By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Anak Muda Surabaya Peringati Tragedi Bom 13 Mei dengan Aksi Tanam Pohon
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Anak Muda Surabaya Peringati Tragedi Bom 13 Mei dengan Aksi Tanam Pohon

Event

Anak Muda Surabaya Peringati Tragedi Bom 13 Mei dengan Aksi Tanam Pohon

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Dalam rangka memperingati tujuh tahun tragedi bom bunuh diri yang mengguncang Surabaya pada 13 Mei 2018, sekelompok anak muda dari berbagai komunitas lintas agama menggelar aksi refleksi bertajuk “Agama untuk Apa?”. Tahun ini, aksi solidaritas tidak hanya dilakukan lewat diskusi, tetapi diwujudkan dalam bentuk nyata, penanaman pohon di lokasi-lokasi terdampak.

Contents
Simbol Harapan di Empat Titik TragediKolaborasi Lintas Komunitas PemudaBersama Wujudkan Kota yang Lebih Hijau

Ketua pelaksana acara, Wicaksana Isa, mengatakan bahwa peringatan tahun ini menjadi momentum untuk bergerak lebih konkret.

“Kami ingin menunjukkan solidaritas tidak hanya dengan simbol atau doa, tapi juga lewat aksi nyata. Penanaman pohon menjadi komitmen kami terhadap kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Simbol Harapan di Empat Titik Tragedi

Sebanyak empat pohon akan ditanam di empat titik lokasi yang menjadi sasaran serangan bom tujuh tahun lalu, yaitu:

  • Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela (Ngagel)
  • GKI Diponegoro
  • GPPS Sawahan
  • Mapolrestabes Surabaya

Keempat lokasi tersebut dipilih karena menjadi pusat duka dalam peristiwa 13 Mei 2018.

“Empat pohon melambangkan empat lokasi tragedi, sekaligus menjadi simbol tumbuhnya harapan baru di tempat yang dulu menjadi saksi luka,” tambah Wicaksana.

Pohon yang ditanam adalah ketapa kencana, dikenal karena akarnya yang kuat dan daunnya yang rindang. Menurut panitia, pohon ini dipilih sebagai lambang ketahanan dan komitmen untuk terus menyemai kebaikan.

Kolaborasi Lintas Komunitas Pemuda

Acara refleksi ini dihadiri berbagai elemen anak muda dari organisasi seperti Pemuda BGI, GUSDURian Surabaya, Idenera, GMKI Surabaya, serta perwakilan pemuda Katolik. Beberapa penyintas juga turut hadir meski memilih tidak dipublikasikan demi menjaga privasi.

Mengangkat tema “Agama untuk Apa?”, kegiatan ini menjadi ruang kontemplasi bersama atas maraknya konflik yang mengatasnamakan agama.

Baca Juga :

Biodata dan Profil Angela Gilsha, Lengkap dengan Agama, Keturunan, Hingga Instagram
Jumlah ASN Bakal Lebih dari 5,6 Juta Akhir 2025, Pemerintah Pastikan CPNS 2026 Dibuka

“Kami ingin mengajak semua pihak untuk merefleksikan: apakah agama menyatukan atau justru menciptakan jarak? Agama seharusnya menjadi jembatan perdamaian,” jelas Wicaksana.

Bersama Wujudkan Kota yang Lebih Hijau

Penanaman pohon dijadwalkan berlangsung pada 17 atau 18 Mei 2025, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya. Salah satu lokasi yang akan dihijaukan adalah TPU Keputih, yang dinilai masih membutuhkan lebih banyak ruang hijau.

Melalui aksi ini, anak muda Surabaya berharap peringatan tragedi tidak berhenti pada seremoni atau duka semata. Mereka ingin menghadirkan makna baru dari peringatan, menumbuhkan, bukan hanya mengenang.***

You Might Also Like

Jakarta Fair 2026 Diserbu Pengunjung, Tembus 1,5 Juta Orang dalam Sepekan
Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
Persebaya Resmi Datangkan 5 Pemain Baru, Siap Tancap Gas Sambut Liga 1 2026/2027
D’Youth Fest 6.0 Diramaikan Operet Princess Panda yang Angkat Makna Kehidupan
Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia
TAGGED:Anak MudaBom 13 MeiSurabaya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Dedi Mulyadi Kritik Kebiasaan Anak Zaman Now Singgung Soal Rice Cooker & Game yang Bikin Lemah Otak
Next Article 4 Ancaman Dunia Versi Bill Gates yang Harus Diwaspadai Anak Muda
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Event

Kirab Budaya Tresna Pancasila Meriahkan Malioboro, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Yogyakarta

2 weeks ago
EventOlahraga

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

3 weeks ago
Antusias supporter Indonesia saat melihat laga Timnas Garuda Muda melawan Myanmar di Piala AFF U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026, 1 Juni 2026. (Foto: Dok/TWH)
EventOlahraga

Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu

3 weeks ago
Event

Bali & Beyond Travel Fair 2026 Raup Rp6,9 Triliun, Pasar Asia dan Australia Mendominasi

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index