inversi.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengambil langkah strategis untuk merevolusi sektor aviasi dan pariwisata Indonesia melalui pembentukan holding BUMN pariwisata dan pendukung, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau yang lebih dikenal sebagai InJourney. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang terintegrasi, berdaya saing global, serta mampu memberikan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
InJourney dibentuk sebagai orkestrator yang akan menyinergikan berbagai BUMN di sektor terkait, mulai dari pengelolaan bandara, maskapai penerbangan, manajemen destinasi wisata, hingga perhotelan. Dengan visi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi pariwisata terdepan di kawasan, InJourney mengemban misi untuk melakukan pembenahan dan inovasi secara menyeluruh.
Salah satu fokus utama transformasi yang diusung InJourney adalah peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur kebandarudaraan. Bandara tidak lagi dipandang hanya sebagai gerbang keberangkatan dan kedatangan, melainkan sebagai etalase pertama yang memperkenalkan keramahtamahan dan kekayaan budaya Indonesia. Melalui anak usahanya, InJourney Airports, dilakukan standardisasi dan peningkatan fasilitas di berbagai bandara di bawah pengelolaannya untuk memberikan pengalaman yang mulus dan berkesan bagi para pelancong.
Di sektor pengelolaan destinasi, InJourney telah menunjukkan komitmennya melalui revitalisasi sejumlah ikon pariwisata nasional. Proyek transformasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi salah satu contoh sukses, di mana TMII kini hadir dengan wajah baru yang lebih modern, inklusif, dan berkonsep hijau, tanpa meninggalkan esensinya sebagai rangkuman budaya Indonesia.
Tidak hanya itu, InJourney juga menjadi motor penggerak pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, seperti Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan Sanur di Bali. KEK Mandalika terus dikembangkan sebagai destinasi sportainment kelas dunia dengan Sirkuit Internasional Mandalika sebagai daya tarik utamanya. Sementara itu, KEK Sanur diproyeksikan menjadi pusat pariwisata kesehatan (medical & wellness tourism) terpadu pertama di Indonesia.
Langkah-langkah transformasi ini terbukti membawa dampak positif. Sinergi antar BUMN di bawah naungan InJourney berhasil meningkatkan efisiensi operasional dan menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan. Lebih jauh, inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat konektivitas antar daerah, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, serta mempromosikan destinasi-destinasi wisata potensial di seluruh nusantara.
Dengan strategi yang terarah dan eksekusi yang solid, Kementerian BUMN melalui InJourney berupaya tidak hanya membangkitkan kembali sektor pariwisata pasca-pandemi, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh agar pariwisata Indonesia dapat tumbuh berkelanjutan dan menjadi salah satu pilar utama perekonomian nasional di masa depan.