Halo Inversi! Sebanyak 1.000 pelajar dari 27 sekolah tingkat SMA/SMK/Madrasah Aliyah se-Kota Medan ikut ambil bagian dalam Lomba Kreasi Formasi (Kreafor) Pemuda 2025.
Event bergengsi ini digelar oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di Taman Cadika, Medan. Tak tanggung-tanggung, para peserta berjuang memperebutkan Piala Wali Kota Medan dan total hadiah hingga Rp100 juta.
Dibuka Langsung oleh Wali Kota Medan
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, hadir langsung membuka acara sekaligus memberikan suntikan motivasi. Dalam sambutannya, ia menyebut bahwa Kreafor Pemuda 2025 bukan sekadar lomba biasa, melainkan “Tonggak Semangat Baru” bagi pemuda Medan untuk melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, disiplin, dan penuh prestasi.
Menurut Rico, pemuda adalah energi besar yang selalu menjadi motor penggerak sejarah. Ia menegaskan bahwa Pemko Medan berkomitmen memberi ruang bagi kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan pemuda sejak dini.
“Sejarah selalu mencatat, setiap kebangkitan besar pasti melibatkan pemuda. Karena itu, ajang ini bukan hanya kompetisi, tapi wahana pembinaan karakter, kedisiplinan, kekompakan, dan sportivitas,” ujarnya penuh semangat.
Pesan Wali Kota: Proses Lebih Penting dari Juara
Rico juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman berharga. Ia menekankan bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal meraih juara, tetapi juga tentang berproses, melatih mental, membangun kebersamaan, dan memperluas jejaring.
“Bertandinglah dengan penuh semangat, jaga sportivitas, dan tampilkan karya terbaik,” tegasnya. Di hadapan pejabat penting seperti Kadispora T. Chairuniza, Kadis Pendidikan Benny Sinomba Siregar, Kepala Kesbangpol Andy Mario.
Serta unsur Muspika, Rico menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata keseriusan Pemko Medan dalam membangun pemuda kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Atraksi Pembuka yang Spektakuler
Acara dibuka dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Medan. Suasana semakin meriah ketika siswa SMA Negeri 13 Medan menampilkan tari komando atraktif yang memukau penonton. Energi positif ini langsung menjadi penghangat suasana sebelum lomba resmi dimulai.
Kadispora T. Chairuniza dalam laporannya menyebutkan bahwa tujuan utama lomba ini adalah melatih disiplin, sikap mental, dan kekompakan generasi muda.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar siswa SMA/SMK/MA se-Kota Medan. “Lewat ajang ini, kita ingin membentuk pemuda Medan yang disiplin, tangguh, dan solid,” jelasnya.
Ragam Kategori Lomba dan Hadiah Besar
Kreafor Pemuda 2025 tidak hanya menampilkan variasi formasi baris-berbaris, tetapi juga kategori lain seperti formasi komedi, suporter terbaik, devile terbaik, pelatih terbaik, komandan terbaik, hingga kostum terbaik.
Semua kategori ini semakin menambah daya tarik lomba yang berlangsung selama dua hari penuh. Total hadiah sebesar Rp100 juta siap diperebutkan para peserta.
Selama dua hari, Taman Cadika dipenuhi semangat ribuan pelajar yang beradu kreativitas dan kekompakan. Dengan melibatkan 27 sekolah, Kreafor Pemuda 2025 bukan hanya kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi dan persahabatan antar siswa.
Dengan semangat yang membara, ajang ini diharapkan mampu melahirkan generasi emas Kota Medan yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga dalam hal karakter, kepemimpinan, dan kreativitas.
“Pemuda Medan harus jadi contoh, bahwa kita bisa disiplin sekaligus kreatif. Dari sini, lahir generasi yang siap bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tutup Rico Waas.