By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Cerita Horor Bercak Darah di Lantai SMA Tugu Malang yang Berasal dari Korban Pembantaian
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Cerita Horor Bercak Darah di Lantai SMA Tugu Malang yang Berasal dari Korban Pembantaian

Terkini

Cerita Horor Bercak Darah di Lantai SMA Tugu Malang yang Berasal dari Korban Pembantaian

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Cerita horor bercak darah di lantai SMA Tugu yang merupakan kompleks sekolah yang terletak di Tugu Malang, Jawa Timur (Jatim), yang terdiri dari tiga institusi pendidikan, yaitu SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 4 Malang, berasal dari korban pembantaian para penjajah.

Contents
Cerita Horor Bercak Darah di Lantai SMA Tugu MalangBerasal dari Korban Pembantaian

Seperti banyak bangunan bersejarah dari masa penjajahan Belanda, SMA Tugu memiliki cerita horor, yakni adanya bercak darah di lantai.

Cerita Horor Bercak Darah di Lantai SMA Tugu Malang

Cerita horor bercak darah di lantai SMA Tugu Malang telah menjadi sorotan dari YouTuber cerita horor Nessie Judge, bahkan menarik perhatian stasiun televisi Korea Selatan.

Sejarah kompleks bangunan SMA Tugu Malang dimulai pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1931, saat bangunan ini didirikan dan digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.

SMA Tugu awalnya adalah bangunan sekolah menengah umum yang dikenal sebagai HBS (Hoogere Burgerschool) dan AMS (Algemeene Middelbare School).

Baca Juga: Cerita Nyi Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan Lengkap dengan Pesan Moral

Dikarenakan usia bangunan ini yang sudah tua, kompleks SMA Tugu sering dianggap memiliki aura angker dan memiliki cerita horor yang menakutkan.

Kota Malang dipenuhi dengan berbagai cerita horor dan legenda mistis. Salah satu yang cukup terkenal adalah cerita yang berhubungan dengan SMA Tugu. Cerita horor Bercak Darah di Lantai SMA Tugu Malang ini telah menjadi legenda dan dikenal oleh banyak masyarakat Indonesia.

Berasal dari Korban Pembantaian

Bercak darah tersebut terdapat di aula sekolah, meskipun sudah sering kali dibersihkan, namun terus muncul kembali. Bahkan setelah lantainya diganti dengan ubin kayu berwarna gelap, bercak darah tersebut masih kembali muncul.

Baca Juga :

Janji Mahfud MD Tegakan Aturan Pro Lingkungan di Penutup Debat Cawapres 2024
Jelang Irak Vs Indonesia, Shin Tae-yong Sebut Pihaknya Fokus Tatap Pertandingan

Konon, bercak darah yang terlihat di lantai aula berasal dari korban pembantaian yang terjadi pada zaman kolonial berabad-abad yang lalu.

Gedung sekolah yang menghadap ke lapangan Jan Pieterzoon Coen dirancang oleh Ir. W. Lemei dari Landsegebouwendienst (Jawatan Gedung Negara) Jawa Timur dan selesai dibangun pada tahun 1931. Cerita horor terjadi pada lantai bangunan yang berwarna kuning. Jika dilihat dengan seksama, terdapat bercak merah.

Baca Juga: Profil dan Biodata Gelandang Persib Levy Clement Madinda Fokus Menang di Kandang

Bercak tersebut memiliki warna merah terang hingga kecoklatan dan tersebar acak di lantai. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa lantai ini sudah diganti beberapa kali, namun bercak berwarna seperti darah tetap tidak hilang. Bahkan, ketika lantai diganti dengan yang baru, bercak darah tersebut akan muncul kembali.

Konon katanya, siapa pun yang berusaha mengganti lantai tersebut akan mengalami sakit yang berkepanjangan dan bahkan kesurupan.

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Cerita Horor Bus Hantu Jurusan Bekasi-Bandung, Perjalanan Menegangkan Penuh dengan Bau Anyir
Next Article Cerita Horor Hantu Fitri, Sosok Perempuan Cantik Tanpa Kaki dari UII
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

5 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index