By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kisah Relawan MBG yang Bangkit Demi Empat Adik
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kisah Relawan MBG yang Bangkit Demi Empat Adik

MBG

Kisah Relawan MBG yang Bangkit Demi Empat Adik

Adrian
By
Adrian
3 months ago
Share
6 Min Read
Foto : Exsa Sarfalin (Sumber : bgn.go.id)
Foto : Exsa Sarfalin (Sumber : bgn.go.id)
SHARE

Inversi Suara gemericik air yang mengalir dan denting peralatan makan yang saling bersentuhan menjadi bagian dari keseharian Exsa Sarfalin. Di sudut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Padang Serai, Bengkulu, pemuda berusia 21 tahun itu dengan tekun mencuci ratusan ompreng setiap harinya.

Aktivitas yang sekilas tampak sederhana tersebut sejatinya menyimpan kisah perjuangan hidup yang penuh keteguhan dan harapan. Di usia yang relatif muda, Exsa Sarfalin memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga.

Ia harus memenuhi kebutuhan hidup empat adiknya yang masih bersekolah, sekaligus membantu merawat neneknya yang telah berusia 80 tahun. Sang nenek, meskipun telah lanjut usia, tetap berusaha mandiri dengan berjualan kecil-kecilan di kantin untuk menambah penghasilan keluarga.

Sebelum bergabung dengan SPPG, kehidupan Exsa Sarfalin dipenuhi ketidakpastian. Ia menjalani berbagai pekerjaan serabutan, mulai dari menjadi kernet, buruh bangunan, hingga menerima pekerjaan apa saja yang dapat menghasilkan uang. Namun, penghasilan yang diperoleh tidak menentu dan sering kali tidak mencukupi kebutuhan harian.

Dalam satu hari, ia membutuhkan setidaknya Rp100.000 untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Akan tetapi, pekerjaan yang tidak tetap membuatnya kerap diliputi kecemasan. Dalam kondisi tersebut, Exsa Sarfalin berupaya bertahan dengan segala cara, termasuk membantu teman menjalankan jasa joki gim, menerima pekerjaan kebersihan, hingga pekerjaan kecil lainnya.

Titik balik kehidupan Exsa Sarfalin terjadi ketika kedua orang tuanya berpisah. Perubahan tersebut membawa dampak besar dalam kehidupannya. Jika sebelumnya kebutuhan hidup masih dapat terpenuhi, kondisi itu berubah drastis ketika ia harus berdiri sendiri dan bertanggung jawab penuh atas keluarganya.

“Pada awalnya memang terasa berat, karena harus beradaptasi dengan kondisi baru. Namun, situasi tersebut justru menjadi motivasi bagi saya untuk terus berusaha dan tidak menyerah,” ungkapnya.

Di tengah tekanan hidup, sosok nenek menjadi tempatnya berbagi cerita dan mendapatkan dukungan moral. Kehadiran keluarga, meskipun dalam keterbatasan, menjadi sumber kekuatan yang membuatnya terus bertahan.

Perubahan mulai terjadi ketika Exsa Sarfalin melihat sebuah bangunan di dekat tempat tinggalnya sedang direnovasi. Rasa ingin tahu membawanya mencari informasi lebih lanjut hingga akhirnya mengetahui bahwa bangunan tersebut akan difungsikan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga :

Gratis SPP Hingga 3 Tahun! SMA/SMK Jaya Krama Deliserdang Full Beasiswa!
Hotman Paris Hentikan Pendampingan Hukum untuk Nadiem Makarim dalam Kasus Chromebook

Tanpa ragu, ia segera mendaftarkan diri sebagai relawan. Kesempatan tersebut menjadi titik awal perubahan dalam kehidupannya. Kini, ia memiliki pekerjaan yang lebih stabil dengan sistem penghasilan yang dibayarkan secara berkala setiap dua minggu.

Kepastian penghasilan tersebut memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi keluarganya. Exsa Sarfalindapat mengatur keuangan dengan lebih baik, mulai dari membeli kebutuhan pokok, membiayai pendidikan adik-adiknya, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Sekarang saya tidak lagi merasa khawatir seperti sebelumnya. Dengan adanya penghasilan tetap, saya bisa lebih tenang dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat dari sisi ekonomi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dirasakan langsung oleh keluarga Exsa Sarfalin. Keempat adiknya kini memperoleh makanan bergizi di sekolah, sehingga dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga.

Kondisi tersebut memungkinkan pengeluaran uang jajan menjadi lebih efisien dan bahkan dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain yang lebih penting. Tidak hanya itu, ia juga melihat adanya perubahan positif pada kondisi fisik dan aktivitas adik-adiknya. Mereka menjadi lebih sehat, lebih aktif, dan lebih bersemangat dalam menjalani kegiatan belajar.

“Sekarang mereka lebih semangat ke sekolah. Nafsu makan juga meningkat, dan tubuh mereka terlihat lebih sehat,” tuturnya.

Meskipun demikian, ia menyadari bahwa setiap program tentu memiliki tantangan, termasuk variasi menu yang terkadang dirasakan monoton oleh anak-anak. Namun, Exsa Sarfalin selalu menanamkan nilai rasa syukur kepada adik-adiknya agar tetap menghargai setiap manfaat yang diterima.

Baginya, pekerjaan di SPPG bukan sekadar aktivitas rutin untuk memperoleh penghasilan. Lebih dari itu, pekerjaan tersebut menjadi simbol perjuangan dan harapan. Ia merasa memiliki peran dalam membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap makanan bergizi, sekaligus memperbaiki kondisi kehidupannya sendiri.

Program MBG yang dijalankan pemerintah melalui BGN telah memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dalam membuka peluang kerja dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Kisah Exsa Sarfalin menjadi salah satu bukti bahwa program ini mampu menghadirkan perubahan positif secara langsung di tingkat masyarakat. Dari kondisi penuh ketidakpastian, kini ia dapat menjalani kehidupan dengan lebih optimistis dan terarah.

Di tengah kesibukannya mencuci ompreng setiap hari, ia tidak lagi sepenuhnya dibayangi rasa cemas akan masa depan. Sebaliknya, ia mulai menata harapan, memperbaiki kehidupan, dan melangkah perlahan menuju masa depan yang lebih baik.

Bagi Exsa Sarfalin, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan, melainkan jembatan menuju perubahan. Dari dapur sederhana di SPPG, ia membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, dan kesempatan yang tepat dapat menjadi kunci untuk bangkit dari keterbatasan.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap program besar, terdapat cerita-cerita kecil yang penuh makna. Cerita tentang perjuangan, pengorbanan, dan harapan yang terus tumbuh, bahkan dalam kondisi yang paling sederhana sekalipun.

You Might Also Like

Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”
Presiden Prabowo Puji Standar Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Polri
Kejari Kudus Panggil 78 Mitra SPPG Program MBG untuk Klarifikasi Administrasi
Polri Perkuat Ketahanan Pangan: Operasikan 828 Dapur Gizi untuk 3,5 Juta Penerima Manfaat
Perkuat Sinergi, BGN Koordinasi dengan Pimpinan DPR RI demi Akselerasi MBG
TAGGED:BangkitMBGRelawanRelawan MBG
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pariwisata Global Ambruk, Kerugian Tembus Rp 684 Triliun Akibat Konflik Timur Tengah
Next Article Foto : Ketua Posyandu Anggita sekaligus pemilik PAUD, Yuyun (Sumber : bgn.go.id) MBG Efektif Tekan Stunting dan Ringankan Beban Warga Padang Serai
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Mantan Menteri Keuangan RI Fuad Bawazier menilai penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : prabowosubianto.com)
MBG

Fuad Bawazier Optimistis Program MBG Capai Kematangan di Tahun Ketiga

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi program MBG untuk masyarakat indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Partisipasi Publik Kawal Program Strategis: Masyarakat Bali Sampaikan Aspirasi MBG

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG untuk akselerasi bangsa (Sumber : bgn.id)
MBG

Cakupan MBG & Ekonomi Daerah: DPR Ajak Pemerintah Sinergikan Potensi Lokal

2 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program MBG Indonesia (Sumber : bgn.go.id)
MBG

Kawal Program MBG, Bali Suarakan Dukungan & Perbaikan Tata Kelola

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index