INVERSI.ID – Tren kanker payudara yang mulai menyerang perempuan di usia muda mendorong komunitas Lovepink Surabaya untuk lebih aktif mengedukasi generasi Z soal pentingnya deteksi dini. Edukasi ini bahkan sudah menyasar ke sekolah-sekolah menengah atas (SMA) sejak tahun lalu.
“Kami sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah, terutama SMA. Jadi anak-anak muda, Gen Z itu mulai kami beri edukasi tentang kanker payudara,” ujar Asih Suprapti dari Pink Squad Lovepink Surabaya, Senin (5/5).
Gen Z Dianggap Rentan, Tapi Jarang Skrining
Menurut Asih, pola hidup modern dan tren gaya hidup anak muda saat ini turut memengaruhi risiko kesehatan, termasuk potensi terkena kanker payudara. Sayangnya, masih banyak remaja perempuan yang merasa terlalu muda untuk mengalami penyakit serius, sehingga enggan melakukan pemeriksaan rutin.
“Saya merasa mereka harus diberi edukasi. Karena beberapa merasa masih muda dan sehat-sehat saja,” lanjutnya.
Padahal, dalam pengalaman pendampingan Lovepink, pernah ditemukan kasus pasien berusia 17 tahun yang sudah terdiagnosis kanker payudara. Hal ini menunjukkan bahwa usia muda bukan jaminan bebas dari risiko kanker.
“Kalau pasien usia muda itu tidak terdeteksi dini, tentu akan sangat telat ketika nanti sudah diketahui,” tegas Asih.
Deteksi Dini, Nyaman, dan Aman
Untuk memastikan proses skrining berjalan dengan nyaman, Lovepink Surabaya selalu menyiapkan tenaga kesehatan perempuan dalam setiap kegiatannya. Hal ini dilakukan berdasarkan masukan dari peserta skrining yang merasa kurang nyaman jika ditangani oleh tenaga medis laki-laki.
“Sejauh ini, kalau ada kegiatan Lovepink selalu pakai dokter perempuan,” ujarnya.
Langkah ini diambil sebagai upaya agar para perempuan, termasuk remaja dan dewasa muda, tidak ragu atau takut melakukan pemeriksaan dini kanker payudara.
Edukasi Sejak Sekolah, Selamatkan Masa Depan
Dengan terus menggalakkan edukasi ke sekolah-sekolah, Lovepink berharap semakin banyak anak muda sadar bahwa skrining bukan hanya untuk orang tua, tapi penting juga bagi mereka yang masih di usia produktif. Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa, dan dimulai dari langkah sederhana, peduli terhadap tubuh sendiri.***