Halo sahabat Inversi! Ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 di Kabupaten Lumajang jadi momen bersejarah buat para siswa madrasah.
Tidak hanya sukses melahirkan juara baru, acara ini juga semakin meriah dengan hadirnya Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar yang memberikan penghargaan langsung kepada para pelajar berprestasi.
Dalam sambutannya di halaman Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Lumajang, Kapolres menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi bentuk nyata apresiasi dan dukungan aparat kepolisian terhadap dunia pendidikan, khususnya madrasah.
“Generasi muda di Lumajang punya potensi luar biasa. Semangat berprestasi ini harus terus dijaga supaya mereka bisa jadi kebanggaan daerah, bahkan bangsa,” ujar AKBP Alex.
Sinergi Polisi dan Kemenag untuk Generasi Berkarakter
Kapolres Alex menekankan bahwa kegiatan ini adalah langkah penting mempererat silaturahmi dan sinergi antara Polres Lumajang dan Kemenag. Menurutnya, mencetak generasi cerdas tidak bisa berjalan sendiri, tapi butuh kerja sama lintas instansi.
“Polisi dan Kemenag sama-sama punya peran strategis. Kemenag lewat pendidikan membangun ilmu dan karakter, sementara kepolisian menciptakan suasana aman dan kondusif agar proses itu berjalan maksimal,” tambahnya.
Suasana kerja yang harmonis, lanjutnya, bukan hanya penting di kantor polisi, tapi juga di lembaga pendidikan. Jika guru, kepala madrasah, dan pengawas pendidikan bisa menumbuhkan budaya kerja yang akrab, aman, dan nyaman, siswa pun akan tumbuh jadi pribadi yang percaya diri dan berprestasi.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyinggung soal pentingnya peran Kantor Urusan Agama (KUA) di tiap kecamatan. Menurutnya, KUA bukan hanya sekadar tempat urusan pernikahan, tapi garda depan pelayanan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kerja sama KUA dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) harus terus diperkuat. “Kalau sukses di tingkat kecamatan, maka sukses besar di tingkat kabupaten bukan hal yang sulit dicapai,” jelasnya.
Tegas soal Bullying: Madrasah Harus Jadi Zona Aman
Salah satu pesan paling kuat dari AKBP Alex adalah soal pencegahan bullying di sekolah. Ia mengingatkan kepala madrasah dan pengawas pendidikan untuk benar-benar memperhatikan kondisi siswa.
“Kita tidak boleh membiarkan bullying terjadi. Itu bukan hanya melukai mental siswa, tapi juga melanggar hukum,” tegasnya.
Pesan ini disambut hangat oleh para guru dan peserta. Banyak yang menganggap pernyataan tersebut sebagai dorongan moral sekaligus peringatan serius agar sekolah lebih aktif menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman.
Menjelang Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, Kapolres juga mengajak seluruh ASN Kemenag dan siswa untuk menyukseskan apel bersama. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan selama peringatan berlangsung.
“Hari Santri adalah momen kebanggaan bangsa. Jadikan momentum ini untuk menunjukkan bahwa santri dan siswa madrasah adalah generasi berkarakter, disiplin, dan siap membangun negeri,” pungkasnya.
Generasi Madrasah, Generasi Masa Depan
Acara OMI 2025 di Lumajang tidak hanya menghadirkan deretan juara, tapi juga pesan moral yang kuat: prestasi, sinergi, anti bullying, dan cinta tanah air.
Kapolres Lumajang menegaskan, penghargaan yang diberikan bukan hanya soal piala atau sertifikat, melainkan motivasi agar siswa terus belajar, berprestasi, dan tidak pernah takut bermimpi besar.
Dengan dukungan penuh dari kepolisian, Kemenag, guru, dan orang tua, generasi madrasah di Lumajang diyakini bisa melangkah lebih jauh, bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga nasional bahkan internasional.