By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Tradisi Bubur Suro, Hidangan Penuh Makna di Tahun Baru Hijriyah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tradisi Bubur Suro, Hidangan Penuh Makna di Tahun Baru Hijriyah

Kuliner

Tradisi Bubur Suro, Hidangan Penuh Makna di Tahun Baru Hijriyah

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
12 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

inversi.id – Setiap perayaan Tahun Baru Hijriyah, masyarakat Indonesia memiliki berbagai tradisi khas yang sarat nilai budaya dan spiritual. Salah satu tradisi yang masih lestari hingga kini, terutama di wilayah Jawa Tengah, adalah menyajikan bubur suro.

Contents
1. Warisan Sejak Zaman Sultan Agung2. Terinspirasi dari Kisah Nabi Nuh AS3. Warna yang Berbeda Tiap Daerah4. Disajikan dengan Aneka Lauk Pelengkap5. Punya Filosofi Mendalam di Tiap KomponennyaMakna Bubur Suro di Tengah Masyarakat Modern

Hidangan ini bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol syukur dan pengingat akan sejarah panjang yang kaya makna. Melansir dari situs resmi Pemda DIY, berikut fakta menarik bubur suro yang selalu hadir saat momen 1 Muharam.

1. Warisan Sejak Zaman Sultan Agung

Tradisi menyajikan bubur suro diyakini sudah berlangsung sejak masa Sultan Agung, Raja Mataram Islam yang terkenal. Sejak saat itu, setiap 1 Muharam, masyarakat selalu memasak bubur ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah dan keselamatan hidup.

2. Terinspirasi dari Kisah Nabi Nuh AS

Tak hanya kental dengan budaya lokal, bubur suro juga dikaitkan dengan kisah spiritual. Makanan ini diyakini berasal dari peringatan selamatnya Nabi Nuh AS dan para pengikutnya dari banjir besar setelah berlayar selama 40 hari 40 malam. Oleh karena itu, bubur ini menjadi simbol keselamatan dan awal yang baru.

3. Warna yang Berbeda Tiap Daerah

Meski sama-sama bernama bubur suro, penampilan hidangan ini bisa berbeda-beda di tiap daerah. Misalnya di Semarang, bubur suro disajikan dengan warna kuning, bukan hijau seperti di daerah lain. Warna kuning ini berasal dari tambahan kunyit dan rempah khas Nusantara, yang juga melambangkan kemakmuran dan harapan baik.

4. Disajikan dengan Aneka Lauk Pelengkap

Bubur suro bukan makanan biasa, karena selalu disajikan dengan berbagai lauk pendamping yang kaya rasa dan makna. Beberapa pelengkap yang umum disertakan antara lain:

  • Sambal goreng kentang atau ati
  • Kering tempe
  • Irisan telur rebus
  • Kacang goreng
  • Serundeng kelapa
  • Suwiran ayam

Setiap lauk tersebut tidak hanya menambah cita rasa, tapi juga memperkaya simbolisme dalam tradisi.

5. Punya Filosofi Mendalam di Tiap Komponennya

Setiap unsur dalam bubur suro punya arti filosofis tersendiri. Contohnya, kedelai hitam goreng melambangkan kesetiaan dan kebaikan, yang mencerminkan sikap seseorang yang senantiasa taat pada ajaran leluhur dan selalu berbuat baik.

Pelengkap lainnya pun menyimbolkan elemen penting dalam hidup, seperti kebersamaan, rezeki, perlindungan, hingga keteguhan hati dalam menjalani kehidupan baru di tahun Hijriyah yang baru.

Baca Juga :

Kisah Inspiratif Aqeel, Anak Muda yang Sukses Menembus Pasar Internasional Lewat Hobinya
Prabowo Janji Bangun Rumah Sakit Modern, Puskesmas dan Atasi Kekurangan Dokter di Indonesia

Makna Bubur Suro di Tengah Masyarakat Modern

Meski zaman terus berubah, tradisi bubur suro tetap dipertahankan oleh banyak keluarga sebagai media refleksi spiritual. Di tengah modernisasi, momen menyantap bubur suro menjadi pengingat bahwa nilai luhur, rasa syukur, dan harapan baik tetap relevan.

Bubur suro bukan hanya makanan tradisional, tapi juga warisan budaya yang menyatukan nilai Islam dan kearifan lokal Jawa.

Perayaan Tahun Baru Hijriyah bisa menjadi waktu yang tepat untuk merenung dan memulai langkah baru. Melalui bubur suro, masyarakat diajak untuk mengingat sejarah, bersyukur atas keselamatan, dan menyambut tahun yang akan datang dengan hati yang bersih.

Kalau kamu tertarik mencoba bubur suro, kamu bisa memasaknya sendiri di rumah sebagai bagian dari tradisi keluarga, atau mencicipinya langsung di daerah-daerah yang masih kuat memegang budaya ini seperti Semarang, Solo, dan Yogyakarta.

You Might Also Like

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara
Sajian Lebaran dalam Satu Meja, Makna Kebersamaan ala Rijsttafel
Sensasi Iftar Ala Negeri Tirai Bambu di Twelve Chinese Dining
11 Kuliner Halal Favorit di Glodok Imlek 2026
Nastar dan Dumpling Jadi Simbol Kemakmuran Saat Imlek
TAGGED:bubur suroKulinerTahun Baru Hijriyah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article SMK Bakti Idhata Gandeng Telkom Indonesia, Percepat Transformasi Digital Sekolah IT di Jakarta
Next Article Anak Muda Peduli Lingkungan: Dari Eco-Enzym Sampai Bank Sampah Digital
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kuliner

Ragam Hidangan Imlek Sarat Makna dan Sejarah Budaya

5 months ago
Kuliner

Ngafe Lebih Hits dengan 5 Tren Minuman Kekinian Favorit Generasi Muda

5 months ago
Kuliner

Revitalisasi Pasar Muara Karang, Jakpro Bangun Area Kuliner dan Olahraga

5 months ago
Kuliner

8 Hidangan Pembawa Keberuntungan Sambut Tahun Baru 2026

6 months ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index