By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Anak Indonesia Makin Doyan Literasi, Tapi…
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Anak Indonesia Makin Doyan Literasi, Tapi…

Pendidikan

Anak Indonesia Makin Doyan Literasi, Tapi…

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Eh, bro sis! Ada kabar seru nih buat kita semua yang demen scroll sosmed (atau yang diem-diem suka baca juga!). Ternyata, tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia tuh lagi on the rise alias makin meningkat dari tahun ke tahun! Ini bukan kata gue ya, tapi bocoran langsung dari Bapak Joko Santoso, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional (Perpusnas), pas ngobrol di radio Pro 3 RRI, Rabu (23/4/2025).

Bayangin deh, dulu mungkin kita lebih demen mantengin video atau nge-game, tapi sekarang, makin banyak yang mulai asyik sama buku atau artikel. Pak Joko bilang, sekarang ini level kegemaran membaca kita udah di antara “sedang” mau ke “tinggi” gitu! Keren kan? Mereka ngukurnya pakai seberapa sering kita baca, berapa lama kita baca, dan berapa banyak bahan bacaan yang kita lahap.

“Surveinya kita lakuin tiap tiga bulan sekali. Nah, angka terakhir nih udah nyentuh 71,3 persen!” seru Pak Joko.

Nggak kebayang kan bedanya sama 10 tahun lalu yang katanya masih jauh banget di bawah angka itu. Pak Joko juga ngejelasin nih, makin tinggi minat baca, makin jago juga kita dalam hal literasi, apalagi buat kita yang masih sekolah atau kuliah. Ibaratnya kayak combo gitu deh!

“Udah kayak garis lurus deh hubungannya. Kalau budaya baca kita tinggi, ya otomatis kemampuan literasi masyarakat juga ikutan naik,” jelasnya. Tapi, doi juga ngingetin nih, selain sering baca, kecepatan baca juga penting banget buat ningkatin kemampuan literasi kita.

Nah, di sinilah PR-nya nih, guys! Kecepatan baca rata-rata orang Indonesia itu masih di angka 270 kata per menit. Jauh banget kalau dibandingin sama negara lain yang udah nyampe 450 kata per menit! Waduh, ketinggalan jauh nih kayak lagi buffering internet lemot.

“Seharusnya sih kecepatan membaca ini udah diajarin dari SD sama SMP,” kata Pak Joko. Beliau juga nyebutin nih tantangan Indonesia sebagai negara kepulauan yang bikin akses ke bahan bacaan jadi nggak merata. Nggak semua tempat punya toko buku keren atau perpustakaan lengkap kan?

Tapi tenang, Perpusnas nggak tinggal diam kok! Mereka terus gercep buat ningkatin literasi kita dengan berbagai cara. Contohnya nih, ada mobil perpustakaan keliling, motor perpustakaan (keren kan!), dan juga pengembangan pojok baca digital.

“Nah, pojok baca digital ini nih yang pas banget buat generasi milenial kayak kalian! Udah pasti konek sama internet dan gampang banget buat akses informasinya,” pungkas Pak Joko.

Baca Juga :

Wamenhaj Dahnil Pastikan Pendidikan Anak Aceh Tamiang Bangkit!
Ryokuoushoku Shakai Gelar Konser Perdana di Indonesia, Catat Tanggalnya!

Kita makin demen baca itu bagus banget! Tapi, jangan cuma banyakin jumlah bacaan, kecepatan bacanya juga perlu ditingkatin biar makin power up kemampuan literasi kita. Perpusnas juga udah gerak cepat nih nyediain fasilitas biar kita makin gampang akses buku dan informasi. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai sekarang kita upgrade skill baca kita biar nggak ketinggalan sama negara lain!

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:indonesiaLItaerasiMinat Baca
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Bahaya Skincare Palsu, BPOM Sikat Habis Kosmetik Abal-Abal
Next Article Gebrakan Baru: SMKN 1 Banjit Peluang Magang Teknologi Lebih Dekat dan Realistis!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index