INVERSI.ID – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh atlet muda Indonesia. Luluk Diana Tri Wijayana, lifter berbakat asal Pacitan, Jawa Timur, sukses meraih medali emas dalam ajang bergengsi International Weightlifting Federation (IWF) World Championships 2025 yang digelar di Lima, Peru, pada 30 April hingga 5 Mei 2025.
Luluk tampil gemilang di kelas 49 kilogram putri kategori junior (snatch), mengalahkan para pesaing dari berbagai negara. Keberhasilan ini menambah deretan panjang prestasi yang telah ia ukir dalam dunia angkat besi nasional dan internasional.
Jejak Emas Luluk di Dunia Angkat Besi
Nama Luluk bukanlah hal baru dalam dunia olahraga angkat besi. Pada tahun 2022, ia mencatatkan tiga medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur pada kelas 55 kg putri—masing-masing dari kategori snatch, clean & jerk, dan total angkatan.
Masih di tahun yang sama, Luluk meraih gelar juara dunia dalam ajang IWF Youth World Championship di León, Meksiko. Prestasinya berlanjut pada 2023, saat ia mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia di SEA Games Kamboja, bertanding di kelas 49 kg A putri.
Tahun 2024, ia kembali menunjukkan kehebatannya dengan membawa pulang medali emas untuk Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, dengan total angkatan 184 kg pada kelas 49 kg putri.
Dukungan Kampung Halaman Jadi Energi Kemenangan
Di tengah pencapaian gemilangnya, Luluk tak lupa mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Pacitan yang selalu memberikan dukungan moral. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ini menyebut bahwa doa dari kampung halaman menjadi kekuatan tersendiri di setiap perjuangannya.
“Perjalanannya sangat rumit, Kak. Banyak suka duka yang saya lalui sampai bisa berdiri di panggung dunia ini,” ujar Luluk dalam wawancara bersama awak media.
Pesan Luluk untuk Generasi Muda Pacitan
Tak hanya berprestasi, Luluk juga ingin menjadi inspirasi bagi anak-anak muda, terutama di daerah asalnya. Ia berharap pemerintah dan masyarakat memberikan perhatian lebih pada pembinaan atlet muda di daerah.
“Yang pasti perlu perhatian. Saya berharap bisa lahir atlet-atlet muda dari Pacitan juga,” ucapnya penuh harap.
Luluk Diana bukan hanya sekadar atlet, tetapi juga simbol semangat dan harapan bagi generasi muda yang ingin mengharumkan nama Indonesia dari daerah pelosok.***