By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Inovasi Siswa SMA Negeri 13 Kabupaten Maluku Mengolah Bahan Pangan Lokal Jadi Kuliner Unik
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Inovasi Siswa SMA Negeri 13 Kabupaten Maluku Mengolah Bahan Pangan Lokal Jadi Kuliner Unik

Terkini

Inovasi Siswa SMA Negeri 13 Kabupaten Maluku Mengolah Bahan Pangan Lokal Jadi Kuliner Unik

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Siswa SMA Negeri 13 Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi inovasi kuliner yang unik. Dalam pameran ujian praktik muatan lokal dan prakarya pada Jumat (21/2/2025), mereka memperkenalkan dua hidangan khas, yaitu papeda kelor dan sushi kasbi berbahan dasar singkong.

Papeda, makanan tradisional yang umum ditemukan di Maluku dan Papua, biasanya bertekstur kenyal dengan warna abu-abu transparan serta rasa yang tawar. Namun, melalui sentuhan inovatif para siswa, papeda kini tampil berbeda dengan warna hijau khas daun kelor dan cita rasa yang lebih kaya.

Menurut Jen Warella, guru muatan lokal yang membimbing proyek ini, ide tersebut berasal dari para siswa yang melihat banyaknya tanaman kelor tumbuh di sekitar rumah mereka.

“Mereka ingin menciptakan sesuatu yang bermanfaat dari bahan yang mudah ditemukan. Kelor kaya akan nutrisi, sehingga kami coba padukan dengan papeda,” ujarnya.

Jen, yang juga pemilik usaha Coklat Kelor Majen, menjelaskan bahwa pembuatan papeda kelor cukup sederhana. Prosesnya dimulai dengan menghaluskan daun kelor muda, lalu mengeringkannya hingga menjadi bubuk. Bubuk tersebut kemudian dicampurkan dengan sagu sebagai bahan dasar papeda, lalu diseduh dengan air panas hingga membentuk tekstur kenyal.

“Warna hijaunya alami, tanpa rasa pahit, dan nutrisinya tetap terjaga. Ini bisa menjadi alternatif makanan sehat berbasis pangan lokal,” tambahnya.

Tak hanya papeda, para siswa juga menghadirkan inovasi lain berupa sushi kasbi. Berbeda dari sushi pada umumnya, mereka mengganti nasi dengan singkong rebus yang ditumbuk, sementara kulit nori digantikan dengan daun pepaya jepang yang dikukus setengah layu. Isian sushi pun disesuaikan dengan bahan lokal seperti ikan suwir dan ketimun.

“Bisa juga ditambah dengan silpau atau bunga karang yang tinggi protein. Semua bahannya segar dan tersedia di sekitar kita,” jelas Jen.

Kepala Sekolah SMA Negeri 13, Ellen Bebena Kilikily, mengapresiasi inovasi ini dan berharap para siswa lebih aktif dalam memanfaatkan kekayaan alam sekitar.

Baca Juga :

6 Rekomendasi Aktivitas yang Cocok Dilakukan saat Weekend, Bikin Lebih Produktif
Ciri-ciri Sakit Tenggorokan yang Bisa Jadi Tanda Kena Kanker Menurut Ahli

“Makanan bergizi tidak harus mahal. Dengan kreativitas, kita bisa mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan yang sehat dan menarik,” katanya.

Selain papeda kelor dan sushi kasbi, siswa juga mengeksplorasi berbagai makanan berbasis bahan lokal lainnya, seperti jagung pulut, koli, ubi, sukun, labu, kelapa, dan kacang merah. Melalui kreasi ini, mereka tidak hanya belajar tentang pemanfaatan sumber daya alam, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan usaha kuliner berbasis pangan lokal.***

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Dito Ariotedjo Resmi Dilantik Menpora, Menko Airlangga: Keputusan yang Tepat
Next Article Resmi Jadi Menpora Baru, Dito Ariotedjo Mundur dari Rans Nusantara FC
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

6 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

6 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index