By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Tips Mencegah Terjadinya Stunting Akibat Kurang Gizi Pada Anak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tips Mencegah Terjadinya Stunting Akibat Kurang Gizi Pada Anak

Terkini

Tips Mencegah Terjadinya Stunting Akibat Kurang Gizi Pada Anak

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Contents
Rutin Bawa Anak ke PosyanduPerhatian PMBADokter akan Meresepkan PKMK

Bahkan stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Oleh karena itu, perwakilan Ahli Gizi Puskesmas Kelurahan Sunter Jaya, Hilga Tiara Dewi, S.Gz, M.Si memberikan tips kepada para ibu untuk menghindari terjadinya stunting pada anak. Berikut tipsnya yang dikutip dari Antara.

Rutin Bawa Anak ke Posyandu

Ahli Gizi Hilga Tiara Dewi mengimbau kepada para ibu agar rutin membawa anak-anaknya ke posyandu untuk mencegah terjadinya stunting atau kekerdilan akibat kurang gizi.

Ia mengatakan bahwa para ibu harus rajin menimbang berat badan dan tinggi badan anak setiap bulan.

“Untuk mencegah stunting yang pertama ibu-ibu harus rajin menimbang berat badan dan tinggi badan anak setiap bulan. Pilihan di masyarakat ada namanya posyandu,” kata ahli gizi dari Universitas Brawjaya ini saat dijumpai di RPTRA Pulo Besar, Jakarta Utara, Minggu, 23 Juli 2023.

Hilga menjelaskan ketika berat badan anak tidak mengalami kenaikan dalam satu bulan pertama, maka pihak puskesmas bisa mengintervensi penyebabnya.

Jika kondisi tersebut dibiarkan dalam satu bulan, Hilga mengatakan bahwa hal itu akan berisiko meningkatkan stunting.

“Makanya penting ibu-ibu untuk anaknya terus ditimbang selama 5 tahun pertama kehidupan anaknya untuk pemantauan,” jelas Hilga.

Baca Juga :

Khasiat Bawang Hitam untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya
Awal Mula Nikita Mirzani Bertengkar dengan Antonio Dedola hingga Kabur dari Rumah

Perhatian PMBA

Pada kesempatan itu, Hilga juga menyampaikan pemberian makan bayi dan anak (PMBA) juga penting diperhatikan dari usia 6 bulan sampai 5 tahun.

Karena itu, Hilga menambahkan agar para ibu perlu belajar bahwa pemberian makan anak itu bukan mementingkan anak mengonsumsi makanan dan merasa kenyang saja, melainkan memperhatikan gizi dari makanan tersebut.

“Banyak ibu-ibu kita yang masih makan nasi cuma pakai kuah sayur, atau hanya tempe tahu tapi protein hewaninya kurang. Padahal penting sekali bahwa penambahan protein hewani ini suatu bentuk pencegahan terjadinya stunting,” lanjut Hilga.

Dokter akan Meresepkan PKMK

Kemudian apabila anak telah didiagnosa mengalami stunting oleh dokter spesialis anak, maka sang anak akan diresepkan Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) untuk bantu mengejar ketertinggalan anak.

“Namun sebenarnya, kalau sudah stunting, hanya sekitar 20 persen yang berhasil diobati. Kalaupun berhasil, tidak bisa mengembalikan IQ-nya seperti normal. Jadi tetap ada penurunan nilai IQ. Kalau tinggi badan mungkin terkejar dengan PKMK,” kata Hilga.

Maka dari itu, Hilga kembali menegaskan dan mengimbau para ibu berperan aktif dalam mencegah terjadinya stunting pada anak-anak mereka demi masa depannya.

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Biodata dan Profil Lengkap Duo Anggrek, Penyanyi Lagu Cikini-Gondangdia
Next Article Sosok dan Fakta Nanda Persada, Manajer Artis yang Kirim Donatur Rp100 Juta untuk Denise Chariesta
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index