INVERSI.ID – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya generasi muda untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya di era disrupsi teknologi.
Dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema “Implementasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai Fondasi Etika dan Moral di Perguruan Tinggi” yang digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Jawa Tengah, Sabtu (14/6), Lestari menegaskan bahwa Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah panduan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Implementasi nilai-nilai Empat Pilar merupakan langkah penting untuk membentuk arah moral dan etika bangsa ke depan,” ujar Lestari yang akrab disapa Rerie, di hadapan sivitas akademika UMK.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu mengungkapkan, cepatnya laju teknologi tanpa dibarengi pemahaman literasi kebangsaan dapat menjadi ancaman tersendiri. Ia menilai, jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi mengikis ideologi bangsa, khususnya di kalangan generasi muda.
“Kecepatan perkembangan teknologi bisa mengubah pola pikir dan cara hidup kita secara drastis. Jika tidak diimbangi dengan literasi dan nilai kebangsaan yang kuat, ini berisiko besar,” tegasnya.
Ia pun mendorong mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa untuk menjadikan nilai-nilai Empat Pilar sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari—baik di lingkungan kampus, masyarakat, hingga ruang digital.
Peran Mahasiswa dalam Memenangi Persaingan Global
Menurut anggota Majelis Tinggi Partai NasDem ini, penguasaan nilai kebangsaan yang kuat menjadi bekal penting agar generasi muda Indonesia mampu bersaing secara sehat di masa depan. Ia menambahkan, warisan nilai dari para pendiri bangsa bukan hanya simbol, tapi harus menjadi energi dalam menjawab tantangan zaman.
“Kita butuh generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga kokoh secara ideologi,” tutup Rerie.***