By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Calon Dokter Wajib Tes Kejiwaan? Alasan Kemenkes Biar Nggak Ada Dokter ‘Kaget’ di Masa Depan!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Calon Dokter Wajib Tes Kejiwaan? Alasan Kemenkes Biar Nggak Ada Dokter ‘Kaget’ di Masa Depan!

Pendidikan

Calon Dokter Wajib Tes Kejiwaan? Alasan Kemenkes Biar Nggak Ada Dokter ‘Kaget’ di Masa Depan!

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Goks! Mau Jadi Dokter Harus Sehat Lahir Batin Dulu, Bro Sis! Eh, dengerin berita penting nih buat kalian yang punya cita-cita mulia jadi dokter! Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru aja ngeluarin aturan super penting: calon mahasiswa kedokteran sekarang wajib menjalani pemeriksaan kesehatan mental! Yap, nggak cuma fisik yang dicek, tapi kondisi jiwa juga jadi perhatian utama. Kira-kira, kenapa ya aturan ini penting banget?

Buat sebagian dari kita mungkin mikir, “Lah, emang kenapa sih? Bukannya yang penting pinter sama jago bedah?” Well, gini guys, jadi dokter itu bukan cuma soal ngerti penyakit sama cara ngobatinnya. Dokter itu berhadapan langsung sama nyawa manusia, sama pasien yang lagi sakit dan butuh banget dukungan nggak cuma secara medis, tapi juga secara emosional.

Kenapa Kesehatan Mental Calon Dokter Jadi Prioritas?

  • Beban Kerja Dokter Itu Nggak Main-Main: Kalian tahu sendiri kan, jadi dokter itu jam kerjanya bisa nggak kenal waktu, apalagi pas lagi jaga atau ada kasus gawat darurat. Tekanan kerjanya tinggi banget dan seringkali harus ngadepin situasi yang bikin stres. Kalau kesehatan mentalnya nggak kuat, bisa-bisa malah berdampak buruk buat diri sendiri dan pasien.
  • Empati Itu Kunci: Seorang dokter yang baik bukan cuma pintar mendiagnosis penyakit, tapi juga punya empati sama pasiennya. Mereka harus bisa ngerasain apa yang dirasain pasien, bisa memberikan dukungan moral, dan membangun hubungan yang baik. Nah, kesehatan mental yang stabil itu penting banget buat numbuhin rasa empati ini.
  • Mencegah Hal yang Nggak Diinginkan: Kita sering denger kan berita-berita soal tenaga kesehatan yang mengalami burnout atau bahkan depresi karena tekanan kerja yang tinggi. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan mental dari awal, diharapkan bisa mencegah hal-hal kayak gini terjadi di masa depan. Kita nggak mau kan punya dokter yang justru lagi nggak baik-baik aja mentalnya?
  • Menyiapkan Generasi Dokter yang Lebih Humanis: Tujuan akhirnya sih biar kita punya generasi dokter yang nggak cuma jago ilmu kedokteran, tapi juga punya kesehatan mental yang prima dan bisa memberikan pelayanan yang lebih humanis ke pasien. Dokter yang sehat mentalnya pasti bisa lebih sabar, lebih perhatian, dan lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Jadi Aturan baru dari Kemenkes ini sebenernya adalah langkah yang bagus banget buat memastikan kualitas pendidikan kedokteran di Indonesia. Ini nunjukkin kalau pemerintah juga peduli sama kesejahteraan para calon dokter dan kualitas pelayanan kesehatan di masa depan.

Buat kalian yang bercita-cita jadi dokter, jangan kaget ya kalau nanti ada tahapan pemeriksaan kesehatan mental dalam proses seleksinya. Anggap aja ini sebagai bentuk persiapan diri biar kalian bener-bener siap secara fisik dan mental buat mengemban tugas mulia ini.

Intinya, jadi dokter itu nggak cuma butuh otak yang encer, tapi juga hati dan jiwa yang sehat. Dengan adanya aturan ini, kita berharap bisa punya lebih banyak dokter keren yang nggak cuma pintar, tapi juga punya mental yang kuat dan bisa jadi panutan buat masyarakat. Setuju kan, guys?

You Might Also Like

Peluang Emas! UMB Sediakan Beasiswa Hingga Gratis Kuliah Bagi Peserta SNBT
Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan 34 Resmi Lulus, Ini Pesan Penting Panglima TNI
KPK Bongkar Modus Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB 2026
Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Dipelajari di Semua Jenjang Sekolah
Dedi Mulyadi Larang Titip-Menitip di SPMB Sekolah Maung, Ancam Pecat hingga Proses Hukum
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Outfit Kerja Simpel Jadi Tren, Gen Z Pilih Gaya Berpakaian Khas Ala Steve Jobs
Next Article Oknum PPDS Bikin Geger! Kemenkes Terus Perbarui Informasi Kasus Oknum PPDS
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Universitas Indonesia Gandeng Kampus Top China untuk Tingkatkan Riset dan Pertukaran Mahasiswa

1 week ago
Pendidikan

Kemendikdasmen Kurangi Jumlah Soal Matematika TKA SMA Jadi 25 Butir

1 week ago
Pendidikan

Peluang Magang di Eropa Terbuka untuk Mahasiswa FISIP Undip

1 week ago
Pendidikan

Kemendikdasmen Hadirkan Pentas Pelajar 2026, Ribuan Siswa Tunjukkan Bakat Terbaik

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index