INVERSI.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi pemimpin yang menghasut masyarakat melakukan aksi perusakan maupun pembakaran fasilitas umum. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu.
Dalam pidatonya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan meski memiliki pilihan politik yang berbeda. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi selama tetap menghormati hasil yang telah diputuskan.
“Mari kita bersatu. Semua unsur kita berbeda tidak ada masalah. Berbeda partai tidak ada masalah. Sekian tahun kita bertanding dengan baik, nggak ada masalah. Siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar. Itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat,” kata Prabowo.
“Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu,” kata Prabowo menambahkan.
Prabowo kemudian mengenang perjalanan politiknya selama mengikuti pemilihan presiden. Ia mengungkapkan telah lima kali mengikuti kontestasi Pilpres dan empat kali mengalami kekalahan. Meski demikian, ia menegaskan tidak pernah mengarahkan para pendukungnya untuk melakukan aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan ataupun pembakaran.
“Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Gak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja enggak. Saya datang pelantikan rival saya. Saya datang, saya hormat, saya kasih selamat,” ujarnya.
Presiden juga mengibaratkan kompetisi politik layaknya pertandingan sepak bola yang harus dijalani dengan menjunjung tinggi sportivitas. Dalam pandangannya, persaingan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi tidak boleh berubah menjadi tindakan anarkis yang merugikan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo turut menyinggung perjalanan politiknya bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Imin. Ia mengingatkan bahwa meski sempat berada di kubu berbeda pada Pemilihan Presiden 2024, keduanya kini bekerja bersama di dalam pemerintahan demi kepentingan bangsa.
“Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya, tetapi gak ada masalah, karena dalam hati Beliau, Beliau juga ingin yang terbaik untuk Indonesia. Dan sekarang, Beliau bersama saya untuk Indonesia. Saudara-saudara gak ada masalah,” kata Prabowo.
Pada Pilpres 2024, Muhaimin Iskandar maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan. Pasangan tersebut bersaing dengan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka serta Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Menjelang akhir pidatonya, Prabowo kembali mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengakhiri perbedaan politik setelah pesta demokrasi usai. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap membuka ruang bagi kritik yang bersifat membangun sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja.
“Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa. Kita ini keluarga. Buktikan bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu. Bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia. Jangan bisanya nyinyir. Kalau lu (kamu) gak setuju, lu gak mau bekerja, lu duduk aja baik-baik. Tetapi, kita terima kritik. Kita terima kritik. Kritik itu bagus. Itu artinya koreksi, waspada. Kita mau terima kritik,” kata Prabowo.