By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Barasuara Buka Gemilang Jakarta International Literary Festival 2025 Dengan Atmosfer Literasi dan Musik yang Menggetarkan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Barasuara Buka Gemilang Jakarta International Literary Festival 2025 Dengan Atmosfer Literasi dan Musik yang Menggetarkan

Event

Barasuara Buka Gemilang Jakarta International Literary Festival 2025 Dengan Atmosfer Literasi dan Musik yang Menggetarkan

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
7 months ago
Share
4 Min Read
Barasuara di Jakarta International Literary Festival 2025
Barasuara di Jakarta International Literary Festival 2025
SHARE

Suasana malam pembukaan Jakarta International Literary Festival (JILF) 2025 menjadi lebih hidup dan penuh makna lewat penampilan spektakuler band Barasuara yang membuka acara. Festival literasi tahunan tersebut bertema “Homeland in Our Bodies” atau “Tanah Air dalam Tubuh Kita”, diadakan mulai 13 hingga 16 November dan ditempatkan sebagai ruang dialog budaya, sastra, dan musik.

Contents
Kenapa Festival Ini Penting untuk Jakarta dan IndonesiaApa yang Bisa Diantisipasi dari JILF 2025

Tahun ini, JILF mengangkat tema yang diilhami oleh puisi “The Last Train Has Stopped” dari penyair Palestina, dengan fragment “Homeland in my body” sebagai dasar inspirasi. Tema ini menyuarakan bahwa tanah air bukan hanya ruang fisik tetapi sesuatu yang berada dalam diri kita — yang menuntut kebebasan dari kolonialisme, penindasan, dan ketidakadilan.

Dalam pidatonya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa acara ini menyatukan kita dalam percakapan mendalam soal jati diri bangsa dan manusia. “Masyarakat yang gemar membaca dan berpikir kritis akan melahirkan peradaban yang cerdas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai pembuka, Barasuara tampil menggelegar dengan membawakan lagu-lagu hits mereka seperti “Bahas Bahasa”, “Pancarona”, “Hitam dan Biru”, “Mengunci Ingatan”, hingga lagu viral “Terbuang dalam Waktu”. Kehadiran mereka menambah dimensi seni pertunjukan ke dalam festival yang utamanya literasi dan diskusi.

Penampilan elek­t­rik Barasuara dianggap sangat cocok untuk membuka festival yang menggabungkan nilai sastra dan musik, sehingga malam pembukaan berjalan dinamis, penuh energi, dan tetap reflektif.

Selain konser malam pembukaan, JILF 2025 juga menghadirkan panel panel diskusi dengan narasumber lintas bidang, termasuk penerjemah Indonesia yang pernah menerjemahkan literatur Palestina seperti Zulfah Nur Halimah, serta penulis buku disabilitas seperti Muhamad Khambali.

Semua program festival terbuka untuk umum secara gratis, dan pengunjung bisa menghadiri talk show, pameran buku, serta performa seni. Festival ini bukan hanya untuk lingkup akademis tetapi juga untuk publik umum yang ingin terlibat dalam wacana budaya dan literasi.

Kenapa Festival Ini Penting untuk Jakarta dan Indonesia

  1. Memperkuat literasi nasional
    Dengan tema dan programnya, JILF mendorong masyarakat untuk membaca, berdialog, dan berpikir kritis—hal yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan budaya dan intelektual.
  2. Menautkan sastra dan sekolah kehidupan
    Tema “Tanah Air dalam Tubuh Kita” mengajak peserta untuk memahami identitas dan tanggung jawab sosial melalui sastra—bahkan musik Barasuara menjadi jembatan estetika antara bacaan dan pengalaman nyata.
  3. Memperluas jangkauan budaya muda
    Dengan menghadirkan band populer seperti Barasuara sebagai pembuka, festival ini dipastikan lebih “mengena” ke generasi muda serta komunitas musik dan literasi yang selama ini berbeda dunia.

Apa yang Bisa Diantisipasi dari JILF 2025

  • Talk show dengan penulis dan penerjemah internasional yang membahas isu budaya global dan lokal.
  • Performa seni dan musik yang mengeksplorasi tema identitas, tanah air, dan kebebasan.
  • Kegiatan interaktif seperti workshop menulis, diskusi komunitas, hingga bazar buku yang relevan dengan tema dasar.
  • Program yang menjembatani antara literasi klasik dan budaya pop—contohnya kolaborasi sastra dan musik seperti yang dilakukan Barasuara.

Mal­am pembukaan JILF 2025 dengan aksi Barasuara mengukuhkan bahwa festival ini bukan hanya soal buku atau diskusi akademik saja, tetapi sebuah festival budaya hybrid yang merangkul musik, sastra, identitas dan masyarakat luas. Tema “Homeland in Our Bodies” hadir sangat relevan di zaman ketika konsep tanah air dan identitas semakin dinamis.

Bagi siapa pun yang mencintai literasi, musik, hingga perbincangan penting tentang bangsa dan manusia, JILF 2025 menjadi ajang yang layak dikunjungi. Pastikan kamu hadir (atau mengikuti secara daring) hingga 16 November dan nikmati semua rangkaian acara yang tak hanya menginspirasi tetapi juga menghubungkan, menggugah dan merayakan keberagaman kita bersama.

Baca Juga :

Biodata dan Profil Geofanny Eka Cahyaningtyas, Lengkap dengan Umur dan Tinggi Badan
Di Depan Istri Menperin, AK-Tekstil Solo Pastikan Seluruh Lulusan Terserap Industri

You Might Also Like

Jakarta Fair 2026 Diserbu Pengunjung, Tembus 1,5 Juta Orang dalam Sepekan
Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
D’Youth Fest 6.0 Diramaikan Operet Princess Panda yang Angkat Makna Kehidupan
Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia
Kirab Budaya Tresna Pancasila Meriahkan Malioboro, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Yogyakarta
TAGGED:2025Anak MudaBarasuaraJakarta International Literary Festival 2025remaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article FIFA Rizky Ridho Berpeluang Jadi Pemain Indonesia Pertama Raih FIFA Puskás Award 2025
Next Article Drama Dear X Dear X Drama Korea Terbaru 2025 yang Bongkar Sisi Gelap Industri Hiburan Siap Jadi Tontonan Wajib Akhir Tahun
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EventOlahraga

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

3 weeks ago
Antusias supporter Indonesia saat melihat laga Timnas Garuda Muda melawan Myanmar di Piala AFF U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026, 1 Juni 2026. (Foto: Dok/TWH)
EventOlahraga

Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu

3 weeks ago
Event

Bali & Beyond Travel Fair 2026 Raup Rp6,9 Triliun, Pasar Asia dan Australia Mendominasi

3 weeks ago
Event

Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026 Gaungkan Persatuan untuk Dunia

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index