INVERSI.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi generasi muda saat ini. Dalam kunjungan ke SMPN 1 Panawangan, Kabupaten Ciamis, Dedi mengungkapkan sejumlah kelemahan yang menurutnya harus segera dibenahi agar anak-anak Jawa Barat tidak tertinggal di masa depan.
“Apa sih kelemahan anak-anak sekarang? Otak kiri dan otak kanannya tidak berjalan seimbang,” ujarnya di hadapan para siswa, Selasa (13/5).
Menurut Dedi, salah satu penyebabnya adalah penggunaan gawai yang berlebihan. Ia menilai bahwa kebiasaan bermain gim setiap hari bisa melemahkan kemampuan berpikir dan kreativitas anak.
Minim Aktivitas Rumah, Luntur Tradisi
Dalam dialog interaktif, Dedi juga menyinggung soal minimnya keterlibatan anak dalam kegiatan rumah tangga. Ia menanyakan siapa saja di antara siswa yang membantu memasak di rumah, namun tak banyak tangan yang terangkat.
“Semua sudah bergantung pada rice cooker. Tidak ada lagi yang belajar mencuci beras atau memasak secara tradisional,” keluhnya.
Dedi menilai, modernisasi yang tidak dibarengi dengan pelestarian nilai-nilai tradisional dapat mengikis karakter anak muda. Karena itu, ia mendorong anak-anak, khususnya perempuan, untuk kembali membiasakan diri dengan nilai-nilai tradisional, termasuk memasak dengan cara yang sehat.
“Jangan biasakan langsung masukkan beras ke rice cooker. Kualitas nasi bisa menurun. Mari bangun kembali semangat tradisionalisme,” tegasnya.
Siapkan Beasiswa untuk Anak Muda Berprestasi
Meski memberikan kritik, Dedi Mulyadi tetap menunjukkan dukungannya bagi kemajuan generasi muda di Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota telah menyiapkan berbagai program beasiswa, baik untuk jenjang S1, diploma, maupun program keahlian teknik (engineer).
“Yang penting anak-anak Jawa Barat harus hebat. Harus jadi petarung, bukan jadi pribadi yang lemah,” pungkasnya.
Pesan ini diharapkan mampu menyadarkan generasi muda untuk lebih aktif, mandiri, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal di tengah arus modernisasi.***