By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Anak Muda Peduli Lingkungan: Dari Eco-Enzym Sampai Bank Sampah Digital
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Anak Muda Peduli Lingkungan: Dari Eco-Enzym Sampai Bank Sampah Digital

Event

Anak Muda Peduli Lingkungan: Dari Eco-Enzym Sampai Bank Sampah Digital

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di tengah isu krisis iklim yang semakin nyata, dua anak muda Indonesia menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana di sekitar kita. Mereka adalah Fikri (20) dan Sari (22), peserta GLOW Ambassador by Childfund, sebuah kampanye yang mengajak remaja dan dewasa muda untuk menjadi agen perubahan dalam isu lingkungan.

Contents
Fikri: Olah Sampah Jadi Eco-Enzym dan Lilin OrganikSari: Bangun Bank Sampah Digital untuk Kurangi BanjirYouth Gathering GLOW: Aksi Iklim yang Berakar dari KomunitasMembangun Komitmen dan Konsistensi Anak MudaDari Media Sosial ke Kebijakan: Anak Muda Punya Peran StrategisAksi Kecil, Dampak Besar

Fikri: Olah Sampah Jadi Eco-Enzym dan Lilin Organik

Masa pandemi Covid-19 menjadi titik balik bagi Fikri, mahasiswa asal Semarang. Ia mulai aktif belajar bersama komunitas ibu-ibu pengolah sampah organik dan menghasilkan eco-enzym, cairan hasil fermentasi limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran yang bermanfaat untuk tanaman.

“Eco-enzym ini dari limbah kulit buah. Cairan ini baik digunakan untuk pupuk tanaman,” ujar Fikri saat ditemui di Jakarta, Selasa (17/6).

Tak hanya itu, Fikri juga berinovasi membuat lilin dari bahan-bahan organik sebagai bentuk nyata dari kepeduliannya terhadap pengelolaan sampah rumah tangga.

Sari: Bangun Bank Sampah Digital untuk Kurangi Banjir

Berbeda dari Fikri, Sari yang berasal dari Kabupaten Bogor merasa resah karena masih banyak masalah sampah di wilayahnya. Salah satu dampak yang ia rasakan langsung adalah banjir saat musim hujan. Berangkat dari keresahan itu, Sari menginisiasi gerakan bank sampah digital lewat situs yang ia kelola sendiri.

“Saya membeli sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan botol dari warga sekitar. Lalu saya jadwalkan pengambilan dan mengelolanya menjadi tas atau barang bernilai jual,” jelas Sari.

Gerakan ini melibatkan teman-teman kampus dan mendorong kolaborasi lintas komunitas untuk menciptakan solusi lingkungan berbasis teknologi.

Youth Gathering GLOW: Aksi Iklim yang Berakar dari Komunitas

Fikri dan Sari merupakan dua dari 107 anak muda berusia 17–24 tahun yang mengikuti kegiatan National Youth Capacity Enhancement yang diselenggarakan oleh Childfund International in Indonesia dalam program GLOW Ambassador. Acara ini digelar selama tiga hari sejak 16 Juni 2025 di Jakarta, dan melibatkan peserta dari 39 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Membangun Komitmen dan Konsistensi Anak Muda

Menurut Meinrad Indra Cahya, Senior Program Specialist Childfund Indonesia, tantangan utama dari kampanye ini adalah menjaga konsistensi para peserta dalam menjalankan aksi lingkungan mereka.

Baca Juga :

14 Wakil Indonesia Siap Bertarung di Swiss Open 2026
Jadwal Puasa Dzulhijjah, Lengkap Niat dan Keutamaannya

“Informasi soal perubahan iklim memang banyak, tapi belum tentu anak muda paham dan mau beraksi. Kita harus dorong mereka dari tahap kesadaran ke aksi nyata,” ujarnya.

Childfund berharap kegiatan ini bisa menjadi jembatan bagi generasi muda untuk menyalurkan ide dan solusi, sekaligus mengatasi keterbatasan ruang pembelajaran, akses, dan dukungan sistemik.

Dari Media Sosial ke Kebijakan: Anak Muda Punya Peran Strategis

Dalam sesi pelatihan, Ivan Tagor Manik, Senior Program Specialist Childfund lainnya, mendorong peserta merancang proyek sederhana yang bisa diterapkan di sekolah, komunitas, atau media sosial.

“Beberapa peserta bahkan sudah mengangkat isu sulitnya akses air di desa mereka. Mereka riset, diskusi, dan memikirkan solusi jangka panjang. Ini luar biasa,” kata Ivan.

Ia menambahkan bahwa anak muda memiliki energi dan pemikiran progresif yang bisa menjadi motor penggerak dalam isu lingkungan.

Aksi Kecil, Dampak Besar

Fikri berharap lebih banyak anak muda mau terlibat dalam gerakan lingkungan. Menurutnya, krisis iklim adalah persoalan nyata yang dampaknya akan langsung dirasakan generasi mereka.

“Kalau kita tidak mulai sekarang, kita sendiri yang akan menerima dampak buruknya,” tegas Fikri.

Senada, Sari juga mengajak generasi muda untuk lebih peduli.

“Kita bisa jadi agen perubahan lingkungan. Ayo kita lebih peduli lagi,” ucapnya.

Melalui program GLOW Ambassador, anak-anak muda Indonesia membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari hal besar. Aksi sederhana, bila dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, bisa menjadi solusi nyata dalam menghadapi krisis iklim. Karena masa depan bumi adalah tanggung jawab kita bersama—dan generasi muda sedang berdiri di garis depan.***

You Might Also Like

Jakarta Fair 2026 Diserbu Pengunjung, Tembus 1,5 Juta Orang dalam Sepekan
Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
D’Youth Fest 6.0 Diramaikan Operet Princess Panda yang Angkat Makna Kehidupan
Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia
Kirab Budaya Tresna Pancasila Meriahkan Malioboro, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Yogyakarta
TAGGED:Anak MudaPeduli Lingkungan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tradisi Bubur Suro, Hidangan Penuh Makna di Tahun Baru Hijriyah
Next Article Kolaborasi Bareng Roblox, Indonesia Siap Cetak Kreator Game Lokal
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EventOlahraga

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

3 weeks ago
Antusias supporter Indonesia saat melihat laga Timnas Garuda Muda melawan Myanmar di Piala AFF U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026, 1 Juni 2026. (Foto: Dok/TWH)
EventOlahraga

Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu

3 weeks ago
Event

Bali & Beyond Travel Fair 2026 Raup Rp6,9 Triliun, Pasar Asia dan Australia Mendominasi

3 weeks ago
Event

Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026 Gaungkan Persatuan untuk Dunia

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index