INVERSI.ID – Kanker pada generasi muda kini menjadi perhatian serius dunia medis. Dokter menemukan semakin banyak kasus penyakit kanker di usia muda, terutama di kalangan mereka yang berusia 20 hingga 30-an tahun. Peningkatan ini diduga erat kaitannya dengan pola makan, gaya hidup tidak sehat, hingga faktor lingkungan.
“Saya melihat semakin banyak pasien berusia 20-an dan 30-an yang didiagnosis kanker,” ujar Dr. Jonathan Mizrahi, onkolog dari Ochsner MD Anderson Cancer Center di New Orleans, dikutip dari The Economist, Jumat (11/7).
Pernyataan ini mempertegas tren meningkatnya kanker pada kelompok usia produktif yang selama ini dianggap relatif aman dari risiko kanker.
Penelitian terbaru yang dilakukan American Cancer Society mendalami fenomena ini dengan mengkaji data lebih dari 23 juta pasien di Amerika Serikat yang didiagnosis kanker antara 2000 hingga 2019. Hasilnya cukup mengkhawatirkan: ada peningkatan signifikan pada beberapa jenis kanker di kalangan generasi milenial dan Gen Z.
Data Mengungkap: Tren Kanker Meningkat di Kalangan Anak Muda
Dalam studi besar tersebut, para peneliti menganalisis tingkat insiden kanker lintas generasi, dengan interval usia lima tahun dari kelahiran tahun 1920 hingga 1990. Mereka menemukan bahwa angka kejadian kanker pada generasi muda melonjak dibandingkan generasi sebelumnya.
Ada sembilan jenis kanker yang tercatat meningkat kasusnya di kalangan milenial dan Gen Z. Di antaranya kanker payudara, kanker endometrium, kanker kolorektal, kanker lambung non-kardia, kanker kandung empedu, kanker ovarium, kanker testis, dan kanker anus pada pria.
Dari data yang sama, risiko kanker endometrium pada generasi muda bahkan tercatat melonjak hingga 169 persen lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Sedangkan risiko kanker ovarium naik sekitar 12 persen. Selain itu, angka kematian akibat kanker hati (pada perempuan), kanker testis, kanker kandung empedu, dan kolorektal juga meningkat di kelompok usia muda.
“Peningkatan angka kanker di kalangan generasi muda ini menunjukkan pergeseran risiko kanker antar generasi, dan sering kali menjadi indikator awal besarnya beban kanker di masa depan di negara ini,” kata Dr. Ahmedin Jemal, salah satu peneliti senior dalam studi ini.
Gaya Hidup Tidak Sehat Jadi Faktor Utama
Para ilmuwan dalam laporan tersebut juga mengidentifikasi beberapa faktor risiko yang mendasari tren ini. Salah satunya adalah pergeseran pola makan generasi muda yang cenderung tinggi kalori, rendah serat, dan banyak mengonsumsi makanan olahan.
Selain pola makan, gaya hidup tidak aktif atau minim olahraga, penggunaan obat-obatan tertentu, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol di usia muda turut menyumbang risiko lebih besar terkena kanker.
“Pola hidup modern yang serba cepat memang memudahkan, tapi banyak anak muda lupa menjaga keseimbangan nutrisi dan aktivitas fisik. Inilah yang memperbesar risiko mereka terkena kanker di usia muda,” tambah Jemal.
Bahkan konsumsi gula berlebih yang memicu obesitas juga disebut sebagai salah satu pemicu kanker, terutama kanker endometrium dan kolorektal. Oleh karena itu, para pakar kesehatan menyerukan pentingnya edukasi sejak dini tentang gaya hidup sehat demi mencegah penyakit kanker di usia muda.
Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Melihat tren ini, para ahli menyarankan generasi muda untuk mulai memperbaiki pola hidup. Beberapa langkah sederhana namun efektif di antaranya:
- Menjaga berat badan ideal dengan pola makan bergizi seimbang
- Membatasi konsumsi makanan ultra-proses, gorengan, dan minuman tinggi gula
- Aktif berolahraga minimal 30 menit per hari
- Menghindari rokok, alkohol, serta obat-obatan terlarang
- Melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, termasuk skrining kanker jika memiliki riwayat keluarga
Selain itu, kesadaran untuk mengenali gejala awal kanker juga penting. Misalnya, penurunan berat badan drastis tanpa sebab jelas, perdarahan tidak normal, benjolan pada tubuh, hingga perubahan pola buang air besar. Semakin cepat dideteksi, semakin besar peluang sembuh.
Meningkatnya kasus kanker pada generasi muda menjadi alarm bagi kita semua, khususnya anak muda, untuk lebih peduli pada kesehatan. Pola makan, gaya hidup tidak sehat, serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor risiko utama yang bisa dicegah dengan disiplin menjalani hidup sehat.
Masa muda adalah masa penuh potensi. Jangan biarkan penyakit seperti kanker merenggut masa depan hanya karena kita lalai menjaga kesehatan. Mulailah dengan langkah kecil: perbanyak sayur dan buah, rutin berolahraga, kurangi makanan olahan, dan biasakan pola hidup aktif.
Dengan perubahan sederhana namun konsisten, generasi muda bisa melindungi diri dari ancaman penyakit kanker di usia muda sekaligus menginspirasi lingkungan sekitar untuk menjalani hidup sehat.