By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Baper vs Peka: Kenapa Kadang Kita Ngerasa Gampang Tersinggung?
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Baper vs Peka: Kenapa Kadang Kita Ngerasa Gampang Tersinggung?

Terkini

Baper vs Peka: Kenapa Kadang Kita Ngerasa Gampang Tersinggung?

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Pernah nggak sih, kamu dibilang “Ih, baperan banget!” padahal menurutmu yang dikatakan orang lain memang nyakitin? Atau sebaliknya, kamu merasa seseorang terlalu sensitif, padahal niatmu cuma bercanda? Nah, ini yang bikin kita sering bingung, sebenarnya kita ini baper atau peka? Kenapa kadang kita gampang tersinggung? Yuk, kita bahas lebih dalam!

Baper vs Peka: Apa Bedanya?

Baper alias bawa perasaan adalah kondisi di mana seseorang terlalu mudah merasa tersinggung atau sakit hati, bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya nggak bermaksud menyakiti. Biasanya, orang yang baperan sering merasa semua ucapan orang lain ditujukan untuk menyerang atau mengkritik mereka.

Misalnya saja, ada yang bercanda soal kebiasaanmu, tapi kamu langsung merasa mereka menghina dan nggak suka sama kamu.

Orang yang baperan cenderung melihat sesuatu dari sudut pandang perasaan mereka sendiri, tanpa mempertimbangkan maksud asli lawan bicaranya.

Peka: Bisa Memahami Perasaan Orang Lain

Di sisi lain, peka berarti bisa menangkap perasaan atau maksud tersembunyi dalam suatu ucapan atau situasi. Ini adalah kemampuan memahami emosi orang lain dengan baik, bahkan saat mereka nggak mengatakannya secara langsung.

Misalnya, ketika temanmu bilang dia “baik-baik saja” tapi kamu sadar dari ekspresinya kalau dia sedang sedih. Atau, saat seseorang berbicara dengan nada yang agak ketus, kamu bisa menangkap kalau dia mungkin sedang stres dan bukan bermaksud jahat padamu.

Jadi, kalau baper cenderung berpusat pada perasaan diri sendiri, peka lebih kepada memahami perasaan orang lain.

Baca Juga :

Khasiat Bayam Brazil untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya
Biodata dan Profil Febriola Sinambela, Lengkap dengan Agama, Pendidikan, Hingga Tinggi Badan

Kenapa Kita Kadang Gampang Tersinggung?

Ada beberapa alasan kenapa kita bisa merasa gampang tersinggung atau sulit membedakan antara baper dan peka:

1. Overthinking Berlebihan

Kadang, kita terlalu banyak mikirin sesuatu yang sebenarnya nggak perlu dipikirin. Overthinking bikin kita terus-menerus memutar ulang omongan seseorang di kepala, mencari makna tersembunyi yang mungkin nggak ada.

2. Kurang Percaya Diri

Ketika kita nggak yakin sama diri sendiri, kritik sekecil apa pun bisa terasa menyakitkan. Misalnya, kalau kamu insecure soal penampilan, pujian seperti “Hari ini kamu kelihatan beda!” bisa bikin kamu berpikir yang aneh-aneh.

3. Trauma atau Pengalaman Buruk

Orang yang pernah mengalami perlakuan buruk, seperti perundungan atau dikritik secara kasar, lebih mudah merasa tersinggung. Ini karena mereka secara nggak sadar mengasosiasikan perkataan orang lain dengan pengalaman buruk di masa lalu.

4. Budaya dan Pola Asuh

Di beberapa lingkungan, orang lebih terbiasa berbicara secara blak-blakan, sementara di tempat lain orang cenderung lebih halus. Kalau kamu tumbuh di lingkungan yang lebih sensitif, komentar yang biasa aja bisa terasa tajam buatmu.

5. Kurang Memahami Maksud Orang Lain

Kadang, kita cepat tersinggung karena kita nggak menangkap maksud asli seseorang. Bisa jadi mereka cuma bercanda atau nggak bermaksud buruk, tapi kita menganggapnya sebagai serangan personal.

Gimana Cara Supaya Nggak Gampang Tersinggung?

1. Coba Lihat dari Perspektif Orang Lain

Sebelum tersinggung, coba pikir dulu: “Mungkin dia nggak bermaksud jahat?” atau “Apa mungkin aku terlalu berlebihan menanggapinya?”

2. Jangan Langsung Bereaksi

Kalau ada ucapan yang terasa menyakitkan, coba tahan diri dulu sebelum bereaksi. Bisa jadi, kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya itu bukan masalah besar.

3. Bangun Rasa Percaya Diri

Semakin kamu percaya diri, semakin kecil kemungkinan kamu merasa tersinggung. Kritik atau komentar negatif nggak akan terlalu mengganggumu kalau kamu yakin dengan diri sendiri.

4. Latih Keterampilan Komunikasi

Kalau kamu nggak yakin dengan maksud seseorang, tanyakan dengan baik. Misalnya, “Maksud kamu gimana ya?” daripada langsung marah atau sedih.

5. Belajar Membedakan Mana yang Serius dan Mana yang Bercanda

Nggak semua ucapan harus dianggap serius. Kalau temanmu bercanda tanpa niat buruk, nggak perlu langsung merasa tersinggung. Tapi kalau ada yang berkata kasar atau merendahkanmu dengan sengaja, nggak ada salahnya buat membela diri.

Baper dan peka itu beda tipis, tapi penting buat kita bisa membedakannya. Baper lebih ke perasaan yang terlalu sensitif tanpa mempertimbangkan maksud orang lain, sedangkan peka adalah kemampuan memahami emosi seseorang dengan baik.

Jadi, sebelum merasa tersinggung, coba pikir dulu, “Aku ini lagi baper atau memang peka?” Dengan begitu, kita bisa lebih bijak dalam menyikapi perkataan orang lain dan nggak gampang terbawa perasaan.***

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Kenapa Susah Banget Fokus Pas Belajar? Bisa Jadi Ini Penyebabnya!
Next Article Lirik Lagu dan Chord Gitar ‘Bunga Maaf’ – The Lantis
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index