Kontingen Indonesia menutup kiprah di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand dengan hasil gemilang. Pada hari terakhir pertandingan yang berlangsung Minggu (25/1), atlet-atlet Merah Putih kembali mengoleksi medali dari berbagai cabang olahraga.
Berdasarkan laman resmi ASEAN Para Games yang dipantau di Jakarta, pertandingan yang digelar di Nakhon Ratchasima tersebut menjadi penutup manis bagi Indonesia dengan tambahan emas, perak, dan perunggu.
Dominasi Para Atletik dan Renang
Cabang para atletik menjadi penyumbang emas terbanyak pada hari terakhir dengan total lima medali emas. Emas tersebut diraih oleh Angin Reza Pramana Perangin dari nomor lempar cakram putra F43/F44, Nomleni Alfin pada lari 1.500 meter putra T20, Ubaidillah Muhammad Dimas di lompat jauh putra T11, Fauzi Ahmad dari tolak peluru putra F37, serta Priyanti Lia di nomor tolak peluru putri F44.
Selain emas, para atletik juga menambah satu medali perak dari nomor estafet universal serta dua perunggu dari lari 800 meter T54 dan lempar cakram F43.
Dari cabang para renang, Indonesia tampil impresif dengan meraih tujuh medali emas. Jendi Panggabean menjadi sorotan setelah menjuarai nomor 100 meter gaya bebas putra S9. Emas lainnya disumbangkan oleh Januari, Harsanto Mutiara Cantik, Aris Wibawa, Siti Aisyah, serta tim estafet 4×100 meter putra S1–S10. Selain itu, cabang ini juga mengoleksi delapan perak dan tiga perunggu.
Kilau Medali dari Berbagai Cabang
Prestasi membanggakan juga datang dari para bulu tangkis yang mengamankan enam medali emas dari sembilan nomor yang dipertandingkan. Medali emas diraih antara lain oleh Ramdani Hikmat, Dheva Anrimusthi, Subhan, Supriadi, serta dua nomor final yang mempertemukan sesama atlet Indonesia. Hasil ini mengukuhkan Indonesia sebagai kandidat kuat juara umum cabang para bulu tangkis.
Cabang para balap sepeda turut menyumbang dua emas tambahan melalui Nurfendi dan Muhammad Fadli Imammuddin di nomor individual pursuit. Secara keseluruhan, balap sepeda mengoleksi tujuh emas, lima perak, dan empat perunggu, dengan Nurfendi dan Fadli menjadi atlet paling sukses.
Sementara itu, para catur menjadi salah satu lumbung medali pada hari terakhir dengan raihan enam emas, 12 perak, dan tiga perunggu. Boccia menambah satu emas dan dua perunggu, sedangkan para panahan menyumbang satu perak dan satu perunggu sekaligus memastikan Indonesia keluar sebagai juara umum di cabang tersebut.
Klasemen Akhir ASEAN Para Games 2025
Dari cabang beregu, para voli duduk putra dan goalball harus puas dengan medali perak setelah kalah dari Myanmar dan Thailand pada laga final. Para tenis meja menutup kompetisi dengan tambahan dua emas, empat perak, dan satu perunggu.
Secara keseluruhan, Indonesia menutup ASEAN Para Games 2025 dengan menempati posisi kedua klasemen medali. Kontingen Merah Putih mengoleksi total 135 medali emas, 144 medali perak, dan 114 medali perunggu, atau keseluruhan 393 medali sepanjang ajang berlangsung.