INVERSI.ID – Langit Riyadh yang panas dan kering nggak jadi penghalang buat Tim Renang Indonesia menunjukkan taringnya di ajang Islamic Solidarity Games (ISG) 2025. Meski sempat dihantam kondisi fisik dan cuaca ekstrem, para perenang Merah Putih tetap pulang dengan kepala tegak. Total, mereka mengantongi 12 medali: satu emas, lima perak, dan enam perunggu.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Kepala Pelatih Tim Renang Indonesia, Albert C. Sutanto, lewat keterangan resmi Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Kamis. Dalam pernyataannya, Albert nggak bisa menyembunyikan rasa bangga atas perjuangan para atlet muda yang tampil penuh dedikasi di tengah tantangan berat.
“Dari sisi medali perak saja sudah naik dari dua menjadi lima, dan kali ini kita juga berhasil meraih satu medali emas,” ujarnya.
Capaian ini bikin Indonesia mencatat hasil yang jauh lebih baik dibanding ISG 2022 di Konya, Turki, di mana saat itu tim hanya membawa pulang dua perak dan 12 perunggu. Artinya, ada peningkatan signifikan yang menandakan arah pembinaan olahraga renang nasional mulai menemukan jalur positif.
Sakit, Tapi Tetap Berjuang: Cerita di Balik Kolam
Di balik raihan medali itu, ada cerita perjuangan yang nggak semua orang tahu. Albert mengungkapkan, kondisi cuaca di Arab Saudi sempat bikin beberapa atlet jatuh sakit. Nama-nama seperti Joe Aditya Kurniawan, Farrel Armandio Tangkas, dan Jason Donovan Yusuf bahkan sempat terserang demam dan radang. Tapi alih-alih menyerah, mereka memilih tetap turun ke kolam dan berjuang sampai garis akhir.
“Ini menjadi pelajaran dari sisi manajemen waktu dan tapering (pengurangan beban latihan) menuju SEA Games nanti,” kata Albert.
Meski kondisi fisik mereka nggak seratus persen, semangat juang para atlet muda Indonesia tetap berkobar. Hasilnya bisa dilihat dari torehan waktu yang konsisten meningkat di setiap nomor. Beberapa nama baru seperti Flairene Candrea dan Adellia juga tampil menonjol dan sukses membuktikan bahwa regenerasi di dunia renang Indonesia berjalan dengan baik.
“Mereka berkembang pesat dari ajang ke ajang. Artinya regenerasi di renang berjalan baik. Apa pun hasilnya, kami bangga,” tambah Albert.
Cerita semacam ini jadi bukti bahwa di dunia olahraga, medali bukan satu-satunya ukuran sukses. Mental baja dan kemauan untuk terus berkembang juga bagian dari kemenangan sejati.
Generasi Baru, Harapan Baru: Saat Renang Jadi Jalan Menuju Indonesia Emas
Hasil luar biasa tim renang nggak cuma soal angka di papan skor, tapi juga semangat regenerasi. Dari nama-nama muda seperti Adellia, Flairene, Azzahra, hingga Jason, terlihat jelas bagaimana talenta baru mulai bermunculan dan siap bersaing di panggung internasional.
Keberhasilan ini juga ikut mendongkrak posisi Tim Indonesia secara keseluruhan di klasemen sementara ISG Riyadh 2025. Sampai hari terakhir, Indonesia bertengger di peringkat ke-10 dengan koleksi empat emas, 12 perak, dan tujuh perunggu. Sebuah capaian yang menandakan bahwa olahraga Indonesia masih punya tenaga untuk melangkah lebih jauh.
Berikut daftar lengkap peraih medali tim renang Indonesia di ISG 2025:
Medali Emas
- Adellia (women’s breaststroke 200m)
Medali Perak
- Jason Donovan Yusuf, Nadia Aisha Nurzami, Joe Aditya Kurniawan, dan Azzahra Permatahani (mixed 4x100m freestyle relay)
- Azzahra Permatahani (women’s 200m individual medley)
- Adellia (women’s 100m breaststroke)
- Farrel Armandio Tangkas, Muhammad Dwiky Raharjo, Azzahra Permatahani, dan Nadia Aisha Nurzami (mixed 4x100m medley relay)
- Flairene Candrea, Adellia, Azzahra Permatahani, dan Nadia Aisha Nurzami (women’s 4x100m medley relay)
Medali Perunggu
- Nadia Aisha Nurzami (women’s 50m freestyle)
- Flairene Candrea (women’s 100m backstroke)
- Farrel Armandio Tangkas, Muhammad Dwiki Raharjo, Joe Aditya Kurniawan, dan Jason Donovan Yusuf (men’s 4x100m medley relay)
- Flairene Candrea (women’s 50m backstroke)
- Jason Donovan Yusuf (men’s 50m backstroke)
- Flairene Candrea, Adellia, Azzahra Permatahani, dan Nadia Aisha Nurzami (women’s 4x100m freestyle relay)
Kalau dilihat dari komposisinya, sebagian besar medali datang dari nomor estafet dan gaya dada dua sektor yang mulai jadi kekuatan baru renang Indonesia. Keberhasilan para atlet perempuan seperti Adellia dan Azzahra juga menunjukkan bahwa sektor putri kini mampu bersaing di level internasional.
Albert menyebut performa mereka ini jadi bekal penting menuju SEA Games mendatang, sekaligus indikator bahwa pembinaan jangka panjang yang dilakukan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) sudah mulai berbuah.
Bukan Sekadar Medali, Tapi Soal Mental Juara
Kalau ada pelajaran besar dari ISG 2025 ini, mungkin satu hal yang paling mencolok adalah mental juang. Meski sempat drop karena cuaca, tim renang Indonesia berhasil bangkit dan membalik keadaan.
Albert juga menyoroti pentingnya tapering atau strategi pengurangan intensitas latihan menjelang kejuaraan besar agar kondisi fisik atlet tetap prima. Hal ini akan menjadi catatan penting sebelum menghadapi SEA Games dan event internasional lainnya.
“Ajang ini bukan cuma tentang hasil, tapi juga proses. Dari ISG ini kita belajar banyak, terutama bagaimana mempersiapkan atlet menghadapi tekanan, cuaca ekstrem, dan situasi tak terduga,” jelas Albert.
Bisa dibilang, ISG 2025 jadi momen uji mental bagi para perenang muda Indonesia. Mereka bukan cuma bersaing melawan atlet dari negara lain, tapi juga melawan diri sendiri. Dan ketika peluit berbunyi di atas kolam, semua rasa lelah dan sakit seolah hilang, berganti jadi semangat untuk membawa nama Indonesia di podium.
Dari Riyadh ke Masa Depan
Perjalanan Tim Renang Indonesia di Islamic Solidarity Games 2025 bukan akhir, tapi awal dari babak baru. Generasi muda seperti Adellia, Azzahra, dan Flairene membawa pesan kuat bahwa masa depan olahraga renang Indonesia cerah banget.
Dengan performa yang terus meningkat dan pembinaan yang makin matang, bukan nggak mungkin dalam beberapa tahun ke depan Indonesia bisa bersaing di level dunia. ISG 2025 hanyalah langkah pertama menuju panggung yang lebih besar tempat di mana Merah Putih bisa berkibar di antara para juara dunia.
Kalau dulu banyak yang ragu soal potensi renang Indonesia, sekarang waktunya percaya. Karena dari kolam di Riyadh, semangat juang anak muda Indonesia sudah membuktikan satu hal: mimpi besar selalu dimulai dari keberanian untuk melompat ke dalam air, melawan arus, dan terus berenang sampai garis akhir.