By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Rencana Kemendikdasmen Berlakukan Kembali Penjurusan di SMA Mendapat Dukungan PGRI
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rencana Kemendikdasmen Berlakukan Kembali Penjurusan di SMA Mendapat Dukungan PGRI

Pendidikan

Rencana Kemendikdasmen Berlakukan Kembali Penjurusan di SMA Mendapat Dukungan PGRI

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengembalikan sistem penjurusan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mendapat respons positif dari kalangan pendidik. Kebijakan ini dinilai mampu membantu siswa mendalami ilmu sesuai minat sekaligus memudahkan sekolah dalam mengelola sumber daya guru.

Contents
Kurikulum Merdeka Dinilai Bikin BingungDampak ke Guru: Ketimpangan Jam MengajarJurusan Kembali, TKA Siap Diterapkan

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi, menyatakan bahwa sistem penjurusan kembali penting diterapkan. Menurutnya, kebebasan memilih mata pelajaran dalam Kurikulum Merdeka belum tentu efektif bagi semua siswa.

“Harapan agar siswa menguasai semua ilmu itu memang baik. Tapi kalau tidak siap, justru mereka bisa tidak mendapat apa-apa atau hanya setengah-setengah,” ujar Unifah dalam keterangan resmi pada Senin (14/4).

Ia menilai sistem jurusan akan membuat siswa lebih fokus mendalami bidang tertentu dan berpotensi menjadi ahli sejak di jenjang sekolah menengah.

Kurikulum Merdeka Dinilai Bikin Bingung

Pendapat senada datang dari praktisi pendidikan Heriyanto. Ia mengkritisi pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang menghapus sistem jurusan secara praktis. Menurutnya, banyak siswa dan sekolah justru kesulitan menentukan arah pembelajaran, apalagi di awal kelas XI ketika siswa diminta menetapkan tujuan karier.

“Ada pelajaran dasar yang sering dilepas karena dianggap tidak relevan, padahal sangat diperlukan untuk perguruan tinggi,” kata Heriyanto.

Ia mencontohkan, siswa yang awalnya ingin masuk jurusan kedokteran mungkin hanya mengambil Biologi dan Kimia. Tapi ketika di kelas XII minat berubah ke bidang teknik, mereka kesulitan karena tak mempelajari Fisika sejak awal.

“Di perguruan tinggi, mata kuliah dasar seperti Fisika, Kimia, dan Biologi masih diwajibkan untuk semua mahasiswa baru. Kalau siswa tidak dapat dasar sejak SMA, akan ada kesenjangan yang signifikan,” tambahnya.

Dampak ke Guru: Ketimpangan Jam Mengajar

Masalah lain yang muncul akibat hilangnya sistem penjurusan adalah ketimpangan distribusi jam mengajar. Ignasius Sudaryanto, guru Geografi di SMA Pangudi Luhur II Servasius Bekasi, menyebutkan bahwa banyak guru mengalami kelebihan atau kekurangan jam mengajar, yang berdampak pada tunjangan profesi.

Baca Juga :

Siaga 16 Juni, Pengumuman SPMB Jalur Domisili Sulsel Segera Tayang!
DPRD DKI Minta PAM Jaya Selesaikan Kebutuhan Air Minum Warga Jakarta

“Ada guru yang kekurangan jam karena pelajarannya kurang diminati, sementara yang lain kewalahan. Kalau penjurusan dikembalikan seperti dulu (IPA, IPS, dan Bahasa) akan lebih terstruktur,” ujarnya.

Menurut Ignasius, kebijakan ini tidak hanya akan membuat siswa lebih fokus, tetapi juga membantu sekolah dalam mengatur pembagian guru dan kelas secara proporsional.

Jurusan Kembali, TKA Siap Diterapkan

Gagasan pengembalian penjurusan ini sejalan dengan rencana Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti yang ingin menyusun ulang struktur kurikulum sebagai persiapan penerapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), pengganti Ujian Nasional.
Sistem jurusan dinilai akan memudahkan siswa dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi, sekaligus memberi arah akademik yang lebih jelas sejak bangku SMA.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka struktur pembelajaran di SMA akan kembali ke model klasik yang pernah digunakan sebelumnya. Dengan demikian, siswa akan kembali terbagi dalam jurusan IPA, IPS, atau Bahasa sesuai minat dan tujuan masa depan mereka.***

You Might Also Like

Peluang Emas! UMB Sediakan Beasiswa Hingga Gratis Kuliah Bagi Peserta SNBT
Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan 34 Resmi Lulus, Ini Pesan Penting Panglima TNI
KPK Bongkar Modus Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB 2026
Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Dipelajari di Semua Jenjang Sekolah
Dedi Mulyadi Larang Titip-Menitip di SPMB Sekolah Maung, Ancam Pecat hingga Proses Hukum
TAGGED:KemendikdasmenPenjurusanPGRI
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Viral! Tempat Wisata Baru di Yogyakarta dengan Vibes Korea Jadi Favorit Anak Muda
Next Article Ghosting dan Situationship, Fenomena ‘Hubungan Gantung’ yang Sering Bikin Bingung
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Universitas Indonesia Gandeng Kampus Top China untuk Tingkatkan Riset dan Pertukaran Mahasiswa

1 week ago
Pendidikan

Kemendikdasmen Kurangi Jumlah Soal Matematika TKA SMA Jadi 25 Butir

1 week ago
Pendidikan

Peluang Magang di Eropa Terbuka untuk Mahasiswa FISIP Undip

1 week ago
Pendidikan

Kemendikdasmen Hadirkan Pentas Pelajar 2026, Ribuan Siswa Tunjukkan Bakat Terbaik

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index