INVERSI.ID – Disney kembali menghidupkan salah satu film animasi paling populer lewat versi live-action “Moana”. Film yang pertama kali hadir sebagai animasi pada 2016 ini kini kembali menyapa penonton dengan visual yang lebih realistis tanpa meninggalkan esensi cerita yang telah melekat di hati para penggemarnya.
Disutradarai Thomas Kail, “Moana” (2026) masih mengisahkan perjalanan seorang gadis pemberani bernama Moana yang diperankan Catherine Lagaʻaia. Ia merupakan putri Kepala Suku Tui (John Tui) yang tinggal di Pulau Motunui bersama sang ayah dan ibunya, Sina (Frankie Adams).
Sebagai pewaris kepemimpinan suku, Moana dipersiapkan untuk melanjutkan tradisi keluarganya. Namun, di balik tanggung jawab tersebut, ia menyimpan keinginan besar untuk menjelajahi lautan, sesuatu yang dilarang oleh aturan desa karena penduduk tidak diperbolehkan melintasi batas terumbu karang.
Keinginan Moana untuk mengenal dunia di luar pulau semakin tumbuh berkat cerita-cerita yang disampaikan neneknya, Tala (Rena Owen), mengenai sejarah leluhur mereka. Sang nenek juga menjadi sosok yang memahami kedekatan Moana dengan lautan.
Situasi berubah ketika Pulau Motunui mulai menghadapi ancaman yang membahayakan kehidupan masyarakatnya. Demi menyelamatkan kampung halaman, Moana akhirnya memutuskan berlayar melewati batas yang selama ini dilarang.
Dalam perjalanannya, Tala mengungkapkan bahwa lautan telah memilih Moana untuk menemukan Maui (Dwayne Johnson), manusia setengah dewa yang pernah mencuri jantung Dewi Te Fiti berupa batu hijau. Bersama ayam peliharaannya, Heihei, Moana memulai petualangan panjang melintasi samudra untuk mengembalikan jantung Te Fiti dan memulihkan keseimbangan alam.
Sepanjang perjalanan, Moana dan Maui harus menghadapi berbagai tantangan yang menguji keberanian, kerja sama, dan tekad mereka. Misi tersebut menjadi inti cerita yang tetap dipertahankan dari versi animasinya.
Mengadaptasi film animasi ke format live-action bukan perkara mudah. Banyak film remake justru gagal menghadirkan emosi yang sama dengan versi aslinya. Namun, Disney memilih pendekatan berbeda dengan mempertahankan sebagian besar cerita yang telah dikenal penonton.
Bagi penggemar animasi “Moana” karya John Musker dan Ron Clements, alur cerita versi live-action akan terasa sangat familier. Mulai dari urutan adegan, dialog, hingga komposisi pengambilan gambar dibuat hampir identik dengan film animasi yang dirilis pada 2016.
Meski minim perubahan cerita, keputusan tersebut justru menjadi salah satu keunggulan film ini. Penonton diajak kembali menikmati kisah klasik Moana dengan pengalaman visual yang jauh lebih hidup melalui teknologi live-action.
Hamparan laut biru, lanskap tropis, detail kostum, musik tradisional Polinesia, hingga nuansa budaya Pulau Motunui tampil memanjakan mata. Efek visual seperti tato hidup di tubuh Maui maupun kemampuannya berubah menjadi berbagai hewan juga berhasil menghadirkan perpaduan menarik antara dunia nyata dan sentuhan fantasi khas Disney.
Penampilan Catherine Lagaʻaia sebagai Moana menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Ia mampu menghadirkan karakter yang berani, hangat, sekaligus penuh semangat. Kemampuan vokalnya saat membawakan lagu-lagu ikonik juga menjadi nilai tambah yang memperkuat emosi di berbagai adegan.
Sementara itu, Dwayne Johnson kembali memerankan Maui dengan gaya khasnya yang penuh humor. Meski di beberapa momen aktingnya masih terasa kurang lepas, chemistry yang dibangun bersama Catherine Lagaʻaia tetap berhasil menghidupkan dinamika hubungan kedua karakter tersebut.
Musik kembali menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Lagu “How Far I’ll Go” tetap hadir sebagai simbol perjalanan dan tekad Moana dalam menemukan jati dirinya sebagai pemimpin. Selain itu, Disney juga memperkenalkan lagu baru berjudul “Along The Way” yang diciptakan Lin-Manuel Miranda dan dibawakan oleh Auliʻi Cravalho, Catherine Lagaʻaia, serta Dwayne Johnson.
Bagi penonton yang belum pernah menyaksikan versi animasinya, “Moana” live-action menawarkan pengalaman petualangan musikal yang penuh warna, dipadukan dengan visual memukau dan humor yang ringan. Sementara bagi penggemar lama, film ini menghadirkan rasa nostalgia yang kuat meski tidak menawarkan banyak kejutan dari sisi cerita.
Secara keseluruhan, “Moana” live-action menjadi tontonan keluarga yang layak dinikmati berkat kualitas visualnya yang impresif serta kesetiaannya terhadap kisah asli. Film ini telah tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Juli 2026.