INVERSI.ID – Kata “cuan” sudah akrab di telinga generasi muda, terutama saat membahas soal bisnis, investasi, atau keuntungan. Tapi, tahukah kamu kalau istilah ini bukan asli dari bahasa Indonesia?
Seiring perkembangan zaman, bahasa gaul terus mengalami evolusi. Media sosial turut mempercepat penyebarannya di kalangan anak muda. Istilah-istilah seperti gabut, bestie, hingga uwu kini menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Salah satu yang paling populer adalah “cuan”, yang merujuk pada untung besar atau laba finansial.
Mengutip buku Fundamental VS Technical: Which Side Are You In? karya Rivan Kurniawan dan Liyanto Sudarso, kata “cuan” berasal dari bahasa Mandarin: “Ta Cuan” — di mana “Ta” berarti besar dan “Cuan” berarti keuntungan. Dalam praktiknya, istilah ini digunakan untuk menunjukkan hasil yang menguntungkan, terutama dalam dunia bisnis dan investasi.
Menurut situs Yabla.com, kata “cuan” dalam pengucapan Mandarin dieja sebagai “tsuan”. Istilah ini bukan bagian dari Mandarin formal, namun digunakan secara luas sebagai slang keuangan — mirip seperti kata “profit” atau “gain” dalam bahasa Inggris.
“Cuan bukan bahasa baku, tapi umum digunakan sebagai istilah sehari-hari yang menunjukkan keberhasilan finansial,” tulis laman Yabla.
Pandangan Ahli Bahasa
Menurut Dr. Untung Yuwono, Dosen Ilmu Linguistik FIB Universitas Indonesia, penggunaan bahasa gaul seperti “cuan” adalah bentuk kreativitas generasi muda.
“Bahasa gaul merupakan register bahasa kaum muda yang wajar dan mencerminkan kreativitas berbahasa mereka,” jelasnya dikutip dari Antara, Senin (16/6).
Selain “cuan”, ada juga fenomena bahasa gaul angka dalam Mandarin yang cukup unik dan menarik perhatian. Dikutip dari laman Universitas Negeri Surabaya (Unesa), berikut beberapa contohnya:
- 996 (Jiā Bān Wén Huà) – Budaya kerja dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, selama 6 hari. Sering digunakan dalam konteks satir terkait budaya kerja keras berlebihan di Tiongkok.
- 886 (Bāi Bāi La) – Kedengaran seperti “bye-bye” dalam bahasa Inggris. Digunakan untuk mengucapkan selamat tinggal dengan cara santai.
- 233 (Xiào Dào Chōu Jīn) – Digunakan untuk menunjukkan tawa lepas, setara dengan “LOL”.
- 250 (Èr Bǎi Wǔ) – Slang yang berarti bodoh. Memiliki konotasi negatif dan biasanya dipakai antar teman dekat secara bercanda.
- 555 (Wū Wū Wū) – Terdengar seperti suara menangis. Digunakan untuk menggambarkan kesedihan atau suasana yang mengharukan.
Fenomena bahasa gaul seperti “cuan” membuktikan bahwa bahasa terus berkembang dinamis, sejalan dengan tren sosial, teknologi, dan budaya. Bagi generasi muda, memahami asal-usul dan konteksnya tak hanya menambah wawasan, tapi juga membuat komunikasi jadi lebih bermakna dan cerdas.***