergabung dalam program tersebut kini mencapai 42 institusi pendidikan.
Pemerintah juga menargetkan jumlah sekolah peserta terus bertambah hingga mencapai 80 SMA atau madrasah aliyah pada 2029.
Selain melakukan transformasi terhadap sekolah yang sudah ada, pemerintah turut membangun SMA Unggul Garuda Baru di sejumlah wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan berkualitas.
Saat ini pembangunan sekolah baru tersebut berlangsung di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung; Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; serta Bulungan, Kalimantan Utara.
Program SMA Unggul Garuda Transformasi sendiri merupakan inisiatif pembinaan bagi sekolah-sekolah terpilih untuk menerapkan standar pengayaan pendidikan yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui program ini, siswa diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri.
“Program Sekolah Unggul Garuda hadir untuk memastikan talenta terbaik bangsa dapat tumbuh tanpa dibatasi kondisi ekonomi ataupun asal geografis,” kata Kurnia.
Ia menegaskan bahwa Program Sekolah Unggul Garuda merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang berdaya saing tinggi dan mampu menjadi pemimpin masa depan.
“Program Sekolah Unggul Garuda merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul, kompetitif, dan siap memimpin bangsa,” kata Kurnia.